Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Orion terluka


__ADS_3

Pria itu masih memperhatikan Rey yang masih bergelantungan di atas pohon angsana, Sebaik apapun Rey menutup wajahnya, Tapi dia tahu itu adalah Rey, rival nya yang selalu berhasil mengalahkan nya di setiap perlombaan.


"Baiklah Rey.. kali ini aku tidak akan kalah darimu!", saat Rey baru menginjakkan kaki nya ke tanah, pria itu langsung menyerang Rey tanpa ampun, tujuan nya satu, mengambil kotak harta di tangan Rey,


BUGHHK!! Sebuah tendangan mendarat di punggung Rey.


"Akkhh!!! "... Rey berdiri sempoyongan, hampir saja dia terjatuh. Peter??! rey sangat kaget melihat siapa yang menyerang nya.


"Berikan kotak itu Rey!! " Peter sudah kembali bersiap menyerang, tapi dengan cekatan Rey mengeluarkan cambuk dan mencambuk kaki peter hingga terjungkal ke tanah, Rey segera menuju kudanya, dan memacu kuda nya dengan kencang.


Peter geram, karena Rey lolos, dengan segera dia mengeluarkan sebuah belati yang terselip di dalam bajunya, dalam pikiran nya hanya satu, dia harus menang, dia mengejar Rey dengan kuda nya, kuda hitam dan kuda coklat saling berkejaran, saat posisi kuda mereka sudah dekat, peter langsung melesatkan belati nya mengarahkan nya ke kaki orion


Sreeett!! Belati itu tertancap tepat di paha kanan orion, kuda itu meringkik kesakitan , dia mengangkat kedua kaki depan nya, hampir saja Rey terhempas dari kudanya, tadi dengan cekatan dia bisa menyeimbangkan tubuhnya, tapi rey tidak bisa mempertahankan kotak harta di tangan nya yang langsung di sambar oleh peter.


Rey tidak berani mengejar peter, dia merasa ada yang salah dengan Orion, rey turun dari kudanya, memeriksa orion dengan seksama,

__ADS_1


"Astaghfirullah.. orion kamu terluka! " rupanya luka tusuk orion cukup dalam, darah mengalir di kaki gagah orion, Rey mendekati kepala orion mengusap kuda kesayangan nya dengan lembut..." Maafkan aku Orion, kamu terluka karena ku,, aku akan mencabut pisau itu, kamu tahan sebentar ya pintar! " Orion mengangguk seolah mengerti apa yang disampaikan majikan nya,


Rey merobek pashima yang tersembunyi di balik hoodie nya, Dengan cepat Rey mencabut pisau itu dan menekan luka dengan kain di tangan nya, untuk menghentikan perdarahan di kaki Orion, setelah beberapa menit menunggu, Perdarahan di kaki orion tampaknya sudah teratasi. Rey tidak berani menaiki orion, dengan hati hati Rey menuntun Orion, mereka berjalan sudah cukup lama Rey kembali fokus mencari titik koordinat tempat kotak harta tersimpan, tiba tiba matanya berbinar melihat sesuatu berkilauan di atas pohon angsana,. Rey melihat sekeliling, memastikan tidak ada orang lain di sana, secepat kilat rey berayun dari satu dahan ke dahan lain nya, dia tidak ingin mengulangi kecerobohan nya, setelah kotak hitam itu berada di tangan nya, Rey segera menyembunyikan di balik hoodie nya. Dengan gerakan cepat dia menuruni pohon, tubuhnya yang tinggi dan ramping sangat memudahkan nya berayun dari satu dahan ke dahan lain nya.


Rey dan orion melanjutkan perjalanan mereka, tiba tiba ada suara derap kuda mendekati mereka, seirang berbadan atletis menghampiri rey, Pria itu memakai masker , sorot matanya sangat tajam, dia memperhatikan Rey dan orion secara bergantian, lalu dia melihat kaki Orion yang terluka,


"Apa kudamu terluka!?" Dia turun dari kudanya.


Rey menganggukan wajahnya, Pria itu memeriksa luka di kaki Orion, " Sepertinya Lumayan dalam, !" Pria itu membuka tas pinggangnya, dan mengeluarkan beberapa obat,


"Apa ini? " Rey sedikit memberatkan suranya


"Anti nyeri dan antibiotik, setidaknya kudamu tidak akan mengalami infeksi , dan kamu bisa kembali menungganginya, !"


Rey, segera memberikan obat tsb kepada orion, "Minumlah orion, Semoga kamu baik baik saja!" rey mengelus kepala orion

__ADS_1


Pria itu mengambil sapu tangan di tas pinggangnya, dan mengganti kain yang sudah basah dengan darah di kaki orion.


"Baiklah, seperti nya kudamu sudah tidak kesakitan lagi, mari kita lanjutkan perjalanan,!"


"Terimakasih tuan..! "


"Adrian..! " Ucapnya mengulurkan tangan


"Rey! " Rey yang menggunakan sarung tangan tidak ragu menjabt tangan Adrian. mereka pun melanjutkan perjalanan, Rey mempersilahkan Adrian untuk mendahului nya, dia tidak mau mengambil resiko jika harus menunggangi Orion dengan kecepatan penuh.


Adrian memacu kudanya dengan cepat, dalam benaknya ada sesuatu yang aneh, *Kenapa mata itu seperti tidak asing??


❤❤❤*


Terima kasih sudah menyimak karya pertama saya, yuuk bantu beri dukungan dengan cara memberi vote, like dan komen

__ADS_1


__ADS_2