Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Salah paham


__ADS_3

Kondisi lily sudah membaik, rupanya selama Ryan pergi lily protes tidak mau memakan obatnya, karena Ryan pergi begitu lama, padahal Ryan berjanji hanya pergi 2hari saja. Tapi sudah seminggu Ryan malah belum pulang juga.


Ryan menjelaskan pada lily bahwa dia berhasil menemukan Rey, sungguh ini berita menggembirakan untuk Lily. Lily menyuruh Ryan segera kembali ke kota M agar tidak kehilangan Rey lagi.


Ryan pun setelah memastikan Lily sehat segera pergi menuju kota M, dia lupa tidak menanyakan no HP Rey, jadi akhirnya Ryan memutuskan segera saja mendatangi Rey. karena Rey berjanji akan memberi kabar mengenai keputusan diterima atau tidaknya lamaran Ryan.


Namun sayang sesampainya di kota M Rey sudah tidak ada di pesantren Cahaya Hati. Untungnya Kyai memberi alamat rumah Rey kepada Ryan. Tanpa rasa lelah Ryan pun segera kembali ke kota B. Mencari alamat yang di tuju.


Sesampainya di kediaman Rey, Ryan segera membuka pintu gerbang, ada seorang pria yg sedang duduk di teras rumah mewah itu, dia menghampiri Ryan.


"Maaf.. anda siapa dan mau bertemu siapa ya? "


"Saya Ryan, apa benar ini rumah nya Rey? "


Ryan?? Ooh.. jadi dia orang yang sudah menyelamatkan Ibu dan Rey. Batin Adam


"Oh anda mas Ryan.. Kenalkan saya Adam" . Mengulurkan tangan ingin bersalaman.


"Mmm.. anda?? Ryan ragu bertanya, dia merasa tidak enak hati melihat ada laki laki tampan dan gagah di rumah Rey.


"Saya adalah orang yang dipercaya Jendral Danu untuk menjaga Rey, saya sangat berterimakasih Karena anda sudah menjaga Rey dan ibu Sri Ayu !" Adam tersenyum tulus.


Apa maksud ucapan nya? apa mungkin dia calon nya Rey? Ryan menatap sinis Adam.

__ADS_1


" Tidak masalah.. . menjaga Rey itu sudah menjadi prioritas ku,, apa bisa saya bertemu Rey? "


"Tentu.. silahkan masuk! " Adam mengajak Ryan memasuki ruang tamu.


Adam pergi meninggalkan Ryan. dia sepertinya sudah tidak canggung lagi di rumah itu, Kenapa hati Ryan sakit melihat Nya?


Beberapa menit kemudian Rey muncul


"Assalamualaikum Ryan! " Rey tersenyum manis pada ryan.


"Wa'alaikumussalam warohmatullah " Ryan merasa canggung, hatinya diliputi cemburu pada Adam.


"Kok kmu bisa tahu sampe ke sini Ryan? " Rey penasaran


"Aku akan selalu bisa menemukan mu Rey, kamu tidak bisa bersembunyi dariku, Krena kamu masih punya utang padaku! " Tiba tiba Ryan melihat cincin tunangan di jari manis Rey. Apa Rey sudah bertunangan dengan Adam? Hati Ryan semakin terbakar.


"Tentu Ryan ini cincin tunangannya, aku sudah memakainya berarti aku menerima nya! " Rey memperlihatkan cincin nya.


"Apakah selama ini kamu menolakku karena Adam? apa kamu sudah lama bertunangan dengan nya?" suara Ryan meninggi.


Adam.. apa maksudnya? apa dia tidak mengenali cincin pemberian nya sendiri? hadeuuh Ryaaan kamu keterlaluan banget sii!


"Apa maksud kamu Ryan? Sebenernya Rey ingin tertawa melihat wajah Merah Ryan. Tapi rey ingin sekali mengerjai Ryan yang menurutnya sangat keterlaluan.

__ADS_1


"Kamu memakai cincin. tunangan setelah bertemu Adam. bukankah aku yang melamarmu terlebih dulu.?"


"Kalau aku lebih memilih menerima orang yang memberiku cincin ini, terus apa urusan mu? " Rey tidak tahan ingin tertawa.


"Ooh.. jadi kamu lebih memilih adam daripada aku? kenapa? apa kamu mencintai dia? atau karena dia jodoh dari ayahmu?"


Rey tidak menjawab.. dia kasian juga sama Ryan yang terlihat putus asa.


"ok Rey.. aku mengerti sekarang kenapa kamu selalu menolakku selama ini. rupanya sudah ada Adam di hatimu, kalau begitu aku pergi.!" Ryan beranjak pergi dengan marah.. baru beberapa langkah Ryan Berhenti dan berbalik.


"Oh iya Rey.. tolong kembalikan cincin. yang aku berikan padamu melalui Kyai Hasan!"


Rey menatap Ryan.. melepas cincin di jari manisnya. "Oh jadi cincin tunangan ini tidak jadi kamu berikan untuk ku, baiklah ini.... ambilah! " Rey memberikan cincin itu pada Ryan yang terbengong bengong tidak mengerti.


"Nama lengkap Adam itu adlah Adam Januar.... jadi kalau Aku tunangan dengan nya mungkin inisial di cincin itu R dan A !" Rey meraih tangan Ryan dan menyimpan cincin itu di telapak tangan Ryan sambil mendelik kesal .


Ryan mengamati cincin itu ada inisial R❤R tertulis di sana. Ryan melihat Rey agak ragu dengan pemikiran nya.


"Makanya kalau mau kasih cincin di ingat ingat dulu bentuk nya, atau jangan jangan cincin itu bukan kamu yang beli in ?" Rey cemberut


"Eh.. jadi ini cincin pemberianku? maaf Rey, aku tadi emosi banget, sampe lupa !" Ryan garuk garuk kepala. "Ini sayang.. kamu pakai lagi cincin nya! " Ryan meraih tangan Rey.


"Ogaaah..ngga jadi!" Rey pergi meninggalkan Ryan yang panik.

__ADS_1


Ryan berlari mengejar Rey, "Reeeeyy.. maaaaff! "


"Nggaaaak Mauu ...! " Rey malah ikut berlari. akhirnya mereka berkejar kejaran di rumah itu.


__ADS_2