Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Bab 29


__ADS_3

Sesuai rencana, selesai makan siang. Arga dan Andin memutuskan untuk ke rumah Andin untuk menjemput adiknya.


Perjalanan mereka memakan waktu yang cukup panjang. Mereka harus melewati persawahan dan perkebunan dengan udara yang sangat sejuk.


'' Sejuk juga perdesaan di sini. Ini kalau di bangun sebuah Vila, pasti rame pengunjung.'' Gumam Arga, sambil melihat sekeliling kampung, berharap ada lahan kosong yang dapat di jadikan lahan pembangunan yang masih di rencanakan oleh Arga.


'' Abis ini, belok kiri Mas.'' Ucap Andini memberi instruksi.


'' Yaa... ini gang-nya sempit banget, Ndin. mobil tidak bisa masuk ke dalam.'' Ucap Arga.


'' Memang, mas. Makanya kita harus berjalan kaki, ayo Mas. Udara di sini sangat sejuk, apalagi kita berjalan kaki, pasti sangat enak.'' Ucap Andini.


'' Hmm, Baiklah.'' Lalu Arga mulai mengunci mobilnya.


Dan mereka berjalan menuju ke rumah Andin. '' Masih jauh lagi?'' Tanya Arga.


'' Kamu kaya gak tau, rumah ku, Mas. Bentar lagi sampai.'' Ujar Andini.


'' Aku sudah lupa, sudah beberapa bulan yang lalu aku kesini, itupun hanya sekali.'' Gerutu Arga.


'' Iyalah. Nah itu dia rumahku, Mas.'' Kata Andin, sambil menunjuk rumah kecil yang di tumbuhi bunga-bunga yang beragam.


Andin langsung mengetuk pintu.


Tok!


Tok


Tok!

__ADS_1


'' Assalamualaikum, Tara. Mbak dateng dek.'' Ucap Andin antusias.


Tara sebagai adiknya Andin, dia merasa namanya terpanggil, langsung keluar dan begitu terkejut melihat kakaknya. Dia langsung memeluk erat tubuh kakaknya.


'' Katanya sore mau kemari.'' Kata Tara.


'' Mbak, udah gak sabar jumpa, adik Mbak yang imut ini.'' Balas Andin, sambil mencubit gemas pipinya.


'' Aww. Sakit mbak.'' Kesal Tara, Andin hanya tersenyum.


'' Lo, ya mbak, abis kawin maen tinggal-tinggalin gue aja. Gue kesepian di rumah sendiri.'' Omel Tara.


'' Kawin-kawin, masih kecil gak boleh ngomong kek begituan. Pakaian mu sudah siap?'' Tanya Andini.


'' Udah, nih.'' ucap Tara sambil menunjukan sebuah koper.


'' Mbak, sekolah gue gimana, mbak? Nanggung kalo harus putus sekolah, semester lagi gue tamat.'' ucap Tara.


'' Hmm, gimana ya?'' Kata Andini yang ikutan bingung. Arga yang melihat kakak dan adik yang sedang bingung dia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ada dirinya di sini, kenapa mereka harus memikirkan itu berdua saja?' Aneh pikir Arga.


'' Tidak usah khawatir. Sekolah Kamu, biar orang suruhan saya yang urus.'' Kata Arga santai.


'' Ohh, gitu ya. Makasih ya Bang Arga.'' Ucap Tara senang.


' Abang? Jadi begini, rasanya di panggil Abang?' Batin Arga tersenyum.


'' Santai aja.'' Balas Arga.


'' Kalau begitu, ayo cepetan. Keburu malem.'' Kata Arga lagi.

__ADS_1


Lalu mereka memutuskan untuk segera ke kota. Saat di perjalanan menuju rumah adiknya Andin gak berhenti-henti nya mengoceh.


'' Mbak tau gak?'' Tanya Tara.


'' Gak tau, kan kamu belum ngomong.'' Kata Andin santai.


'' Iya juga ya, emmm. Selamet nyariin, Mlmbak aja. Tiap hari ke rumah, pusing aku liatnya mbak, udah di bilangin. mbak udah nikah, masih aja ngejer-ngejer mbak.'' Cerocos Tara.


'' Terus. Kamu gak di apa-apain dia kan? '' Tanya Andini Panik.


'' Lah. Gak nyambung. Orang bahas A, mbak nyambung -nya Z. Hadehhh.'' kata Tara sambil menepuk keningnya.


Lalu mereka tertawa bersama. ''Kebanyakan makan micin, jadinya gini.'' Kata Andini di sela-sela tawanya.


Sungguh begitu hangat tali persaudaraan mereka. Arga menjadi iri melihat kedekatan mereka. Ini lah hasil dari didikan Almarhum Nenek. Nenek sudah sukses mendidik kakak-adik ini tanpa adanya campur tangan kedua orang tua mereka, mereka bisa menjadi wanita yang tangguh, kuat dan mandiri.


' Pak Abdi. Apa benar pak Abdi itu ayah mereka? Aku harus cari tau. Haahh, masalah ini membuat ku pusing, belum kelar masalah lain, sudah datang yang baru.' Batin Arga kesal.


Saat sedang fokus menyetir, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi.


Ting'


Arga hanya melihatnya sekilas, nampak ada yang mengirim pesan melalui email, ingin di buka, tapi dia sedang menyetir dan sebaiknya akan di bukanya nanti.


' Masalah ini begitu rumit, bak teka teki, begitu sulit untuk di pecahkan. Aku harus membongkar nya dari yang mana, semua bukti hanya separuh-separuh.' Ucap Arga dalam hati.


bersambung...


jangan lupa vote dan hadiahnya ya gaess

__ADS_1


__ADS_2