
"Dasar ustadz gadungan,, main pergi pergi aja.. orang lagi serius nanya juga...! " Rey pun ikut beranjak pergi menyusul Adam
"Adam... tunggu dong ih! aku perlu jawaban kamu! " Rey berlari mengejar Adam
Adam yang sengaja menghindari Rey segera bergabung dengan Rekan rekan seusia nya. Sedangkan Rey akhirnya segera menghampiri ibu dan pak panji yang sedang sibuk menyapa para tamu undangan..
"Ibu... Selamat ya bu! " Rey berhambur memeluk ibunya
"Rey.. kemana saja kamu, dari tadi kami mencari mu.!" ibu nampak khawatir.
"Om.. kira kau melarikan diri Rey! "
"Enaak saja om.. aku gak mungkin meninggalkan kalian begitu saja, aku masih punya misi penting di sini!"
"Misi apa? " Ibu Sri dan pak panji bertanya bersamaan.
"Mengawasi om.. " jari telunjuk dan jari tengahnya di arahkan ke mata nya lalu ke mata pak panji. "Kalau om macam macam.. om aku pecat jadi ayahku! "
"Husshh... kamu ini, gak sopan begitu, sekarang dia itu adalah ayahmu! " Ucap ibu sri Ayu
"Hahaha.. ngga apa apa ayu,, aku justru senang Rey bersikap seperti biasanya, Biarkan dia seperti ini, itu tandanya dia nyaman dengan ku. .. baiklah Rey ayo beri pelukan pada ayahmu ini! " Pak panji merentangkan tangan nya menunggu pelukan dari Rey
Rey pun memeluk erat pak panji, tidak disadari olehnya air matanya menetes begitu deras, teringat dia akan semua perjuangan pak panji yang dengan sabar mendampingi Rey di saat saat terburuk dalam hidupnya, pak panji yang selalu meyakinkan dirinya, bahwa masih banyak yang perlu Rey perjuangan dan Rey harus bisa bangkit untuk memperjuangkan nya,, walau rey sendiri tidak tahu hal besar apa yang dimaksud pak panji? hal besar apa yang harus di perjuangan nya?
__ADS_1
"Selamat ya om.. rey senang sekarang om berada di samping ibu, rey percaya sama om.. ibu pasti bisa bahagia! " rey melepaskan Pelukan nya
"Hei.. kenapa kamu menangis Rey, Jangan sampai orang lain mengira kamu takut pada ayah tirimu ini!" pak panji menggoda Rey sambil menghapus air mata Rey.
"Aku bahagia om.. setidaknya satu janda di rumah ini sudah sold out! " Rey tersenyum miris
"Hahaha.. kamu ini, kamu iri Rey? kalau begitu ayo om carikan sekarang juga, Mumpung pak penghulu masih ada!"
"Enak aja om.. aku bisa kok nyari sendiri.. Nanti om malah ngasih yang udah karatan lagi.! " Rey melengos
"Hei kamu pikir om ini udah karatan ? baiklah besok kamu tanyakan sama ibumu, apa mesin om sudah karatan atau masih bertenaga turbo! " Pak panji melirik nakal pada ibu sri
Ibu Sri Ayu hanya tersenyum melihat kekonyolan suami dan anaknya itu.
"Hei.. boleh aku bergabung? " Sapa seorang pria blasteran yang terlihat tampan dan gagah.
Peter?? "Oh.. tentu silahkan, kursinya masih kosong kok! " Rey sedikit kikuk
"Kamu sendirian? " Tanya nya lagi
"Kelihatan nya?" rey malah balik bertanya
"Ahahha.. maksudku kamu gak bareng pasangan kamu ke sini nya? "
__ADS_1
Hmmm.. modus. "Ooh... Aku tinggal disini! "
"Jadi kamu anaknya om danu?"
"Kamu kenal ayah aku?" lagi lagi rey malah balik bertanya
"Kenalkan aku Peter, putra jendral Bobi! " peter mengulurkan tangan memperkenalkan diri.
Rey merapatkan kedua tangan di dada nya, sambil memperkenalkan namanya, "aku Reyhana.. panggil Rey saja. !"
"Rey?? ... nama yang indah, seindah wajahnya !" peter tersenyum sambil menarik uluran tangan yang diacuhkan Rey.
"Apa ayah kita berteman baik peter? Aku merasa kita tidak pernah berjumpa sebelumnya, padahal aku dulu sering main ke markas ayah"
"ooh.. iya ayah kita cukup dekat, hanya saja aku memang tidak pernah ikut dalam kegiatannya, aku baru pulang dari LN, bebrapa tahun ini baru tinggal di indo!" .
"ooh... kamu ke sini dengan siapa? " ucap Rey basa basi.
" aku mewakili papa, dia sedang sakit, jadi dia menyuruh ku ke sini, tidak sia sia rupanya aku datang kemari, bisa berkenalan dengan wanita secantik kamu! " Peter tersenyum menatap intens Rey
Rey pura pura tidak mengerti dan lebih memilih tidak berkomentar, Hatinya masih membeku, tidak ada sedikitpun keinginan membuka lembaran baru kisah cinta nya.
"Maaf peter.. aku harus ke toilet dulu, silahkan nikmati hidangan nya! " Rey berlalu meninggalkan peter
__ADS_1