
"Minggu depan aku ada urusan bisnis ke Singapura, pergilah di saat itu. Aku harap kamu sudah tidak ada di rumah ini setelah aku kembali" itulah kalimat perpisahan Ryan di malam itu, malam yang tidak akan Ryan lupakan seumur hidupnya, untuk pertama kali dalam hidupnya Ryan kehilangan kepercayaan dirinya, ucapan Rey yang sangat mengena relung hatinya, menyadarkan akan segala kekeliruan nya, namun juga membuat Ryan merasa ada jurang pemisah begitu dalam antara dirinya dan Rey, rasa tak pantas untuk memperjuangkan wanita yang dicintainya.
Sejak malam itu Rey tidak pernah lagi berjumpa dengan Ryan. Kini yang ada di benaknya adalah menemukan cara yang tepat untuk pamitan pada Lily, walau bagaimanapun hubungan mereka sudah terlanjur dekat dan tentu perpisahan akan menjadi hal sulit untuk Lily.
Namun akhirnya kata kata perpisahan itu terucap juga, walau dihiasi dengan tangisan lily.maupun Rey
"Rey... tidak adakan sedikit perasaan sayang mu pada kak Ryan? " Lily masih keukeh dengan keinginan nya
"Lily.. tentu saja aku sayang pada kakakmu, dia pria yang baik, tapi maaf aku tidak bisa menerima nya untuk menjadi suamiku Li.. aku harap kamu mengerti"
"Tolong berikan aku alasan nya Rey? " Lily sangat penasaran dengn keteguhan Rey yang menolak seorang Ryan, yang di mata lily adalah pria yang nyaris sempurna, tiada cela,selama ini lily mengira Rey pun memiliki perasaan yang sama dengan kakaknya karena lily melihat Rey tampak akrab dan nyaman dengan kakaknya.
"Ada hal yang tidak bisa aku sampaikan Lily sayang, mungkin suatu saat nanti aku akan memberi kesempatan pada nya, jika dia berubah aku akan mempertimbangkan untuk menerimanya" Ucap Rey sambil mengedipkan matanya. Sebenarnya ucapan itu bukanlah keluar dari lubuk hatinya, tapi terucap begitu saja untuk sekedar menghibur lily
Berubah?? adakah hal buruk yang kak Ryan lakukan? batin Lily tak mengerti
__ADS_1
Akhirnya hari perpisahan itu tiba. Lily tidak henti hentinya menangis, kedekatan dengan ibu Sri Ayu lah yang lebih membuat lily merasa berat untuk. berpisah. Seolah olah seperti kehilangan ibu yang baru saja ditemukan nya.
Kini Rey dan ibu Sri Ayu sedang dalam perjalanan menuju kota M, kota tempat kelahiran ibu Sri Ayu. Sebuah kota yang masih terlihat asri di hiasi banyak pemandangan alam yang menakjubkan, tujuan mereka adalah rumah peninggalan orangtua ibu Sri Ayu. Rumah yang tidak terlalu besar tapi cukup asri dan nyaman, di lingkungan tersebut ada sebuah pondok pesantren yang lumayan besar yaitu pondok pesantren Cahaya Hati, pemilik sekaligus pembina nya adalah Kyai Hasan Ali yang juga bersahabat baik dengan ayah Danu.
Sudah seminggu ini Rey tinggal di kota M dan kini Rey sudah memiliki aktifitas Yang lumayan padat, Rey di minta langsung oleh Kyai Hasan Ali uktuk mengajar para santri putri beladiri, tentu Rey senang karena sekalian untuk mengisi kekosongan waktunya dia juga bisa banyak belajar ilmu agama di pondok tsb, begitu pun dengan ibu Sri Ayu, Merasa dirinya sangat minim memahami ilmu agama ibu sangat antusias untuk memperbaiki diri, tidak ada kata terlambat, selama masih tersisa nafas maka kesempatan untuk. berubah selalu terbuka lebar, itulah wejangan Kyai Hasan kepada ibu Sri Ayu yang kadang merasa malu di usia nya yang sudah tidak muda lagi tapi baru belajar agama.
Sementara di kediaman Ryan,, setelah kepergian Rey dan ibunya , lily lebih bnyak mengurung diri di kamar nya mungkin juga karena lily ingin mneghindari Ryan , Ryan pun tampak. sangat sibuk dengan urusan di kantornya. Hampir setiap hari Ryan selalu pulang malam hingga tidak sempat berjumpa dengan adik nya.
Sadar akan perubahan pada diri Lily yang kembali murung, Ryan pun berusaha untuk mengurangi kesibukan nya, Ryan sadar bukan hanya dia yang sedih dan kehilangan, lilY pun pasti mengalami rasa yang sama dengan nya,
"Aku ngga mau makan kak.." Lily berusaha menarik selimut nya kembali
"Kenapa sih Li? kenapa kamu seperti menghindari kakak? kamu marah ya? "
"Iyaaa.. Lily marah sama kakak gara gara kakak Rey pergi dari rumah ini" Lily berteriak sambil menutupi wajah nya dengan selimut
__ADS_1
"Hei.. siapa bilang? memang Rey bilang apa sama kamu!?"
Lily segera bangkit dari tidurnya. "kak waktu Rey mau pergi. dia janji sama lily kalau dia akan menerima kakak asal kakak mau berubah., ..... emang kakak melakukan kesalahan apa sih sama Rey sampai Rey ingin meninggalkan rumah ini? "
Apa?? Rey mau menerimaku kalau aku berubah? apa ini sinyal dari mu Rey bahwa kamu akan menunggu ku?
"kakaaaak.. jawab dong!! kenapa malah bengong?? "
"eh.. ehmmm.. Lily kamu serius Rey bilang begitu? "
Lily mengangguk sambil cemberut menanti jawaban kakaknya yang malah balik bertanya
"Lilyyyy.. kamu adik kakak yang paling cuantiiik.. maksih ya sayang.. muaach"! Ryan mengecup pipi lily dan berlalu meninggalkan nya
"Kakak...! teriakan menggema di dalam kamar
__ADS_1