
Di apartemen rey, tampak adam sedang membawa beberapa berkas di tangan nya, Pandangan nya tertuju pada Rey yang sedang menyiapkan minuman untuk adam.
"Ini kopinya dam!" Rey menyimpan secangkir kopi untuk adam dan secangkir minuman jahe hangat untuknya.
"Ya... Rey, ini hasil sidik jari Adrian dan ryan". Adam memberikan secarik kertas yang langsung disambar dengan cepat oleh Rey.
Rey membaca dengan serius kertas di tangan nya... "Apaaaa??? 100% Akurat??? jadi mereka adalah orang yang sama??? " Rey sangat terkejut, tapi dibalik keterkejutan nya ada rasa lain yang muncul. Bahagia? bingung? ah.. Entahlah banyak sekali pertanyaan dalam benaknya.
Sepertinya adam sudah bisa menebak isi kepala Rey, dia segera menyodorkan berkas lain nya ke hadapan rey. "Ini Rey.. baca lah dengan teliti".
Rey membaca lembar demi lembar kertas di tangan nya, tangan nya bergetar, hatinya diliputi kemarahan, Rey sudah tidak bisa membendung lagi air matanya "Siapa dam... siapa dalang dibalik semua kekejian ini? "
"kemungkinan kerabat ryan! "
"Apa orang yang bernama leon? "
"Sepertinya begitu"!
"Apa motifnya sama dengan Alex? "
__ADS_1
"Iya rey,, dan sampai saat ini aku belum menemukan jejak lily!" terlihat kesedihan di wajah Adam.
"Apaa?? jadi kemana lily? "
"Entahlah Rey,, !" Adam menghembuskan nafas nya dengan berat.
Flash back on
Setelah keluarga Ryan menyerahkan surat kematian Ryan, Pak panji memerintahkan Adam untuk menyelidikinya langsung ke singapura.
Adam. langsung terbang ke singapura untuk menyelidiki kematian Ryan, dari hasil penyelidikan nya Adam bisa menemukan Ryan yang ternyata sudah dipindahkan dari rumah sakit yang sebelumnya mengeluarkan surat kematian Ryan. Tapi di rumah itu Ryan berubah identitas menjadi Adrian, anamnesa pasien pun tidak sama . Jika Ryan dengan anamnesa luka tembak dan amnesia retrograde. Tapi Adrian hanya disebutkan sebagai pasien dengan trauma akibat kebakaran. Setelah satu bulan Ryan dirawat, dia hilang entah kemana,. Seseorang menyembunyikan kan keberadaan nya, bahkan adam pun kehilangan jejak.
Akhirnya, adam kembali ke tanah air, setelah berada di singapura selama 5bulan tapi tetap belum menemukan Ryan.
Flash back off
"Kenapa kamu ngga cerita dari awal dam? "
"Aku belum yakin Rey,, lagipula kita tidak boleh gegabah, karena kita tidak tahu kondisi lily! "
__ADS_1
"Apa menurutmu Ryan benar benar amnesia? Atau dia hanya berpura pura demi lily?"
"Rey...untuk hal itu seharusnya kamu lebih tau dari aku, apa bisa ryan berpura pura tidak mengenal mu dan mengacuhkan mu? "
"Entahlah dam... aku tidak tau harus bahagia atau bersedih? " rey kembali meteskan air mata. "Apa yang harus aku lakukan dam? sepertinya dia memang tidak mengenalku!"
"Apa kamu mau menyerah Rey? setelah 3tahun kamu menderita dan belum bisa move on, apa kamu akan menyerah begitu saja? " Adam tampak tidak setuju melihat reaksi Rey yang melemah.
"Lalu aku harus gimana? "
"Rey.. Ryan dan Lily dalam bahaya, kamu mau untuk yang kedua kalinya melihat Ryan terluk... "
"STOP.. DIAAAM... Tolong dam jangan ingatkan aku dengan kejadian mengerikan itu!" Rey menangis histeris.
"Maafkan aku Rey...! " Adam mengusap kepala Rey, hanya itu yang bisa dia lakukan untuk menenangkan Rey, di saat luka lama di hati Rey terkoyak kembali.
πππ
Terimakasih sudah membaca karya pertama saya. beri dukunganmu dengan memberi vote, like dan komen, semangati autors biar bisa up tiap hariπ
__ADS_1