Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Ku maafkan, Tapi....


__ADS_3

Pak Panji segera menuju kamar Ryan dan Rey. Berharap Ryan memberi ijin Rey menemui Peter, walau bagaimanapun Pak Panji merasa tidak enak kepada sahabat nya yang sudah menyengaja datang dari jauh untuk bertemu Rey.


Tok


Tok


Tok


Ceklek


"Om?? " Ryan sedikit terkejut melihat Pak Panji dibalik pintu.


"Ryan.. boleh om bicara sebentar? " Pak Panji bergegas menuju kursi yang tidak jauh dari kamar Ryan.


"Ada apa om? kok serius gitu sih? "


"Ryan.. di depan ada Bobi sahabat om, dia adalah...... papa nya Peter"


"Apa??... apa dia datang bersama Peter?" Raut wajah Ryan menegang.


Pak Panji mengangguk. "Ryan.. Peter ingin meminta maaf pada kalian ".


"Apa om yakin?.. apa dia bisa dipercaya? "


"Ryan.. om tidak mengenal Peter, tapi om kenal betul siapa Bobi, setidaknya kamu pertimbangkan karena persahabatan kami.. oke? " Pak Panji menepuk bahu Ryan, dan meninggalkan nya sendiri.


Ryan beranjak menuju kamar nya. Dilihatnya Rey yang baru keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Rey.. ". Ryan berjongkok di hadapan Rey. " Seandainya Peter ingin bertemu dengan mu apa kamu keberatan? " Ryan sedikit berhati hati.


"Peter? kenapa? mau apa lagi dia? " Rey sedikit kaget mendengar perkataan Ryan. Bukan karena dendam atas apa yang telah diperbuat oleh Peter. Tapi Rey tidak nyaman dengan perasaan yang dimiliki Peter pada nya.


"Om Panji bilang ada Peter dan orangtuanya, mereka datang untuk meminta maaf padamu Sayang ... jika kamu keberatan, aku tidak akan memaksa". Ryan menggenggam kedua tangan Rey.


Rey tampak berpikir sejenak, meminta maaf? tentu saja sudah aku maafkan, tapi aku tidak boleh melewatkan kesempatan berharga ini, harus ada seseorang yang mengajarinya tanggung jawab, hmmm baiklah... aku punya ide. Rey tersenyum pada Ryan.


"Baiklah.. ayo kita temui mereka Ryan".


"Kamu serius yang? kamu tidak apa-apa kan? " . Ryan merasa aneh melihat Rey.


"Tentu aku serius Ryan chayaang.. ayo antar aku". Rey terlihat bersemangat.


"Yang.. aku cemburu niih". Alis Ryan tampak berkerut.


"Hmmm... kamu yahh,kok gitu sih, ". Ryan mencubit gemas hidung mancung istrinya. "Baiklah aku setuju dengan rencanamu". Ryan membawa Rey menuju ruang tamu.


Mata Peter tampak berbinar bahagia saat melihat Rey memasuki ruang tamu.


"Rey... ". Peter berdiri dari duduknya, menyambut kedatangan Rey yang sangat dirindukan nya.


Rey menatap Peter sesaat, wajahnya datar.


"Assalamualaikum om Bobi" . Ryan menyapa dan menjabat tangan Bobi dan Peter bergantian. Ryan duduk disamping Rey, tangan nya tak lepas menggenggam tangan Rey.


"Wa'alaikumussalam Ryan..maafkan jika kami mengganggu istirahat kalian, kami datang kemari dengan maksud baik, ...". Bobi melihat Peter sesaat. "Peter.. bicaralah!'.

__ADS_1


"ehmmm... Rey, gimana kabar kamu? ". Peter melihat sendu wajah cantik Rey.


"Alhamdulillah ..walau kaki ku lumpuh tapi aku baik, ada Ryan yang selalu setia merawat ku". Rey tidak ingin membuat semua nya terlihat mudah di hadapan Peter, Rey ingin memberinya sedikit pelajaran.


Peter tercekat, Hatinya begitu sakit mendengar ucapan Rey. Lumpuh.. Rey menjadi lumpuh? "Apakah kaki mu tidak bisa disembuhkan Rey? ". Peter kira Rey hanya sebatas cidera biasa, tapi ternyata.. lumpuh??


"Kami sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk Rey,". Ryan menatap tajam pada Peter.


"Rey.. aku tau perbuatan ku tidak termaafkan, setidaknya beri aku hukuman agar kamu mau memafkan ku dan aku bisa hidup tenang tanpa dihantui perasaan bersalah".


Rey menatap Peter, ingin melihat kesungguhan dari ucapan nya. "Benarkah? Kau siap di beri hukuman? "


"apapun Rey.. asal kamu mau memafkan ku".


"Om Bobi, apa om rela jika aku menghukum anak om satu satunya ini? "


"Selama itu baik untuk Peter om tidak keberatan Rey".


"Baiklah.. aku akan memaafkan mu dengan beberapa syarat, Tapi aku tidak akan mengatakan nya sekarang, datanglah pekan depan , bersama kedua orangtuamu Peter,".


"Baiklah... kami permisi om, kami ada acara keluar hari ini". Ryan dan Rey meninggalkan ruang tamu.


Peter diam tak bersuara, hatinya diliputi kecemasan, hukuman apa yang akan diberikan Rey? .


Pak panji dan Bobi pun tak kalah cemas nya, Apalagi Bobi sebagai seorang ayah tentu dia khawatir Rey akan menghukum Peter dengan hukuman yang sama dengn apa yang dialami Rey.


...💕💕💕...

__ADS_1


__ADS_2