
Ryan berlalu pergi ke kamar Rey, meninggalkan Adam yang duduk di sofa, Ryan pun tidur di samping istrinya dan memeluk Rey dengan erat. Terimakasih angel... karena kamu tidak pernah menyerah untuk ku. Ryan mengecup Rey yang masih tertidur lelap.
Di luar kamar terdengar keributan, Ryan yang baru memejamkan matanya segera berdiri menuju ruang tamu.
"Ryan... siapa di luar? " Rupanya Rey ikut terbangun karena keributan itu.
"Aku tidak tahu sayang.. tapi sepertinya itu suara Gwen".
"Gwen?? " Rey pun beranjak dari tidurnya.
Ryan dan Rey menghampiri Adam dan Gwen yang tampak sedang beradu mulut.
"Ada apa ini? Mau apa lagi kamu datang kemari Gwen". Ryan berbicara dengan ketus pada Gwen.
Gwen yang berdiri dengan posisi membelakangi Ryan dan Rey segera menoleh melihat Rey ada di hadapan nya, Gwen berlari ke hadapan Rey, duduk bersimpuh memeluk kaki Rey .
"Rey tolong aku.. Tolong maafkan aku, aku mohon tolong maafkan aku Rey ".
Rey dan Ryan begitu kaget melihat kondisi Gwen yang wajah nya sudah babak belur.
__ADS_1
"Gwen apa yang terjadi? " Ryan merasa iba melihat kondisi Gwen.
"Leon dan Peter mengambil Mini, dia.... ". Gwen tidak sanggup melanjutkan ucapan nya, air matanya menetes semakin deras.
Rey meraih tangan Gwen. "Kita duduk di sofa ya Gwen, aku tidak enak kalau kamu terus bersimpuh di kaki ku". Rey menuntun Gwen ke sofa di ikuti Ryan, sementara Adam mengambil segelas air minum untuk Gwen.
"Minumlah dulu. Gwen,, baru kamu bercerita" Ucap Adam sambil menyodorkan segelas air.
Setelah Gwen tenang, Gwen menceritakan kejadian yang terjadi di rumahnya, juga menyampaikan keinginan Leon dan Peter yang ingin Ryan dan Rey mendatangi Villa milik Leon.
"Rey.. tugas kamu sudah selesai di sini, kamu harus pulang, Lily sudah menunggu kita" Adam mengingatkan Rey, dia khawatir terjadi hal buruk pada Rey.
"Aku mohon Rey.. tolong selamatkan Mini, aku tau aku salah, aku berdosa sudah memisahkan mu dengan Ryan, tolong maafkan aku Rey, aku memang jahat" Gwen kembali terisak.
"Aku ikut kamu Ryan, bukankah mereka juga menginginkan aku ikut? "
"Rey.. aku mohon, aku tidak mau kamu kenapa napa".
"Ryan.. aku juga tidak mau terjadi hal buruk pada mu". Rey memeluk erat suaminya.
__ADS_1
Ryan sangat ingin menghindari konfik ini, dan segera pulang bersama Rey, tapi walau bagaimanapun Ryan sangat menyayangi Mini, walau Mini bukan darah dagingnya, tapi rasa sayang itu sudah tumbuh.
Akhirnya, Adam, Rey dan Ryan mengadakan pembicaraan rahasia tanpa Gwen , Sekaligus melakukan video call dengan Pak Panji untuk meminta bantuan.
Tidak lupa Adam meminta data secara detail tentang Kondisi di Villa Leon. Dengan cepat Adam segera meretas cctv di Villa itu, untuk memantau sebesar apa kekuatan musuh. Inilah salah satu kelebihan Adam yang dibanggakan nya kepada Rey, karena kemampuannya di bidang IT melebihi Rey.
Dalam hitungan menit Adam sudah bisa mendapatkan informasi tentang keadaan di Villa milik Leon, Villa itu memang masuk ke pelosok hutan, dan kini Leon dan Peter sudah membentengi Villa dengan pengamanan tiga lapis.
"Rupanya mereka tidak main-main Rey, penjagaan mereka sangat ketat".
"Kamu buat skenario penyelamatan nya Dam.. sekalian komunikasikan dengan Om Panji".
"Ok.." Adam kembali sibuk dengan laptop di tangan nya.
Sementara itu Rey menghampiri Gwen dan membantu nya mengobati luka di wajahnya.
"Rey... terimakasih" Hanya itu yang bisa Gwen ucapkan, Gwen memeluk Rey sambil berurai air mata.
"Aku juga harus berterimakasih padamu Gwen, karenamu Leon tidak menyakiti Ryan".
__ADS_1
"Ahh.. aku malu padamu Rey... aku dan Leon sungguh jahat pada kalian, maafkan kami Rey".
"Rey.. kemarilah, om Panji mau bicara dengan mu". Adam memberikan HP nya pada Rey. Rey tampak berbicara serius dan memperhatikan obrolan Pak Panji dengan wajah tegang.