
Setelah Ryan memastikan kondisi Rey sudah pulih, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke tanah air nya, Ryan membawa Rey ke rumah Ibu Sri, karena dalam kondisi seperti itu Rey pasti membutuhkan ibunya,.
Sedangkan Adam dan Lily masih berada di Singapura ditugaskan oleh Ryan mengelola perusahaan, karena perusahaan Marcell masih dalam tahap perombakan besar-besaran setelah di kuasai Leon. Untuk beberapa hari bahkan Pak Panji harus turun tangan untuk membersihkan para penjilat kaki tangan Leon di tubuh Marcell corporate.
Di kediaman Rey, tampak beberapa pelayan baru yang sengaja Ryan pekerjakan untuk merawat Rey, bahkan ada perawat dan dokter khusus yang akan memeriksanya secara berkala.
Ryan merasa tidak ada yang salah dengan semua tindakan nya, karena dulu pun Lily mendapatkan perlakuan seperti itu.
Setiap hari Ryan tidak pernah membiarkan Rey melakukan pekerjaan apapun, Ryan selalu melayani nya dengan baik.
Pagi itu di dapur, Rey sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya,
__ADS_1
Ryan melihat Rey tampak kesulitan kesana kemari dengan kursi roda nya. Dengan hampir berlari Ryan yang baru keluar dari kamar, segera menghampiri Rey.
"Sayang....apa yang kamu lakukan?" Ryan segera mengambil bahan makanan di tangan Rey. Dengan raut muka marah, Ryan memarahi semua pelayan.
"Kenapa kalian biarkan istriku bekerja di dapur, dasar tidak berguna, kalian mau aku pecat? " Suara Ryan menggelegar membuat nyali para pelayan itu menciut.
"Ryan.. mereka tidak salah, aku yang menginginkan nya". Rey tampak merasa bersalah . Rey memang merasa jenuh tidak bisa melakukan apapun, karena itu dia memaksa untuk membantiu menyiapkan sarapan untuk suaminya.
"Rey.. aku mohon, selama kaki mu belum sembuh, Jangan lakukan hal yang tidak perlu, cukuplah kamu fokus untuk melatih kaki mu oke?!".
Rey terdiam, setiap hari dia selalu tidak diperbolehkan Ryan melakukan apapun, Bahkan sekedar makan pun Ryan yang akan menyuapi nya.
__ADS_1
Siang harinya Rey dibimbing oleh therafis nya untuk kembali melatih otot kaki nya, sudah hampir sebulan Rey berusaha, tapi kaki nya tidak ada perkembangan yang berarti.
Jika malam tiba, dengan telaten Ryan memijat kaki Rey hingga Rey terlelap. Setelah Rey tidur Ryan akan pergi ke ruangan kerja nya, menyibukkan diri dengan pekerjaan, dan seringkali tertidur di sofa.
Di saat terjaga dari tidur nya Rey seringkali tidak menemukan Ryan di sisinya, hal itu menimbulkan prasangka buruk di hatinya. Ryan kenapa kamu menghindariku, apakah kamu tidak menginginkan ku lagi, kamu bilang ingin memiliki anak, tapi kenapa kamu tidak pernah mau menyentuhku lagi.
Perubahan Ryan yang Rey lihat membuat nya semakin tidak memiliki kepercayaan diri, Rey merasa tidak berguna menjadi seorang istri, dia ingin melayani suaminya, tapi Ryan seolah olah tidak menginginkan Rey melayani nya.
Ada apa dengan Ryan? Itulah pertanyaan terbesar dalam benak Rey. Apakah dia tidak mencintai Rey lagi? Tapi Ryan kan sangat memanjakan Rey, bahkan sangat posesif pada istrinya. Tapi kenapa di waktu yang sama seolah Ryan menghindari Rey apalagi saat di tempat tidur. Rey terlalu malu untuk meminta Ryan menemani nya tidur, Rey sangat merindukan belaian suaminya, baru bermesra sesaat lalu sekarang kenapa kembali hambar?
Ada apa dengan Ryan??
__ADS_1