
Rey menerima sebuah cincin berlian dari Kyai, dari ucapan nya sangat jelas bahwa kyai merestui Ryan menjadi suami Rey, di cincin itu tertulis Huruf R ❤ R. Jika sudah mendapat restu dari Kyai tidak ada yang Rey ragukan lagi, Rey akan menerima lamaran Ryan, walau belum tumbuh cinta di hatinya.
Siang itu Rey dan ibu Sri Ayu diminta hadir di kediaman Kyai Hasan Ali, ada hal penting yang menunggu mereka. Di halaman rumah kyai tampak berjejer mobil mewah dengan plat D. Ada banyak tamu di rumah Kyai. Rupanya mereka adalah Jendral Panji dan para ajudan nya, mereka sengaja datang untuk menemui Ibu Sri Ayu dan Rey.
Jendral Panji mengenalkan diri nya pada Ibu Sri dan menyebut kan maksud kedatangan nya. Jendral panji adalah sahabat jendral Danu, beliau menceritakan bahwa setelah kejadian penyerangan kepada keluarga jendral Danu, beliau mencari keberadaan Jendral Danu dan keluarga nya, namun mereka terlambat datang, saat tiba di markas Arthur, mereka sudah menemukan Jendral Danu tewas tertembak. Akhirnya mereka membawa jasad nya dan menguburkan Jendral Danu di makam pahlawan tanpa bisa menunggu keluarga, karena kesulitan menemukan keberadaan Ibu Sri Ayu dan Rey.
Rey dan ibu Sri merasa lega, karena kini mereka tahu Jendral Danu sudah di makamkan dengan layak. Kondisi Adam pun ternyata sudah kembali pulih dan sudah kembali bertugas.
__ADS_1
Jendral Panji meminta ibu Sri Ayu dan Rey agar bisa segera kembali ke kediaman nya, ada beberapa dokumen yang harus diurus sebagai ahli waris Jendral Danu, Jendral Panji berjanji akan menjamin keamanan mereka.
Akhirnya setelah mempersiapkan segala sesuatunya Ibu dan Rey ikut pulang bersama rombongan Jendral Panji, tidak lupa mereka berpamitan pada Kyai dan Arin .
Tibalah mereka di kota B. sebelum pulang k rumah mereka berziarah ke makam Jendral Danu. Walau sedih tapi setidaknya mereka lega menemukan makam Jendral Danu. Kemudian mereka langsung menuju kediaman yang sudah berbulan bulan tidak dihuni.
Setelah mengarahkan adam dan ajudan nya akhirnya Pak panji pamit pulang, dia memberikan no HP nya kepada Rey, Pak Panji berpesan agar jangan sungkan menghubunginya jika memerlukan bantuan.
__ADS_1
Adam dan ajudan pak Panji ditugaskan menjaga Rey dan ibunya, ini adalah sebagai salah satu bentuk penghormatan Pak Panji kepda Jendral Danu, selama kondisi belum stabil , harus ada yang menjaga mereka.
Rey dan ibunya berkeliling rumah bernostagia, sudah lama rasanya meninggalkan rumah itu. Ibu menitikkan air mata ketika melihat foto keluarga terpasang di Ruang keluarga. Rey memeluk ibu erat, ini pasti sangat berat, berada di rumah yang memiliki banyak kenangan bersama ayah, akan menyulitkan mereka untuk segera move on.
" Bu.. apa kita bisa tinggal di rumah ini tanpa terluka? " Rey terisak
Ibu memeluk Rey.. " Kita harus bisa Rey.. kenangan indah kita bersama ayah tidak boleh membuat kita terluka, justru kenangan itu harus menjadi cambuk buat kita, biar ayah juga bahagia , !" mereka terisak bersama saling berpelukan.
__ADS_1
Rey dan ibu memutuskan untuk menyimpan sementara foto foto mereka bersama ayah di gudang, agar tidak memicu kesedihan yang berulang .