Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Kemarahan Leon


__ADS_3

Malam itu di kediaman Gwen terjadi pertengkaran hebat antara Leon dan adiknya Gwen, Leon menyalahkan Gwen atas hilangnya dokumen penting milik Ryan, Gwen pun baru mengetahui kalau dokumen-dokumen itu hilang. Padahal Gwen menyimpan nya di tempat rahasia dan tidak ada seorang pun yang mengetahui nya. Bagaimana bisa hilang? Itulah kira-kira pertanyaan dari Leon dan Gwen.


"Apa ada seseorang yang datang kemari"? Tanya Peter.


"Hanya Ryan saja kemaren malam,"


"Apa yang dia lakukan? apa ada tindakan dia yang mencurigakan?" Peter masih penasaran.


"Iya dia memang agak aneh, tidak biasanya dia memasak untuk ku".


"Oh.. damn!! "


"Kenapa Pet? " Leon penasaran.


"Sepertinya mereka menggunakan sebuah formula untuk membuat Gwen bicara".

__ADS_1


"APPAAA?


"APPAAA? "


Ucap Leon dan Gwen bersamaan.


"Jangan -jangan...." Leon menggantungkan ucapan nya, dengan cepat dia menyuruh anak buahnya untuk mengecek keberadaan Lily. Pengawal yang disuruh Leon tampak sibuk menghubungi seseorang. Tidak lebih dari lima menit pengawal itu memberikan laporan nya.


"Tuan.. Lily sudah tidak ada di rumah itu".


"Semua ini gara-gara kamu Gwen, kalau bukan karena cinta gila mu itu, Ryan pasti sudah mati dan tidak akan mengganggu kita lagi" Leon mencengkeram baju Gwen menampar pipi mulus Gwen dengan membabi buta. "Kamu tahu?!.. Rey adalah istri sah nya Ryan, dan sekarang mereka sudah kembali bersama, dasar wanita bodoh, sekarang kita kehilangan segalanya, bahkan kamu tidak pernah bisa memiliki Ryan sampai detik ini,,"


PLAAAKK!! PLAAKK!!


"Ampun Leon.. tolong hentikan". Air mata Gwen mengalir bersamaan dengan mengalirnya darah dari mulut dan hidung Gwen. Tanpa ampun Leon menyakiti adik kandung nya sendiri.

__ADS_1


Gwen tidak menyangka ternyata wanita yang Ryan cintai adalah istrinya sendiri. Sungguh menyakitkan.


"Kamu harus bertanggung jawab Gwen, aku tidak mau tau, pokoknya kamu harus bisa mengambil kembali surat-surat itu," Leon menghempaskan tubuh Gwen hingga tersungkur jatuh.


Peter membisikkan sesuatu pada Leon, Leon tersenyum licik dan bergegas pergi ke kamar Mini. Leon membawa Mini yang sedang terlelap tidur dalam pangkuan nya.


"Aku akan membawa Mini pergi Gwen.. kamu pergilah pada Ryan, aku tunggu kalian di villa ku, jika Ryan dan Rey tidak datang, Mini lah yang akan menanggung akibatnya".


Sejahat jahatnya Gwen, di tetaplah seorang ibu yang menyayangi putri semata wayangnya, Gwen bersiri mengejar Leon dan Peter yang bergegas meninggalkan rumah itu.


"Leon aku mohon.. Jangaaan ambil anak ku.. bunuh saja Akuu... Peter aku mohon... Mini bukanlah anak Ryan... ". Tapi ucapan Gwen tidak mereka hiraukan, mereka sudah pergi meninggalkan Gwen yang menangis menahan rasa sakit, sakit karena luka di wajahnya dan luka di hatinya.


Luka itu hadir secara bersamaan, ditinggalkan oleh lelaki yang dicintai nya, disakiti oleh kakak kandungnya, mungkin itu adalah hukuman baginya, memisahkan seorang istri dengan suaminya, dan kini Gwen harus menanggung hukuman, melihat anak satu-satunya, diambil secara paksa oleh kakak kandung nya sendiri, dan lebih ironi lagi, lelaki yang menyuruh Leon untuk menyekap Mini tidak lain adalah ayah kandung Mini. Lelaki yang sudah menjadi kekasihnya di masa lalu, meninggalkan jejak seorang janin dalam perut Gwen saat mereka memutuskan untuk berpisah.


*Apa yang harus aku lakukan?

__ADS_1


...💔💔💔*...


__ADS_2