Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
EAGLE FORCE


__ADS_3

Rey dan Ryan digiring masuk ke sebuah ruangan besar, Rey di ikat di sebuh kursi besi yang letak nya berjauhan dengan Ryan, Peter di kawal oleh Mark sang asisten dan dua orang pengawal, sementara pintu ruangan di tutup dan di luar pintu di jaga oleh tiga pengawal berbadan kekar.


"Maaf ya calon pengantin ku, aku ikat kamu sebentar, aku tidak ingin kamu bertanding malam ini, cukup kamu melihat kekalahan suami mu saja oke?! ". Peter mengusap mesra kepala Rey. Dengan sekuat tenaga Rey menghindari tangan Peter.


"Jangan berani menyentuh ku Peter, kecuali kamu sudah halal untuk ku".


"Baiklah sayang.. akan aku miliki kamu secepat nya, lihat saja aku akan segera mengalahkan suami mu itu".


"Ciiih... melawan ku saja kamu selalu kalah, sekarang kamu berani melawan Ryan? "


"Heii Honey.. kamu belum tahu seberapa tangguh nya aku". Emosi Peter tersulut.


"Buktikan saja peter,, kalau kamu bisa menang dengan sportif, maka itu cukup menjadi maharku, jika kamu curang, aku tolak lamaranmu ".


"Are you Seriously? "Peter segera menyerahkan pistolnya pada Mark. "Ayo Ryan.. . kita buktikan pada wanita cantik itu siapa yang layak untuknya".


Ryan yang sudah menahan emosi dari tadi segera menyerang Peter, keduanya mengeluarkan tendangan dan pukulan yang mematikan.


Di gelapnya langit Singapura, terlihat sebuah pesawat melintas dan menurunkan 10 orang tentara elit Eagle force , mereka terjun dan menggunakan parasutnya, mereka bagaikan bayangan yang tidak bersuara. Terjun dengan sempurna di Rooftop Villa Leon tanpa ada seorang pun penjaga yang mengetahui nya.


"Phoenix.. Eagle sudah mendarat, bersiap menembus pertahanan 3" . ucap sang komandan melalui alat komunikasi nya.


Sementra di dalam van, Adam yang sudah menunggu kedatangan tim eagle force bantuan dari Pak Panji segera bersiap.


"Oke Eagle.. Phoenix akan bersiap menembus pertahanan 1, good luck".


Adam dengan tim pHoenix bersiap menyerang penjaga di lapisan 1 , posisi mereka berada di Garda terdepan dan jumlahnya tidak sedikit.


Sementara Eagle Force, akan menggiring penjaga di lapisan 3 yang berada di sekitar villa, agar mereka tidak bisa masuk ke dalam villa.

__ADS_1


Ryan masih beradu kaki dan tangan dengan Peter, keduanya tidak bisa diragukan keahlian nya dalam pertarungan itu. Rey yang sudah memprediksi waktu, sudah tahu kalau bantuan dari Pak Panji sudah mulai beraksi.


Tanpa disadari oleh siapapun, Rey sedang membuka ikatan di tangan nya dengan cincin matahari pemberian ayah nya, cincin dengan senjat rahasia yang cukup efektif bisa memutuskan tali di pergelangan tangan nya.


Ryan menghantam dada Peter dengan kaki nya. BUGHHK!! Peter terdorong hingga sempoyongan, dari mulut nya keluar darah segar.


Peter memberi kode pada kedua bodyguard nya untuk membantu, jujur saja dia kewalahan menghadapi serangan Ryan yang mematikan.


Kedua bodyguard berbaju hitam itu menyerang Ryan bersamaan, dengan gesit Ryan menghindari setiap serangan mereka, Ryan membalas serangan mereka, melayangkan tinjunya tepat di ulu hati nya, Akkkghh!! Salah satu diantara mereka terpekik kesakitan.


Tanpa di duga Peter menendang Ryan dari arah belakang, BUGG!! Ryan terdorong jatuh. Peter kembali menendang Ryan yang masih dalam posisi terjungkal, Ryan di tendang dengan membabi buta.


"Rasakan ini breng sek!!! aku lah yang pantas memiliki Rey! "


Mendengar ocehan Peter , Ryan segera menangkap kaki peter yang sedang menendang nya, ditendang nya ************ Peter dengan keras .


"Akkhhh!!" Peter hampir saja pingsan karena tendangan Ryan di area sensitif nya.


Tanpa di duga , sebuah kursi melayang ke arah bodyguard berbaju hitam, Braaakkk!! menghantam kepalanya hingga pingsan. Semua mata mengarah ke asal datangnya kursi .


"REY?? " Peter tampak tercengang melihat Rey sudah terlepas dari ikatan nya.


"Dasar pecundang, sekali pecundang tetap jadi pecundang.. beraninya hanya keroyokan ". Rey bergabung menghampiri Ryan.


Mark dan bodyguard itu menyerang ke arah Rey dan Ryan


"Bagaimana kalau kita berdansa tango sayang" Ucap Rey mengerlingkan mata nya dengan manja kepada Ryan.


"Dengan senang hati sayang". Ryan seperti langsung mengerti akan keinginan istrinya itu, dengan gagah, Ryan mengangkat pinggang Ramping Rey, dan berputar layak nya sedang berdansa, sementara kaki Rey dihentakkan ke arah Mark dan bodyguard berbaju hitam.

__ADS_1


Rey dan Ryan terlihat sangat mesra tangan mereka saling terpaut, tapi mengeluarkan tendangan dan pukulan yang menyakitkan. Mark dan Bodyguard itu kewalahan menerima pukulan dan tendangan dari pasangan yang serasi itu. Peter begitu geram melihat kemesraan Rey dan Ryan.


Sementara di luar sana, Adam dan pasukan phoenix sudah mulai merangsak masuk menembus lapisan 1, Para penjaga dibuat kaget dengan serangan mendadak tersebut karena drone pengintai mereka yang tidak bisa mengetahui keberadaan penyusup . Suara tembakan saling bersahutan dari kedua belah pihak, hingga akhirnya benteng pertahanan di lapisan 1 jebol, para penjaga yang tersisa melarikan diri ke markas lapisan 2.


Pasukan Eagle force sudah mulai menyerang penjaga di lapisan 3 , mereka yang berjaga di sekitar villa terpaksa harus menjauhi villa untuk menghindari serangan, kedua pasukan lapisan 1dan 3 itu pun akhirnya terdesak dan terjebak di benteng pertahanan lapisan ke 2.


Dari kejauhan terdengar suara tembakan saling bersahutan, Peter baru menyadari akan datangnya pasukan Rey. "Mark... habisi Ryan sekarang ". Teriak Peter.


Dengan patuh Mark mengambil pistol yang terselip di pinggangnya, mengarahkan nya ke Ryan, Melihat itu secepat kilat Rey mengambil belati kecil yang tersembunyi di lengan baju nya. Itulah satu satunya senjata yang bisa lolos di bawa nya. Rey mengarah kan belati itu ke dada Mark. Sreeett!!


JLEBB!!


Belati itu tepat mengenai dada kiri Mark.


Arrrgghhh!! Mark terkapar tidak berkutik lagi.


Peter panik melihat asisten setia nya tumbang, dengan cepat dia meraih pistol di tangan Mark yang tidak jauh dari nya, Pistol itu di arahkan nya kepada rival nya.


Melihat serangan tak terduga dari Peter, Rey yang posisinya tidak jauh dari Ryan segera memeluk erat suaminya, dalam kondisi mencekam seperti itu bayangan kematian ayah dan suaminya dulu melintas dengan jelas , tidak ada cara lain yang terlintas dalam pikiran nya selain menjadikan dirinya tameng hidup untuk Ryan.


DOR!!


"REY!! "


"REY!!"


Pekikan dari Ryan dan Peter secara bersama an, menjadi suara terakhir yang di dengar oleh Rey.


...🥀🥀🥀...

__ADS_1


Selamat membaca.. ditunggu komen, like dan vote nya. BTW yang nunggu part Adam dan Lily nanti akan muncul di saat yang tepat ya, sesuai alur nya. 😊


__ADS_2