Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
bab 42


__ADS_3

Andin dan Tara berjalan ke arah parkiran mobil Arga yang sudah Arga lebih dulu di dalamnya.


Mereka berdua berjalan dan di ikuti seseorang dari belakang mereka. Hingga mobil Arga pergi dari parkiran. Masih saja seseorang itu mengikuti Arga dan Andin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hingga mereka sampai rumah, Mereka langsung keluar dari dalam mobil diikuti juga oleh Arga.


'' Loh. Kamu gak pulang ke rumah mbak Defi, mas?'' Tanya Andini heran.


'' Tidak, aku mau di sini aja. Jangan usir aku dari sini, Andin please''


'' Ya udah, ayo masuk, mas.'' Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam rumah tersebut. Dan seseorang dari balik kaca mobil itu, terus saja memperhatikan rumah itu.


'' Jadi ini rumah-mu, nak?'' Tanya seseorang yang pasti itu adalah Abdi. Dia mengikuti mobil Arga sampai ke rumah, Andini. Sekarang dia tau rumah Andini, setelah beberapa waktu lalu dia mencari informasi tentang keberadaan Andini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa bulan sudah berlalu. Kandungan Andini sudah menginjak usia lima bulan, sekarang Andini akan bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.


'' Ayo, Tar ntar telat kamu ke sekolahnya.'' Ajak Andini yang sudah duduk di atas kereta dan sudah menghidupkan mesinnya.

__ADS_1


Tara keluar dengan tergesa-gesa. Lalu pandangan dia tertuju pada meja di depan rumah mereka. Sebuah kresek hitam, yang jelas ntah apa isinya.


'' Mbak.'' Panggil Tara.


'' Apa?'' Sahut Andini.


'' Ini punya, mbak?'' Tanya Tara, sambil mengangkat kresek hitam tersebut.


Karena penasaran, akhirnya Andin mendatangi adiknya dan menatap kresek tersebut.


'' Apa isinya?'' Tanya Andini penasaran. Tara pun membuka isinya yang di dalamnya ada dua kotak bubur ayam.


'' Bubur ayam ni, mbak isinya. Eh ada suratnya ni, mbak. Sabar biar aku yang baca.'' Tara langsung membaca surat itu dan langsung menoleh ke arah Andini.


Beberapa bulan yang lalu, tepatnya empat bulan lalu. Mereka sering di kasih makanan dengan orang misterius dan di sertai dengan sebuah surat, yang isinya selalu sama.


Mereka lalu turun dari motor lalu masuk ke dalam rumah dan memakan bubur yang ada di atas meja itu.


Andini pikir. Makanan kiriman ini berasal dari Arga, nyatanya tidak. Sudah beberapa kali Andini bertanya dengan Arga, tetapi jawaban Arga selalu tidak.


'' Aku tau kalian adalah anak-anak yang penurut.'' ucap seseorang di dalam mobil, sambil tersenyum.

__ADS_1


'' Siapa sih yang setiap hari ngirimin kita makanan?'' tanya Tara kesal saat memakan bubur ayam itu.


Andini mengangkat bahunya, bahwa dia juga tidak tau. Ya beginilah mereka, sudah empat bulan di kirimin makanan terus menerus.


Selesai makan bubur. Tara dan Andini bergegas berangkat, mengingat hari sudah siang. Andini membawa laju motornya agar Tara tidak terlambat masuk sekolah. Selesai mengantarkan Tara, kini Andini langsung meluncur menuju kantor.


Dua puluh menit kemudian, Andini sudah memakirkan motornya di lobby parkiran kantor. Andini langsung tergesa-gesa menuju ruangannya, tetapi saat dia sedang berjalan menuju lift, Andin tidak sengaja mendengar suara bisikan dari karyawan kantor, mereka sedang membicarakan Andini.


'' Eh. Lihat deh itu!'' tunjuk salah satu karyawan itu yang bernama Lita.


'' Siapa ya suaminya dia itu? Setau aku dia masih gadis, tapi kok.... Au ah bingung aku.'' heran karyawan itu yang bernama Gita.


'' Aku sudah mengecek biodata Andini dan terlihat di situ status nya adalah seorang gadis. Tetapi dia?..'' Lagi-lagi mereka memotong ucapan nya.


'' Apa jangan-jangan Andini ini seorang...'' Ucapan Kita terpotong, saat Andini melemparkan senyum kepada mereka berdua.


'' Pagi.'' Sapa Andini rama.


'' Pagi juga, bu.'' balas mereka sambil tersenyum kikuk


Lalu dia bergegas menuju ruangannya, pasti Arga sudah menunggu nya di sana.

__ADS_1


bersambung...


Sorry banget telat up. Soalnya Minggu ini sibuk banget


__ADS_2