
Rey baru saja terjaga dari pingsan nya,. dengan cepat dia bangkit dari tidur nya, menatap sekeliling , kini dia berada di sebuah kamar kecil bercat putih, disamping pintu keluar terdapat jendela kecil yang menandakan bahwa waktu diluar sudah beranjak siang
Rey termenung mengingat ingat kembali kejadian di malam itu. Tiba tiba dia mengingat bagaimana kondisi ayahnya yang meregang nyawa dengan mengerikan.. Rey menangis histeris memanggil sang ayah mencurahkan semua kesedihan nya d balik bantalnya
Waktu sudah semakin sore Tapi Rey masih saja tidak beranjak dari tempat tidur kecil itu, Air matanya sudah habis, matanya bengkak karena saking lamanya menangis.
Tiba tiba pintu terbuka, seorang wanita tua memasuki kamar Rey dengan membawa sebuah nampan berisi makanan. dan minuman
"Non.. silahkan dimakan dulu " ucap nya. sambil menyimpan nampan di nakas disamping tempat tidur
Tidak ada jawaban dari Rey
Wanita tua itu yang bernama mbok Marni segera keluar kembali
Sudah 2hari mbok Marni mondar mandir membawa makanan untuk Rey tapi sepertinya gadis itu tidak berminat bahkan untuk Sekedar menoleh makanan nya.
__ADS_1
Di ruang makan Ryan sedang menikmati sarapan nya
"Mbok.. apa gadis itu sudah mau makan? " ucap Ryan
"Belum tuan, dari kemaren dia sepertinya sama sekali tidak beranjak dari tempat tidurnya"
"Huh.. dasar tidak berguna " umpat Ryan kesal
Ryan begitu kesal ..karena tidak mendapatkan barang nya kembali dalam misi itu, justru yang dibawa nya Hanya seorang gadis bodoh yang menyusahkan nya. Bahkan Ryan kehilangan beberapa anak buahnya dalam insiden malam itu.
"Rey putri ku.. ayah baik baik saja d sini. ayah pun ingin kamu baik baik saja .. ingat nak kamu anak ayah.. ayah tidak mendidik mu untuk menjadi wanita cengeng." ayah tersenyum. dan pergi Meninggalkan Rey
"Ayaaah" Rey terbangun dari tidurnya dengan nafas yang begitu cepat. Keringat membasahi baju nya yang sudah ngga jelas bau dan rupanya, enth sudah berapa lama Rey tidak mandi.
Rey menyandarkan tubuhnya ke tembok. Teringat kalimat terakhir yang ayah ucapkan bahwa dialah harapan ayah dan ibu
__ADS_1
"Ibu.. " Rey belum.tau keadaan ibu, tapi hati kecilnya yakin ibu masih berada d gudang tua itu.
"Aku harus menyelamatkan ibu tapi bagaimana? "Rey mengacak acak rambutnya frustrasi. Marah dan kecewa pada keadaan nya harus kehilangan orang yang paling dicintai dalam hidupnya. Sosok ayah sekaligus guru. Satu satunya laki laki yang paling dekat dalam hidupnya.
Tiba tiba saja entah mengapa dia teringat kepada Kak Arin selaku tutor d Rohis nya dulu. Kak Arin yang sering mengisi kajian Rohis nya pernah berpesan" Seberat apapun masalahmu hamparkan sajadahmu.. menangislah dan rendahkan dirimu dihadapan Robbmu"
"Ya Allah... sudah berhari hari hamba melupakan Mu.. melalaikan kewajibanku". Rey menangis tapi ini bukanlah tangis kehilangan.. tapi tangisan penyesalan atas kekhilafan nya melupakan sang pencipta.
Rey segera beranjak dari tempat tidur. membuka lemari pakaian ukuran kecil yang tersedia d samping tempat tidur nya, mencari sesuatu yang bisa dia pakai d sana. Ternyata ada beberapa pakaian berlengan panjang dan celana yang Sesuai dengan ukuran nya, ada hijab Simpel ..yaah walau terlihat seperti bekas tapi lumayan lah.. pikir Rey
Rey bangkit untuk. membersihkan diri nya, menghilangkan segala penat, gerah dan kepedihan yang menguasai nya beberapa hari kemarin.
Rey menatap jam dinding yang menunjukkan jam 2 dini hari, dia bergegas menghamparkan kain yang ada untuk alas dia bersujud, sepertinya tuan rumah memang tidak menyediakan peralatan ibadah untuknya.. biarlah yang penting menutup aurat.. batin Rey
Di heningnya malam Rey tersungkur sujud memohon ampunan dan kekuatan. kepada Dia Raja segala kekuatan, mencurahkan keluh kesahnya, dan memohon petunjuk agar bisa menemukan ibunya.
Rasanya begitu plong. beban berat yang menghimpit kepala nya beberapa hari kemaren terasa hilang. Kini Rey tampak lebih tenang dan sudah bisa berpikir jernih.
__ADS_1
"Aku harus mencari tahu dimana keberadaan ibu, sepertinya pria yang bernama Ryan itu tahu siapa yang menculik kami" gumam Rey
Rencana Rey saat ini adalah mencari informasi sebanyak mungkin di tempat ini, Rey harus tahu siapa kawan dan siapa lawan.