
Rey dan Adam kini sudah berada di bandara, diantar oleh Ibu sri ayu dan pak panji, Ibu sri tak henti hentinya menangis melepas putri satu satunya itu.
"Ibu.. udah dong bu, kok ibu lebay begini sih nangis nya, Rey kan bukan mau pergi ke medan perang, ini hanya pertandingan yang seperti biasa Rey ikuti. "! rey berusaha menenangkan ibunya
"Maafkan ibu Rey.. ibu hanya bisa membantu dengan doa sayang, ibu akan selalu mendoakan mu di sini! " ibu memeluk Rey erat.
"Kenapa lagi ini.. kok minta maaf segala sih! " Rey semakin bingung
"Sudah.. sudah.. Cepat rey jangan sampai kamu ketinggalan pesawat. Ingat pesan om Rey, kamu tidak boleh ziarah ke makam Ryan sampai perlombaan selesai,, mengerti kan Rey! " pak panji berbicara penuh penekanan
"iya om.. !" Rey menarik pak panji agar menjauhi ibu dan adam
"Om.. Perasaan Rey sangat tidak enak, kalau seandainya terjadi apa apa dengan Rey, tolong jaga ibu ya om. jangan sakiti ibu, janji ya om? "
"Aish.. kamu ini bicara apa sih Rey,, kan kamu yang bilang tadi, kamu itu bukan mau ke medan perang, kenapa sekarang jadi kamu yang lebay? " Pak panji terkekeh
__ADS_1
"Om... Rey serius, !" Rey mendengus kesal
"Iya Rey.. om janji akan menjaga ibumu, akan berada di samping ibumu sampai maut memisahkan kami, mungkin hubungan kami tidak seperti anak muda yang dihujani bahasa cinta.. hahaha... !" Pak panji menertawakan ucapan dirinya sendiri... "Tapi hubungan kami terikat karena kami ingin saling menjaga dan kami saling membutuhkan.
"Om.. belajarlah mencintai ibu! karena cinta itu dibutuhkan dalam sebuah ikatan pernikahan"
"Rey.. tentu om mencintai ibumu, Walau pun om tidak yakin apakah ibumu memiliki rasa yang sama dengan om!"
"Om.. sudah bilang sama ibu kalau om mencintai ibu? "
"rey.. rey.. kan tadi om udah bilang, kami bukan anak muda yang harus mengobral kata cinta." pak panji mengacak kepala Rey.
Pak panji terdiam.. Saatnya sudah dekat Rey, om berharap kamu kuat menghadapi nya.
"Rey... Ayo ... sebentar lagi jadwal keberangkatan pesawat kita! " adam menghampiri Rey
__ADS_1
"Rey... om akan berusaha menjadi suami terbaik untuk ibumu, bukan karena janji om kepadaMu, tapi karena ibu mu pantas mendapatkan nya, berjuanglah di sana,, pekan depan om akan menyusul kamu ke sana! "
"Benarkah ? dengan ibu juga om? " Rey terlihat kaget.
"Om ada urusan kerja Rey.. sepertinya ibumu tidak ikut! "
"Baiklah om.. ibu Rey dan Adam pamit dulu.. Assalamualaikum! " Rey dan Adam mencium punggung tangan ibu dan pak panji ..dan segera berlalu meninggalkan mereka.
"Mas... apakah kamu yakin.. Ini tidak akan membahayakan Nyawa mereka? "
"Aku tidak tahu yu.. Tapi setidaknya Rey sekarang sudah lebih kuat dari sebelumnya, dan ada adam yang akan menjaga dia! "
"Tapi mas.. dia jauh dari pantauan kita! "
"Ayu.. kita titipkan Rey kepada Allah Yang Maha menjaga, walau bagaimanapun kita berusaha menjaga kalau Allah sudah berkehendak, pasti rencana Allah itulah yang akan terjadi. !"
__ADS_1
🌍🌍
Terimakasih sudah setia membaca karya pertama saya, yuk dukung autors dengan memberi vote, like dan komen