Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Dejavu


__ADS_3

Hari ini Adrian sudah membuat keputusan, dia tidak ingin melihat masa lalunya, dia ingin fokus dengan masa depan yang sudah jelas baginya, membahagiakan anak nya yang masih kecil dan istrinya, terutama membahagiakan Gwen yang sudah banyak berkorban untuk nya. Ya begitulah yang di yakini Adrian saat ini.


Setelah Adrian beres dengan urusan di kantornya, dia bergegas menuju kediaman Rey, ada yang ingin disampaikan langsung oleh nya pada Rey.


Tok.. tok!!


Rey membuka pintu apartemen nya.. "Ryan?? Rey sedikit terkejut melihat kedatangan Ryannke apartemen nya.


"Boleh aku masuk? "


"Tentu.. silahkan! "


"Rey.. aku tidak mau berbasa basi... kedatanganku kemari untuk meminta tolong padamu"


"Tentu.. katakanlah! "


"Tolong jauhi aku, dan jangan ungkit lagi tentang masa laluku! "


DEG!! ok Rey.. Jangan libatkan perasaanmu , profesional dalam menyelesaikan misi ini. Wajah Rey terlihat dingin walau hatinya sangat sakit, walau ingin menangis, tapi Entahlah kini jiwa nya lebih kuat dan sepertinya air matanya sudah bisa dia kendalikan untuk tidak mudah bercucuran.


"Apa maksudmu Ryan? bagaimana kita bisa berjauhan sementara kita masih ada kontrak kerja. "


"Kamu bisa membatalkan kontrak itu Rey, "


"Kalau aku tidak mau?"


"Aku yang akan membatalkan kontrak". Maafkan aku Rey,, kenapa rasanya sakit ya? Ada apa dengan diriku ini?


"Coba saja kalau kamu berani,, aku tidak segan membeberkan skandal istri TERCINTA MU itu.

__ADS_1


"Kamu mengancamku Rey? " Ryan tampak kesal


Rey seperti tidak peduli,, sejenak dia berpikir.. "Baiklah.. aku ikuti kemauanmu, tapi ada syaratnya"


"Apa? "


"Bertarunglah denganku, Jika aku menang kamu harus mengikuti keinginanku, tapi jika kamu menang aku ikuti semua keinginanamu..bagaimana? Adil kan? "


"Aku tidak mau, masa aku bertarung dengn wanita? "


"Kenapa? Anggap saja aku Rey si pria misterius sang pemenang Asian dangerous sport league.. !"


Huuuh sombongnya... "kenapa harus dengn cara bertarung?"


"Kamu takut? " Ejek Rey memanas- manasi Ryan


"HAAH.. kamu sombong sekali Rey! "


"Baiklah.. kapan? "


"Sekarang! "


"Apaa? sekarang?"


"Kenapa? Apa kamu tidak percaya diri Ryan? "


"Baiklah.. dimana? "


"Rooftop apartemen ini! "

__ADS_1


"Ok Rey, Ingat... aku tidak akan segan padamu Rey! "


"Baguslah...itu yang aku harapkan! " Rey tersenyum sinis.


Ryan dan Rey sudah berada di Rooftop, Rey dengan memakai pakaian hitam favoritnya, sedangkan Ryan, sudah membuka jas kerja nya, dengan kemeja yang sudah dilinting setengah siku.


Suasana di Rooftop begitu dingin, di ketinggian seperti itu, angin terasa lebih kencang, tapi itu tidak menyulutkan keinginan Ryan dan Rey.


Dulu aku bertarung denganmu untuk menjauhimu dan sekarang aku bertarung demi bisa mendekatimu,, hahh...miris!!


Aku harus menang dari mu Rey,, aku ingin menjaga Gwen dan anak ku.


"Baiklah kita bertarung dengan adil, siapa yang jatuh duluan dia yang kalah" ucap Rey


Ryan dan Rey tampak sudah siap melakukan pertarungan, tanpa aba aba Ryan segera menyerang Rey, memukul dan menendang tanpa ragu, Rey pun sama, membalas dan menahan serangan Ryan tanpa ada sedikitpun keraguan dalam dirinya.


Wanita ini... Dia memang kuat,, aku tidak boleh meremehkan nya, Huuh.. cuaca di sini sangat dingin.. aku harus segera mengakhiri pertarungan ini sebelum alergiku kambuh.


Dengan cekatan Ryan kembali menyerang Rey, menyerang dan menendang, hingga tanpa sengaja, tangan nya meraih hijab instan Rey, dan tak terelakkan lagi, Rambut indah rey terurai indah di depan matanya, Wajah cantik putih dengan rambut hitam lebat yang tertiup angin , semakin menambah kesempurnaan Rey.


Ya tuhan.. cantik ... dia seperti bidadari ! Ryan terpesona melihat Rey.


Sejenak Rey terhenyak ,,ini.. kenapa kejadian ini bisa kembali terulang? Rey melihat Ryan yang masih terpesona, dengan cepat, Rey menerjang Ryan hingga roboh , Ryan kini jatuh terkapar di tindih oleh Rey, wajah cantik rey tampak jelas di depan mata, mata mereka saling beradu, Ryan sama sekali tidak mengedipkan mata seolah dia sudah terhopnotis oleh wanita cantik di hadapan nya.


*Rasanya aku pernah mengalami kejadian ini, tapi dimana!?


Kenapa kenangan itu terulang kembali,, semoga kamu bisa mengingat nya ryan*.


Keduanya tampak masih betah dengan Posisinya, sepertinya Ryan sangat menikmati keadaan nya, dia tidak menyadari kekalahan nya, namun hawa dingin membuyarkan keterpesonaan nya..

__ADS_1


"Hasyyi. Hasyyi! " tampak nya alergi Ryan kambuh, dan dengan tiba -tiba kepalanya terasa sangat sakit, sekelebat bayangan bayangan pertarungan tadi memenuhi kepalanya .. "Akkhhh.. kepalaku sakit! "


"Ryan...! "!Rey segera membopong ryan menuju Apartemen ny, setelah di menggunakan hijab yang tadi berada di genggaman Ryan.


__ADS_2