
Adam terlihat cemas, dikamarnya berusaha mencari tahu siapa itu saingan nya yang bernama Lee Min Hoo,. selama belum mendapat restu dari Ryan dia belum merasa tenang.
Dengan mudahnya Adam mendapat kan informasi tentang Lee Min Hoo ini.
"Apaaa?? Jadi dia seorang artis korea? " Adam terus mencari informasi detail mengenai Rival nya itu.
"Kenapa dengan Ryan, segitu putus asa kah dia sampai mau nerima seorang artis drakor dan berbeda keyakinan? Apa karena si Lee ini orang kaya? " , Adam berbicara sendiri di kamar nya.
Adam benar benar tidak habis pikir , pertanyaan terbesar nya saat ini adalah KOK TEGA YA RYAN, MAU JODOHIN LILY DENGAN SEORANG ARTIS YANG TIDAK SATU KEYAKINAN ??
Rupanya dia belum nyadar juga kalau lagi di kerjain Rey. 🤔🙄🤦♀.
Dengan emosi Adam mencari Rey.
Tok
tok
tok
"Reeey..." Adam mengetuk pintu kamar Lily.
Rey membuka pintu kamar, kejadian di gazeebo tadi sudah Rey lihat di dapur, Rey tampak bahagia saat membuka pintu.
__ADS_1
"Apa dam... ?" Rey mengernyitkan dahinya, melihat Adam dengan wajah kesal di balik pintu.
"Rey.. kamu tahu gak siih siapa itu Lee Min Hoo? Dia itu seorang aktor, pemain drakor, dia juga berbeda dengan kita, kok tega siih kalian mencarikan jodoh seperti itu untuk Lily, gimana kalau dia bukan pria baik baik, gimana kalau dia sudah tidak perjaka lagi, gimana kalau dia menyakiti Lily, aku tidak terima, aku tidak akan tinggal diam... pokoknya aku akan memperjuangkan Lily". Pertama kalinya Adam berbicara panjang lebar seperti itu. Rey sampai bengong tak berkedip melihat Adam berbicara nyerocos seolah tidak bernafas.
Astaghfirullah.. Nie bocah rupanya dia belum nyadar juga kalau lagi gua kerjain, dam.. dam.. kamu polos apa Oon siih.
Belum juga Rey menjawab pertanyaan Adam, terdengar suara deru mobil Ryan di halaman depan. Adam langsung pergi meninggalkan Rey yang hampir membuka mulut nya.
"Adaaaam.... tunggu!!! " tapi Adam sudah pergi menghampiri Ryan dengan keadaan masih emosi. "Aiishh.. Nie bocah.. begini nih kalau ngerjain anak kudet... gak Asiik! ". Rey menyusul Adam yang pastinya akan menemui Ryan.
Ryan baru saja memasuki ruang tamu, tiba-tiba Adam sudah menghampiri nya dengan keadaan emosi. "Ryan aku mau bicara"
"Oke.. kita keruang kerja ku saja". Mereka berjalan beriringan.
"Iya.. ". Ryan merasa aneh melihat Adam bisa seterus terang itu. Tumben.. batin nya.
"Lalu apa kamu tidak mau kalau aku jadi pendampingnya? Sampai kamu tega mencarikan jodoh seorang artis korea untuk Lily ".
"Apa? Artis korea? Ryan semakin bingung.
"Hei.. jangan-jangan kamu tidak tahu kalau si Lee Min Hoo itu seorang artis, dia juga berbeda keyakinan dengan Lily, kok kamu tega yah Ryan, mencarikan jodoh sembarangan untuk adik mu" Adam mencengkeram kerah baju Ryan saking emosinya.
Rey yang melihat kejadian itu menepuk jidat nya berulang kali.
__ADS_1
"Siapa yang bilang tentang Lee Min Hoo sama kamu Dam? " Ryan udah mulai curiga, karena Ryan bisa melihat Rey terlihat panik di depan pintu sambil menepuk dahinya berulang kali.
Entah kenapa,, setelah mendengar pertanyaan Ryan, kewarasan Adam segera pulih kembali. Kini dia baru menyadari bahwa dirinya sedang dikerjai Rey.
"Reeeeeyyyy... ". Adam
"Dindaaaaaa... ". Ryan
Mereka berteriak bersamaan sambil menoleh ke arah Rey.
"Ehehehe.... pissss... " Rey mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya dan segera kaboor dari TKP.
Sedangkan Adam yang tangan nya masih mencengkeram kerah baju Ryan, segera merapihkan nya lagi
"Ehehe... Ryan, maaf ya, tadi aku emosi banget, tolong jangan di masukin ke hati ya kakak ipar... ". Adam mengusap usap kemeja Ryan yang kusut karena ulahnya.
"Akuu pamitt.. aku harus memberi pelajaran pada istri mu yang jail itu" Adam segera berlari meninggalkan Ryan yang masih membisu.
"Heii... apa yang mau kamu lakukan pada dinda ku" Ryan pun segera berlari mengejar Adam.
...💕💕💕...
suka gak suka komen aja ya... ngerti gak ngerti pokoknya komen aja.. 🤗
__ADS_1