Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Nasehat untuk Rey


__ADS_3

Sudah dua jam berlalu, Rey masih diam tak bersuara, tidak ada air mata, matanya menatap langit-langit kamar rumah sakit, pikiran nya melayang, membayangkan hari yang akan dilalui nya tanpa kaki lincahnya.


Ryan merasa khawatir melihat reaksi Rey, akhirnya dia menelpon Ibu Sri dan Lily agar segera ke rumah sakit.


Tidak lama kemudian Ibu Sri datang bersama Lily, Ryan mengajak ibu Sri keluar kamar dan menceritakan kondisi Rey.


Ibu Sri dan Lily duduk di samping tempat tidur Rey, mereka mendampingi di sisi kiri dan kanan Rey. Mata Rey terpejam, tapi sepertinya Rey tidak sedang tidur, nafas nya tidak beraturan.


"Rey... ini ibu! ". Ibu Sri mengusap lembut pipi Rey.


Rey membuka matanya, menatap rindu ibu yang sudah hampir dua bulan tidak di lihat nya.


"Ibuu...". Rey ingin bangkit dari tidurnya, tapi dia merasa lemah tak berdaya.


Ibu dan Lily membantu Rey agar bisa duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur.

__ADS_1


Rey dan ibu saling berpelukan, Rey tidak bisa menahan air mata nya, "Ibu.. Rey ngga bisa jalan lagi bu".


Lily yang melihat kakak ipar nya begitu terpukul tidak bisa menyembunyikan kesedihan nya, Lily ikut menangis di samping Rey.


"Ssssttt... kamu bilang apa Rey! Itu tidak benar sayang, kamu hanya sedang istirahat sejenak aja nak, nanti juga kamu akan bisa jalan lagi, ".


"Tapi kaki Rey mati rasa bu, Rey tidak bisa menggerakkan kaki Rey! "


"Rey.. coba kamu lihat Lily, dulu saat kita bertemu dengan Lily, dia memakai kursi roda , bertahun tahun lamanya Lily hidup di kursi roda, tapi lihat Rey, sekarang Lily sudah bisa berjalan kembali sayang,,,, kesempatan itu selalu ada Rey, ibu mohon jangan menyerah ya nak! " . ibu mengelus kepala putrinya itu, menyalurkan rasa sayang dan aman untuk putrinya itu.


Rey tersenyum, mendapatkan kekuatan dari orang-orang yang dicintainya .


Sementara itu Ryan sedang pergi ke ruang dokter untuk berkonsultasi mengenai kondisi Rey. Ryan berharap agar dokter bisa meyakinkan Rey bahwa Rey masih memiliki kesempatan untuk sembuh.


Setelah hamroir setengah jam Ryan konsultasi dengan dokter, mereka pun menuju ruangan Rey,.

__ADS_1


"Selamat sore Rey, saya mohon ijin untuk memeriksa kaki mu".


Ibu Sri dan Lily segera menjauh dari tempat tidur, ingin memberi ruang untuk dokter saat memeriksa Rey.


Dengan teliti dokter itu memeriksa Rey, memberikan rangsangan di kaki Rey. "Rey.. luka operasi kamu sudah bagus, jadi mulai besok Anda bisa mulai berlatih berjalan dengan ahli fisioterapi ".


"Apakah kaki ku akan kembali normal dok? " Rey tampak gugup.


"Tentu Rey.. kamu harus optimis, berusahalah! " Dokter itu pun pamit dan berlalu meninggalkan ruangan , dengan ditemani oleh Ryan.


"Rey.. ibu yakin kamu pasti bisa, ingat kejadian tiga tahun yang lalu kan? kondisi kamu jauh lebih buruk nak, kamu menderita lahir dan bathin, kalau sekarang kan ada Ryan yang akan selalu menjaga mu ".Goda ibu sambil tersenyum.


"Tenang Rey, nanti aku minta mbo Marni supaya bikin ramuan yang pernah di buatkan nya dulu buat aku, kamu pasti segera sembuh Rey! ".


"Aamiin" ucap Rey dan ibu bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2