Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Rencana yang gagal, karena ulah Arga


__ADS_3

Lima minggu sudah berlalu. Masa pemulihan Arga sangat maju pesat, hanya dalam waktu lima minggu kondisinya langsung membaik. Dirinya hanya perlu cak-up tangan dan kepalanya yang di lakukan setiap seminggu tiga kali.


Untuk saat ini Andini dan Tara sudah pindah ke rumah orang tua Arga. Itu semua atas permintaan Arga sendiri, dirinya tak mau berjauhan dengan sang istri.


Dirinya sengaja mengajak sang istri dan adik ipar ke rumah orang tuanya, karena rumahnya sedang melakukan renovasi. Arga sengaja merenovasi rumahnya. Hal itu untuk menghilangkan kenangannya bersama Defi saat lima tahun silam.


Sekarang ini Arga ingin mengadakan piknik kecil-kecilan di taman mantan bersama Andini. Arga sengaja mengajak Andin untuk healing, mengingat sudah hampir enam minggu mereka dirumah saja. Bosan juga rasanya kalau di rumah aja. Jadi Arga memutuskan untuk membuat Quality Time bersama sang istri.


'' Kamu yakin ingin membuat piknik mas?'' Tanya Andini ragu-ragu.


'' Tentu. Apa kamu tidak mau?'' Kini berganti Arga yang bertanya pada Andini.


'' Ti-tidak mas. Aku takut dengan kondisi mu, apakah kamu benar-benar kuat?'' Andini kembali meyakinkan pertanyaannya kepada sang suami.


'' Hah? Kamu gak percaya sama kekuatan ku Ndin? Aku ini sangat kuat.'' Arga langsung membentuk otot di tangannya.


'' Iya-iya aku percaya. Yaudah aku mau siap-siap dulu.'' Andin langsung berlenggang dari hadapan Arga, Tapi langsung di cegah oleh Arga. Arga menarik tangan Andini dan membalikkan tubuhnya.


'' Aku ikut.'' Pinta Arga.


'' Ha? Kamu kan sudah mandi. Aku mau mandi mas, kamu gak usah ikut.''


'' Gak apa. Aku merasa sedikit gerah, jadi aku ingin mandi lagi.''


'' Alasan. Aku gak mau mas, nanti lama. Kata kamu bukannya kita perginya harus cepat?'' Andini terus saja mencari alasan yang tepat untuk menghindari ajakan sang suami.


'' Cuma sepuluh menit doang kok, gak akan lama. Dan untuk yang beberapa menit aku katakan tadi. Itu tidak harus di penuhi, jadi kita kapan saja bisa berangkatnya.'' Jawab Arga


'' Yasudah terserah kamu aja. Dasar suami mesum.'' Andini langsung berjalan ke arah kamar mandi.


'' Aku ikut.'' Arga berlari kecil untuk menyusul Andini di kamar mandi.


Arga langsung masuk ke dalam kamar mandi itu dan sudah terlihat Andini sudah membuka pakaiannya dan berendam di dalam bathtub.


Arga langsung menghentikan langkahnya dan melihat pemandangan yang sudah lama tidak dia pandangi. Dia begitu serius memandangi setiap lekuk tubuh Andini, hingga sebuah percikan air yang mengenai wajahnya yang mampu mengembalikan konsentrasi Arga walah hanya separuh, separuhnya lagi masih melayang-layang.

__ADS_1


'' Nakal.'' Arga langsung membuka bajunya.


Terlihat Arga sangat kesusahan saat membuka kancing kemeja yang dikenakannya, karena tangannya yang memang belum sembuh total.


''Perlu bantuan?'' Tawar Andin dan langsung berdiri dari bathub. Sekarang ini Andini hanya mengenakan baju bikini yang hanya menutupi pucuk gunung berapi dan sebuah hutan lembah itu. Bikini Andini yang sudah sangat seksi di tambah bikini yang basah akibat Andini berendam tadi.


Warna merah muda yang men-colok itu selalu di pandangi oleh Arga. Pandangannya benar-benar tidak bisa teralih dari bikini yang di kenakan Andini saat ini.


Andini begitu seksi di tambah perut yang membuncit, keseksian itu berkali-kali lipat dari biasanya. Arga dengan susah payah menelan air liurnya, saat Andini berhasil menyentuh dadanya walau dadanya terbalut dengan kemeja, tapi rasa sentuhan itu tak hilang dia rasakan. Sentuhan itu bikin dirinya terangsang hebat, hingga mampu membuat bagian bawahnya berdiri.


' Ah Joni, bersabarlah dulu. Sebentar lagi kamu akan aku pertemukan dengan Dona.' Batin Arga sambil menggigit bibir bawahnya.


Sebisa mungkin di tahannya rasa itu. Tapi dirinya hanya manusiawi, semakin di tahan, semakin sesak pula joni di bawah sana.


'' Aku merindukanmu Andini.'' Ucap Arga, sambil mencium bibir Andini.


Andini diam tak menjawab. Dirinya sudah tau, jika suaminya sudah begini, pasti suaminya sedang menginginkan yang enak-enak dari dirinya.


Awalnya hanya kecupan hingga berangsur menjadi *******-******* kecil serta gigitan kecil dari gigi Arga kepada bibir ranum Andini. Lagi-lagi Andini hanya diam, dia sama sekali tidak berniat untuk membalas lumatam itu. Karena dia tau, jika dia membalas, maka tidak akan siap-siap jadinya.


'' Ahh. Geli mas.'' Desah Andini.


'' Emm. Kamu sudah siap?'' Tanya Arga dengan wajah memohon.


Arga berharap Andini mau, tanpa di ketahui Arga sebenarnya gelora hasrat Andini lah yang lebih besar di tambah hormon kehamilan-nya yang membawa hasrat itu semakin bertubi-tubi meningkatnya.


'' Tapit tangan kamu, mas.'' Tak bisa di bohongi, sentuhanArga sangat memabukkan. Dirinya selama ini mencoba untuk kuat menahan sebuah hasrat yang sangat besar dan hasrat itu akan sirna jika Donanya di pertemukan dengan Jonni suaminya.


'' Tangan ku sudah tidak Kenapa-napa. Please boleh ya? Jangan buat aku berpuasa untuk kesekian kalinya.'' Andini benar-benar ingin tertawa saat melihat ekspresi wajah Arga yang sedang meminta sesuatu.


'' Haha. Iya boleh, tapi jangan lama-lama.'' Arga langsung mengangguk


Dan mereka langsung melakukannya di dalam kamar mandi, sudah beberapa gaya yang ada di film layar biru itu. Mereka juga sudah mempraktekkannya. Tak ada kata jeda di antara aktivitas mereka, hingga sudah hampir tiga jam lebih mereka di dalam kamar mandi. Hawa dingin kamar mandi tak akan menjadi halangan mereka untuk enak-enak, hingga kulit mereka mengeriput akibat terlalu lama di dalam bathtub itu.


'' Ahh. Sudah mas, kita akan kesiangan kalau begini terus.'' Dengan nafas yang ngos-ngosan Andini mencoba mengingatkan rencana awalnya dengan suami yang ingin mengajaknya piknik kecil-kecilan di sebuah taman.

__ADS_1


'' Sebentar lagi, aku belum bisa melepaskan tubuh yang selalu membuatku candu.'' Jawab Arga dengan deru nafas yang sudah tidak beraturan.


Tiga jam dua puluh menit kemudian, akhirnya permainan panas itu berakhir. Mereka langsung membersihkan tubuh mereka dan segera memakai baju.


Saat ini matahari sudah benar-benar terbit, cahaya matahari itu mampu menembus kaca jendela kamar mereka.


'' Ini sudah sangat siang. Sebaiknya kita akan pikniknya besok saja, bagaimana? Apa kamu mau?'' Tanya Arga.


'' Gak urus.'' Andini langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Disaat dia tau Arga ingin mengajaknya healing, dirinya sangat senang, karena memang sudah lama tidak melakukan quality time bersama sanga suami, tapi apa? Semua keinginannya seakan sirna akibat suaminya yang terlalu lama saat mereka enak-enakan di kamar mandi tadi.


'' Pasti ngambek.'' Gumam Arga sambil tersenyum kecil.


Arga langsung mendekati Andini dan ikut berbaring di sampingnya dan tangan kanannya mengusap-usap perut buncit Andini.


'' Mimi kayanya ngambek, nak. Pipi harus apa? Apa yang harus pipi lakukan agar bisa membuat mimi-mu tidak ngambek lagi sama pipi. Bantu kasih solusi dong.'' Arga terus berbicara dengan perut Andini.


Andini langsung menjaukan tangan Arga dari Perutnya. '' Gak usah ngelus-ngelus.'' Marah Andini dia langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


'' Aku tidak mengelusmu Andini. Aku hanya mengelus anakku yang ada di dalam perutmu.'' Andini langsung mengeluarkan kepalanya dan menatap nyalang ke arah Arga.


'' Heheh. Bercanda sayang, bercanda. Aku minta maaf ya? Gini aja deh sebagai gantinya, gimana kalau nanti siang kita ke kafe setelah dari kafe kita akan menemui Defi dan Rio. Bukannya kamu mau berjumpa dengan mereka kan?'' Tanya Arga yang sedang membujuk Andini.


'' Hmm. Beneran boleh? Nanti kamu bohong lagi.''


Defi dan Rio memang sudah resmi menjadi tahanan, karena Arga langsung menindak lanjuti kasus mereka, sehingga mereka harus merasakan dinginnya bui penjara itu.


Atas keputusan dari pengadilan negeri, mereka akan di penjara selama lima belas tahun lamanya. Dan hal itu mampu membuat Abdi semakin marah kepada suami anaknya itu, dirinya benar-benar benci dengan Arga.


'' Kali ini tidak akan bohong lagi. Janji deh.'' Arga langsung mengangkat jari tengah dan telunjuknya.


'' Yasudah. Aku gak jadi ngambek kalau begitu.''


Arga hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat sifat Andini yang berubah-ubah. Segampang ini kah dia di bujuk?'Batin Arga.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like dan hadiahnya ya gess😁


__ADS_2