Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Mas boy


__ADS_3

Andini dan Arga telah sampai di rumah mereka.


'' Kenapa tuh muka? Kok lesuh bener di liat.'' Kata Winda.


'' Abis lari ma, jadi lemes.'' Jawab Arga. Dia langsung masuk ke dalam kamar untuk istirahat.


Arga mulai merebahkan tubuhnya sementara Andini sedang bergosip ria dengan mertua.


'' Kenapa tuh Arga? Kok kelihatannya capek.'' Kata Winda.


Andini mulai menceritakan kejadian yang menimpa Arga tadi pagi kepada Winda.


'' Serius?'' Tanya Winda tak percaya dengan yang di ucapkan menantunya.


Andini mengangguk.'' Dua rius malah ma.'' Kata Andini.


Winda langsung tertawa saat mendengar cerita yang sedang menimpa Arga.


'' Terus mana buahnya?'' Tanya Winda.


Andini mengangkat tangan kanannya yang sedang memegang kresek hitam. '' Ini ma. Enakkan di buat rujak?'' Winda hanya mengangguk.


'' Tapi mama tidak mau makan rujak itu.'' Kaya Winda tiba-tiba.


''Loh kenapa ma?'' Tanya Andini heran.


'' Mangga nya hasil curian.'' Jawab Winda.


'' Hehehe. Tapi kata mas Arga sebelum dia lari, dia meletakkan uang di halaman pemilik buah mangga itu ma.''


'' Hmmm baiklah, jadi kapan kita ngerujak nya?'' Tanya Winda.

__ADS_1


'' Sore ini.'' Jawab Andini bersemangat.


'' Oke. Oh iya itu di plastik yang satunya apa?'' Tanya Winda saat matanya tak sengaja melihat sesuatu yang sedang di pegang oleh tangan kiri Andini.


'' Ini.... Ya Allah, Andini lupa ma, tadi Andin beli lupis untuk Tara. Bentar ya ma....'' Andini langsung berjalan meninggalkan Winda yang sedang keheranan melihat Andini.


' Aku kok bisa lupa sih sama lupis nya Tara.' Batin Andini.


Dia bergegas mendatangi kamar Tara dan langsung mendobrak pintu kamar Tara.


Tara yang sedang video call dengan seseorang langsung terkejut saat mendengar suara dobrakan pintu dari Andini. Dengan cepat-cepat dia mematikan video call itu.


'' Lagi teleponan sama siapa Tar?'' Tanya Andini menaikkan alisnya seraya menggoda adiknya.


'' Gak ada. Mbak ngapain langsung buka pintu aku gak di ketuk dulu.'' Kesal Tara.


'' Sejak kapan kamu marah, mbak masuk ke kamar kamu tanpa ngetuk pintu? Biasanya mbak keluar masuk kamar kamu tanpa ketuk pintu kamu gak pernah marah.''


'' Au ah. Ngapain mbak kemari?'' Tanya Tara ketus.


'' Apa nih mbak?'' Tanya Tara.


'' Lupis. Kamu katanya pengen lupis.'' Jawab Andini.


'' Aaaaa... Mbak tau aja kalau aku udah lama kepengen makan lupis.'' Tara langsung membuka kresek merah itu dan langsung turun ke dapur untuk mengambil piring dan sendok untuk menyalin lupis itu dari plastik ke piring.


Saat Tara turun ke bawah, tiba-tiba saja ponsel Tara berbunyi. Karena penasaran, Andini mengambil ponsel Tara yang sedang tergeletak di atas kasur.


'' Mas Boy?'' Gumam Andini saat berhasil membaca nama seseorang yang sedang menelepon adiknya.


Cepat-cepat Andini menggeser tombol merah untuk me-rijek nomor telepon mas boy itu. Tak lama sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Tara.

__ADS_1


Sebuah notifikasi muncul di atas layar hp itu dengan bertuliskan nama my boy .


mas boy {Kenapa telepon aku di tolak sih ay?}


mas boy { Bales dong ay.}


Dua pesan telah masuk ke dalam ponsel Tara dan Andini telah membacanya.


Andini membaca pesan itu lewat notifikasi dengan tertawa geli. " Udah bisa pacaran juga adik kecil aku." Gumam Andini, ingin sekali rasanya ia membalas pesan sang pacar adiknya, tapi niatnya di urungkan, dirinya tak boleh mengganggu masa bunga-bunga sang adik.


Andini langsung meletakkan ponsel itu pada tempat semula dan duduk di sofa depan televisi.


Dan tak lama Tara masuk dengan membawa piring dan sendok di tangannya. Dia langsung menuang lupis itu ke dalam piring.


'' Mbak beli ini di mana?'' Tanya Tara saat mengunyah lupisnya.


'' Di deket sana mas boy. '' Kata Andini.


Tara langsung menghentikan kunyahan-nya dan langsung menatap tajam ke arah Andini.


'' Mbak!'' Kesal Tara.


'' Apa ay?'' Andini terus meledek Tara.


'' Mbak buka ponsel aku?''


'' Enggak. Mbak cuma lihat dari layar notifikasi doang kok.''


'' Kalau begitu mbak keluar dulu ya? Selamat menikmati lupis nya ya ay.'' Andini mengedipkan sebelah matanya, lalu bergegas dia keluar dari kamar Tara dengan tertawa.


'' Mbak Udin!!!!!''' Teriak Tara kesal.

__ADS_1


'' Hahahaha.'' Andini tertawa terbahak-bahak saat mendengar teriakkan adiknya. Begitulah kalau Tara sedang marah, pasti dia akan memanggil Andini dengan sebutan Udin.


Bersambung.....


__ADS_2