
Adrian terbangun dari tidurnya, rasa sakit dikepalanya sudah hilang, dia melihat sekeliling yang masih tampak asing, kemudian dia teringat bahwa tadi dia sedang berasa di apartemen rey. Adrian beranjak dari sofa dan mencari sosok Rey. Dilihatnya ada seorang wanita cantik dan anggun sedang memasak di dapur, Adrian menatap tak berkedip kepada Rey, heii.. wanita ini, kenapa dia terlihat anggun dan menggemaskan , penampilan nya sangat berbeda ketika di dalam rumah.
"Eheemmmm.. sedang apa Rey? " Adrian menghampiri Rey di dapur nya.
"Eh.. sudah bangun rupanya? aku sedang memasak gurame asam manis.. makanan favorit mm...! " Rey hampir keceplosan mengatakan makanan favorit Ryan. "Ehh.. makanan favorit ku! "
Aduh Rey... jangan gegabah.. ingat Rey... hati hati. "Ayo Ryan kita makan dulu"
"Waah.. maaf ya jadi merepotkan mu"
"Ngga repot kok! " Rey memberikan nasi dan lauk pauknya ke piring Ryan ..aku akan melayani mu seperti seorang istri walau kamu lupa Ryan.
Adrian tampak menikmati masakan Rey . "Waah..masakan mu sungguh enak rey,aku ngga nyangka, wanita gagah sepertimu memiliki sisi lain saat di rumah."
Akhirnya aku bisa memasak untukmu Ryan, aku senang kamu suka,, tidak sia sia aku belajar memasak.. Tanpa sadar Rey meneteskan air matanya.
"Rey kenapa kamu menangis?" Adrian kaget melihat Rey meneteskan air mata sambil menatapnya.
"Eehh.. ngga kok, aku tadi lupa belum cuci tangan, ini bekas pegang bawang jadi perih . "Jawab Rey asal.
Hening... keduanya tampak asik menikmati hidangan di piring mereka.
"Rey".. Adrian
"Ryan".. Rey
ucap mereka berbarengan.
"Ya?
"Ya?
berbarengan lagi...
"Aiishh..kenapa kita selalu begini?" ucap Adrian sambil tertawa
__ADS_1
Karena kita sehati Ryan. "Ehh.. baiklah silahkan kamu dulu Ryan! "
"Tadi ketika di basemen... kenapa kamu menangis? apa ada masalah? "
"Ooh.. ngga apa apa Ryan.. hanya masalah keluarga saja! "
"Rey kamu jangan sungkan, jika butuh bantuan ku, aku siap membantu! "
Aku butuh bahumu untuk bersandar ryan. "Terimakasih Ryan, aku senang mendengarnya, ........ Mmmmm.... Ryan sebenarnya kamu punya penyakit apa? Tadi kamu sangat kesakitan gitu. "
"Aku memang sering begitu Rey, kalau alerginya kambuh, kepala ku akan sakit hebat "
"Sejak kapan? "
"hampir 3tahun"
"Emangnya apa yang terjadi padamu 3tahun yang lalu, sampai jadi begitu?
"Aku mengalami kecelakaan, dan kepalaku terkena balok besar, sampai ahrus di operasi "
"Rumahku kebakaran, dan aku terjebak di dalam nya, hingga atap rumah menimpa kepala ku! Sejak itu, aku sering merasa sakit kepala hebat, oh iya... tadi kamu kasih obat apa? "
"Oh.. itu ramuan herbal, aku sering meminumnya, kanapa? "
"Aku merasa Enakan, biasanya sakit kepala akan hilang kalau sudah minum analgesik dosis tinggi, tapi tadi aku bisa sembuh dengan sendirinya, ..pasti karena obat dan pijatanmu Rey! makasih ya! " Ryan tersenyum manis.
"Tidak perlu sungkan Ryan.. kalau kamu perlu nanti aku siapkan untukmu! "
"Ah.. tidak usah Rey.. istriku sangat protektif, dia tidak mengijinkanku memakan obat sembarangan, "
"Ooh.. " ...Istri? aku istrimu juga Ryan.
"Ryan... maaf ya.. tadi aku sudah lancang memelukmu! "
"ahh.. tidak maslah rey. aku ngerti kok"
__ADS_1
"Tolong rahasiakan pertemuan kita ini dari istrimu ya? " rey sedikit memelas
"Kenapa? "
"Aku tidak ingin dia salah paham saja! "
"Oh.. baiklah! "
kriing... kriing... HP Adrian berbunyi
"Halo sayang...
Kamu dimana, kata leon kamu ngga ada di kantor
"aku ada urusan sebentar sayang.. dan tiba tiba kepala ku sakit, jadi aku istirahat di rumah teman.! "
Ya sudah.. aku tunggu kamu sayang.. hati hati.. love you
"ok.. love you too" Adrian menutup panggilan telpon nya.
Kenapa sakit begini ya Allah.. melihat dia bermesraan dengan orang lain.. apa ini adil untukku?
"Rey.. terimakasih atas jamuan nya, aku harus pulang, !"
"Iya sama sama Ryan! "
"Btw... kenapa sekarang kamu memanggilku Ryan? "
karena memang itu namamu... "Apa kamu keberatan? " Rey balik bertanya
"Ahh.. tentu tidak Rey.. aku suka.
Akhirnya Adrian pamit, Rey menangis pilu melepas kepergian Ryan. Rasanya lebih sakit di saat menerima kabar kematian nya, kini Rey merasa sangat kehilangan dan cemburu dengan segala perilaku Ryan. Suami yang dulu mengumbar cinta dan kemesraan hanya untuknya seorang, kini sudah memiliki orang lain. Sakiiit!!!
💔💔💔
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungan ya.. vote, like, komen