Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Kecapean yang berakibat mimpi buruk


__ADS_3

Keluarga Wijaya kembali pulang ke rumah untuk beristirahat dan di lanjut sore untuk acara pengajian dan santunan anak yatim-piatu.


Sepanjang perjalanan Andini dan Arga tak berhenti-henti nya menguap. Mereka begitu mengantuk, Arga maupun Andini kurang tidur di buat Winda. Pagi tadi tepat pukul lima pagi, Winda sudah heboh membangunkan seluruh isi keluarga.


Dan mereka berangkat ke gedung pukul setengah tujuh pagi dan sampai di jam setengah sembilan pagi.


Dan mereka balik ke rumah jam empat sore dan di sambung lagi acara pengajian di jam tujuh malam, sangat padat bukan jadwal mereka? Itu semua atas rencana dan persiapan yang Winda lakukan.


Di mobil yang pertama terdapat Andini dan Arga yang sedang tidur. Arga tidur di pundak Andini sementara Andini bersandar di kursi mobil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pukul setengah lima sore, mobil itu telah sampai di halaman rumah Wijaya.


Mereka langsung keluar dari dalam mobil dan langsung menuju ke kamar mereka masing-masing.


Saat memasuki rumah, Andini maupun yang lain di buat terkejut melihat isi rumah yang sudah berubah drastis. Yang tadi paginya mereka lihat masih pelaminan yang bernuansa Jawa, kini berubah menjadi pelaminan dengan warna-warni yang sangat cantik.


Mereka semua hanya bisa geleng-geleng kepala saat melihat Winda masuk ke dalam rumah dengan senyuman yang merekah.


'' Kenapa melihat mama seperti itu?'' Tanya Winda.


'' Mama ini ya. Bikin acara gak main-main, satu hari dua malam mama bikin acara tujuh bulanan Andini. Apa mama gak capek sama acara ini?'' Tanya Wijaya heran.


'' Papa diem deh. Papa gak tau betapa senangnya mama ketika mau punya cucu. Mama sudah lama menantikan kehadiran seorang cucu.'' Jawab Winda.


'' Terserah mama deh, papa ikut aja. Yaudah papa mau istirahat dulu. Arga dan Andini, kalian juga harus istirahat ya? Biar kalian tidak terlalu capek untuk acara pengajian nanti malam.'' Kata Wijaya memperingati anak dan menantunya.


'' Baik pa.'' Balas mereka. Arga dan Andini juga berlalu dari hadapan Winda.


' Mereka ini.Tinggal ikuti aja, susah banget.' Batin Winda kesal.


Lalu Winda juga beralalu dari situ untuk ke lamarnya, gak bisa di bohongi kalau dirinya juga sangat capek dengan Persian tujuh bulanan Andini ini.


Di dalam kamar. Andini dan Arga telah mengganti pakaiannya dan sedang menghapus sisa make-up mereka.

__ADS_1


'' Udah lama juga kita tidak nina-ninu ya Ndin?'' Tanya Arga yang dagunya sudah bertengger di bahu Andini.


'' Ck. Apaan sih mas, aku capek.'' Ketus Andini.


'' Kamu ini galak banget. Semenjak hamil emosi kamu tidak pernah terkontrol.'' Ujar Arga, yang langsung menci*m pipi Andini.


'' Kamu sih bikin aku kesel.'' Gumam Andini dengan menggembungkan pipinya.


Semenjak hamil memang berat badan Andini menaik drastis, hidung mancungnya sudah tertarik dengan pipinya.


Hal itu mampu membikin Arga semakin suka dan terlihat *****, apalagi saat dirinya sedang nina-ninu, keseksi*n calon ibu ini semakin bertambah.


Ahh kenapa dirinya bisa berpikir kesana? Hilangkan mes*m-mu Arga. Ingat Andini sedang tidak mau di ajak enak-enak.' Batin Arga yang membuang jauh-jauh pikiran messumnya.


'' Aku Hanay bercanda.''


'' Tidurlah. Kamu pasti lelah, beristirahat lah selagi masih ada waktu dua jam.'' Ucap Arga yang langsung menggendong tubuh Andin dan meletakkannya di atas ranjanngg.


Arga langsung menyelimuti tubuh Andin dan di ikuti Arga yang berbaring di sebelah Andini.


Lengan Arga menjadi bantalan untuk kepala Andini dan lengan yang satunya lagi membelai-belai lembut pipi mulus Andini.


Tak lama Arga juga terlelap dalam tidurnya dan menyusul Andini ke alam mimpi.


...****************...


'' Kamu harus mati Ndin. Aku gak rela melihatmu bahagia.'' Kata Dedi yang sudah menodongkan pisau di leher Andini.


'' Tidak-tidak. Jangan mbak.'' Teriak Andini.


'' Kamu sudah merebut semuanya, aku benci denganmu. Kamu harus merasakan apa yang aku rasakan, kau harus mati, Andini!'' Marah Defi. Andini hanya bisa menangis ketakutan.


'' Kamu ambil suamiku, kamu ambil juga hartanya. Dasar perempuan jallang kamu.''


'' Kamu yang jahat dengan mas Arga. Kamu yang telah mengkhianati pernikahan kalian, bukan aku.'' Jerit Andini.

__ADS_1


'' Jangan berani-beraninya kamu menyalahkan ku, Ndin. Kamu yang salah, kamu sudah menjadi racun di dalam pernikahan ku.'' Geram Defi.


'' Kamu dan selingkuhan kamu yang sudah membikin aku ada di kehidupan mas Arga. Sadar mbak, bertaubat lah.'' Andini mencoba memperingati Defi dengan cara menyuruhnya untuk bertaubat, tetapi hal itu mampu membuat Defi semakin marah. Dirinya sudah bersiap-siap untuk menggores leher Andini. Dengan hitungan ketiga pisau itu sudah menggores leher mulus Andini.


'' Akhhh......''' Andini menjerit sekuat tenaga.


'' Ndin bangun, hey.'' Ucap Arga menepuk-nepuk pipi Andini pelan.


Nampak Andini masih memejamkan matanya dan berteriak-teriak gak jelas, hal itu membuat Arga panik. Dengan susah payah Arga mengguncangkan tubuh Andini sekuat tenaganya.


'' Andini bangun.'' Kata Arga dengan suara yang sedikit keras. Andini langsung tersadar dan langsung membuka matanya, dirinya langsung menangis sejadi-jadinya.


Arga dengan sigap langsung memeluk tubuh Andini yang bergetar akibat menangis. '' Aku takut mas. Mbak Defi mau bunuh aku.'' Kata Andini dengan suara gemetaran akibat menangis.


'' Sudah-sudah, kamu Hanay bermimpi buruk aja. Tenang ya, ada aku di sini.'' Arga mencoba menenangkan Andini dengan semampunya.


'' Tapi itu terlihat sangat nyata mas. Aku takut mas.''


'' Jangan di pikirin lagi. Ayo kita tidur lagi.'' Kata Arga.


'' Aku takut.'' Cicit Andini, dia semakin mempererat pelukannya pada tubuh Arga.


'' Jangan takut. Ada aku di sini. Sudah ya, jangan menangis lagi.'' Bujuk Arga. Arga langsung menidurkan Andini serta memeluknya dengan erat dan menepuk-nepuk pinggul nya dengan pelan.


'' Sudah lebih baik?'' Tanya Arga, Andini hanya mengangguk.


'' Sekarang tidurlah kembali.'' Suruh Arga dengan menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah ayu Andini.


'' Kamu juga tidur mas.'' Kata Andini sambil mencari letak tidur yang nyaman.


'' Iya, nanti aku tidur. Sekarang kamu tidur lah dulu, aku akan menjaga kamu sampai kamu tidur, setelah itu aku juga akan tidur.'' Arga langsung membekap kepala Andini di dadanya. Hingga tak lama, terdengar suara deru nafas yang mulai teratur dengan sangat halus. Arga tersenyum saat melihat Andini sudah tidur kembali.


'' Aku sudah lama tidak melihat Defi dan Rio. Sebaiknya setelah acara tujuh bulanan ini berakhir, aku akan menjenguk mereka.'' Gumam Arga.


Terakhir Arga mendapatkan informasi tentang Defi. Kondisinya sangat memprihatikan, tubuh yang dulunya berisi, kini sudah kurus tak karuan. Kondisi itu di akibatkan, Defi jarang makan, karena dia tidak suka dengan makanan yang di sediakan.

__ADS_1


Dirinya sengaja tidak tidur, karena ingin memastikan bahwa Andini baik-baik saja.


Bersambung....


__ADS_2