
Waktu di jam dinding sudah menunjukkan pukul 8 malam. Rey segera bergegas ke kamar Lily, rupanya lily sudah tertidur lelap, walau sedikit beraktifitas lily memang mudah untuk tidur, tentunya karena dibantu oleh obat yang di konsumsinya.
Rey segera menghampiri meja dimana terlihat ada laptop dengan model terbaru
"Maaf Lily aku pinjam dulu laptop mu ya" ucap Rey setengah berbisik, sambil memasukkan laptop itu ke dalam baju nya
Rey segera bergegas ke kamar nya kembali, untungnya kondisi d rumah itu sangat sepi, seperti biasanya.
Rey segera masuk ke kamar nya dan mengunci pintu. Dia mulai memainkan laptop untuk segera meretas jaringan keamanan di rumah Ryan. ,dengan latihan yang sudah dia dapatkan dari ayahnya, bukan lah hal sulit untuk meretas kamera cctv, bahkan Rey sudah mendapatkan latihan untuk bisa meretas situs dengan keamanan di level ring 1, walau tentunya masih skala nasional. Walau belum bisa di sandingkan dengan para hacker dunia tapi lumayan lah!!
Dalam hitungan menit,, Rey sudah bisa mengakses seluruh cctv di istana Ryan, Dengan cepat Rey mencari rekaman di sekitar ruang kerja Ryan dan Ruangan Tempat Alex dan bawahan nya berkumpul, menyimak pembicaraan mereka untuk mengetahui rencana Ryan di malam nanti. Tidak lupa Rey menghapus rekaman dikamar lily ketika tadi Rey mengambil laptopnya.. eh meminjam maksudnya.. maaf ya Lily.
Malam Ini Ryan dan anak buahnya akan pergi pada jam 10malam. Rey harus bisa berada d garasi sebelumnya agar bisa leluasa mencari tempat bersembunyi,
Rey mulai bersiap siap, tidak lupa terlebih dahulu dia melakukan kewajiban nya menghadap sang pencipta, memohon kemudahan dan keselamatan.
Rey memakai pakaian serba hitam dan menutup wajahnya, sebelum pergi dia menon aktifkan kamera cctv di sekitar garasi, agar Rey bisa leluasa memasuki bagasi BMW Wagon hatchback keluaran terbaru milik Ryan.
__ADS_1
Ryan dan anak buahnya sudah tiba sebuah rumah tua di tepi barat kota G, dengan mudah mereka bisa merangsak masuk dan menggeledah seluruh isi rumah, tidak banyak perlawanan yang diberikan anak buah Arthur karena memang serangan ini sangatlah tidak mereka duga.
Ryan dan anak buahnya sedang sibuk mengambil alih barang barang milik Ryan, tanpa mereka sadari Rey sudah berada di ruang pengawas cctv di rumah tua tsb. Tampaknya penjaga nya sudah pingsan di habisi oleh anak buah Ryan, Rey meneliti dengan seksama di layar cctv tsb, mencari sosok ibunya, tapi rupanya yang dicari tidaklah tampak, saat ini Rey hanya melihat beberapa anak buah Ryan sedang sibuk mengangkut puluhan senjata api dari rumah tua itu ke dalam mobil box.
Rey tidak putus asa, dia mencoba memeriksa ruangan yang berdekatan dengan nya, tapi semua usahanya nihil, rupanya ibunya tidak ada di rumah tua itu.
Rey segera kembali memasuki bagasi mobil milik Ryan, memegang penutupnya agar jangan sampai terkunci otomatis.
"Ok.. "ucap Ryan tersenyum puas.
Rey tidak menyangka ternyata pria angkuh itu memiliki usaha sebagai penjual senjata ilegal , dan sepertinya Lily tidak mengetahui hal itu.
Hmmm.. kasihan Lily Batin Rey
__ADS_1
Malam itu Rey tidak bisa memejamkan matanya, dia terus teringat pada ibunya,
"Ya Allah dimanakah ibu hamba? tolong jaga dia " batin Rey
Waktu sudah menjelang pagi, Rey segera bergegas menuju kamar lily, mengembalikan barang yang sudah dipinjam nya, tanpa sepengetahuan lily. Dengan setia Rey menunggu lily bangun, sambil membaca beberapa buku yang terpajang rapih di kamar lily yang indah.
Tiba tiba pintu kamar lily terbuka, tampak Ryan berjalan masuk menghampiri tempat tidur Lily, tentu saja Ryan dan Rey sama kaget nya.
"Hei apa yang kamu lakukan Disini? " bentak Ryan
"Tentu saja aku sedang menjaga majikan ku tuan" jawab Rey ketus
Ryan mendengus tanda kesal pada nya, dan segera menghampiri lily
"Lily sayang.. ayo bangun, hari ini kita mau jalan jalan kan?! " ucap Ryan dengan suara lembut nan merdu sambil mengusap lembut kepala lily
Rey hampir tidak percaya dengan apa yang dilihat dan didengarnya, seorang Ryan yang selalu bertindak kasar padanya, ternyata bisa semanis ini??? hah... ajaib
__ADS_1