
Hay gengss, aku buat nupel baru nih gengss. Jangan lupa mampir ya gengss 🤗😁
'' Kamu di tolak. Karena kamu belum mempunyai kemampuan dalam bidang ini.'' Kata seseorang yang berstatus menjadi HRD yang bertugas memilih siapa yang bisa bekerja dan tidak bisa masuk kerja.
'' Tapi pak. Saya bisa bekerja dengan sebisa saya pak, please pak tolong terima saya pak.'' Mohon Alesha, seorang gadis yang sedang mencari pekerjaan.
'' Kamu maksa? Saya bilang tidak bisa ya tidak. Pak satpam.'' Wanita itu langsung berteriak meminta satpam untuk mengusir Alesha.
'' Ada apa buk?'' Tanya security.
'' Tolong kamu usir wanita tidak waras ini. Usir dia jauh-jauh, jangan sampai dia mengganggu pengunjung yang sedang makan di sini.'' HRD itu langsung pergi dari hadapan Alesha.
'' Ayo.'' Satpam itu menyentuh tangan Alesha, tapi langsung di tepis oleh dirinya.
'' Tidak perlu. Saya bisa berjalan sendiri.'' Alesha langsung melangkah menuju jalan raya dan kembali mencari pekerjaan.
'' Aku harus mencari di mana lagi? Susah ya, kalau tidak ada sarjananya?'' Alesha hanya bermonolog sendiri.
Alesha hanya seorang anak petani dan buruh cuci. Dirinya hanya seorang gadis desa yang merantau ke kota sebrang untuk mengubah takdirnya.
__ADS_1
Alesha bercita-cita untuk sukses. Dia tau akan hal itu yang tidak memungkinkan untuk dirinya yang tidak memiliki embel-embel sarjana di belakang namanya.
Alesha seorang gadis belia yang berumur dua puluh tahun. Dirinya tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi di karenakan ekonomi yang menyendat. Untuk menamatkan dirinya SMA saja begitu susah perjuangannya.
Dari kecil dirinya tidak pernah manja-manja seperti anak seusianya. Dirinya harus membantu kedua orang tuanya. Saat sepulang sekolah, dirinya harus membantu sang ayah di sawah. Dan saat malam dirinya juga membantu sang ibu dengan menyetrika pakaian yang sudah ibunya cuci.
Begitu saja yang di kerjakan dirinya, hingga ia lulus sekolah menengah atas nya. Dirinya begitu tekun membantu perekonomian keluarga nya dengan cara mempermudah pekerjaan kedua orang tuanya itu, hingga dirinya tidak tau yang namanya mainan yang lagi trend atau apalah, karena tugasnya hanya membantu kedua orang tuanya.
Sangat miris bukan? Tapi itulah kehidupan. Bak roda, ada yang di atas dan ada juga yang di bawah. Roda itu terus berputar denga seiringnya waktu ,
dan Alesha yakin. Pasti suatu saat nanti dirinya juga bisa berada di atas, ya..... Dia yakin akan mukjizat itu.
Alesha langsung memutar kunci pintu itu dan dia langsung masuk ke dalam dan langsung menuju kamar untuk mengambil handuknya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan langsung menunaikan kewajiban nya sebagai seorang muslimah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam pun tiba. Alesha langsung menuju dapurnya dia berniat untuk makan, karena dirinya sudah dari siang tidak ada memakan sesuatu.
Saat Alesha mau membuka tudung saji yang sudah di sediakan oleh pemilik kost-kostan itu.
__ADS_1
Raut wajah yang tadinya sumringah langsung murung, saat melihat isi tudung saji itu yang hanya berisi Indomie dan dua butir telur.
'' Yaa... Ini lagi, ini lagi. Huft. Harus sabar Lesha. Aku tau kamu pasti bisa ngelewatin kehidupan ini.''
Alesha langsung memasak indomie untuk mengganjal rasa laparnya.
'' Akhirnya siap juga.'' Ucap Alesha saat menyendok mie dari wajan ke dalam piringnya.
'' Tinggal di tambah nasi.'' Alesha langsung membuka megicom dan raut wajahnya sama seperti dirinya membuka tudung saji tadi.
'' Yah kosong. Aku terlalu sibuk mencari pekerjaan, sampai-sampai aku lupa membeli beras.'' Alesha kembali menutup rice cooker yang menyisakan kerak-kerak nasi. Dan dia berjalan menuju ruang telivisi.
Dia langsung memakan indominya itu. Sejujurnya di sepiring indomie itu tidak menendang rasa lapar yang ia tahan sejak tadi siang, tapi tak apa setidaknya itu bisa menunda sedikit rasa laparnya.
Jika sudah membaca jangan lupa tinggalkan jejak dan hadiah terindahnya ya gengss.
Sampai jumpa di sana ya gengss 🤗
__ADS_1