
Setelah urusan dengan Peter selesai, Ryan pun mengajak Rey jalan-jalan ke Mall sesuai permintaan Rey. Hari itu Ryan ingin memanjakan istrinya, seperti pasangan muda pada umumnya yang berpacaran dan tentu Ryan dan Rey berpacaran setelah halal, selain lebih nikmat semua nya bernilai ibadah dan berpahala.
Rey terlihat senang dan menikmati kencan perdana nya di Mall megah itu. Ini adalah pengalaman pertama nya bersama Ryan .
Ryan sangat memanjakan Rey, semua barang yang diminta Rey dibelikan nya, bahkan Rey membeli beberapa boneka untuk seseorang yang akan menjadi tamu nya nanti.
Kemesraan kedua insan itu menarik perhatian banyak pasang mata. Terutama kalangan hawa yang merasa iri pada Rey, wanita cacat berkursi roda yang di manjakan oleh lelaki tampan dan tajir tentunya, Ya tentu mereka tau siapa pria tampan itu, wajahnya yang beberapa bulan ini sangat akrab di media elektronik dan media sosial, seorang pengusaha muda yang baru bangkit dari kematian.
Kini Ryan terlihat mesra dengan seorang wanita. Tentu ini akan menjadi berita besar. Siapa wanita beruntung itu? begitulah kira-kira pertanyaan di benak para netizen.
"Ryan.. aku mau Es krim dong" Rey menunjuk salah satu area Food Court di depan nya.
"Tentu tuan putri.. apapun untuk mu". Ryan mencubit pipi Rey, jujur saja Ryan senang dengan sikap manja Rey.
Mereka duduk menantikan pesanan nya, tiba-tiba datang seorang wanita cantik dengan penampilan nya yang seksi.
"Halo Ryan.. "
Rey dan Ryan menatap wanita itu bersamaan.
"Fani? Oh hai.. ".
"Wah.. tumben Ryan, baru kali ini aku lihat kamu jalan ke Mall.. boleh gabung? " Fani langsung duduk di dekat Ryan, tanpa menunggu jawaban dari Ryan dan Rey.
"Rey aku ambil dulu pesanan kita ya! " Ryan beranjak mengambil pesanan es krim yang tak kunjung datang .
Walau Ryan terlihat acuh, tapi dengan PD nya Fani tidak beranjak dari kursi nya.
"Kamu pasti adiknya Ryan kan? " Fani memindai penampilan Rey dari ujung rambut hingga ujung kaki. Yang Fani tau Ryan memang memiliki adik perempuan yang lumpuh.
"Adik? " Rey Menaikan sebelah alisnya. "Kamu siapa? "
__ADS_1
"Aku Fani.. rekan bisnis Ryan, sudah sejak lama kami menjalin kerjasama ".
"Aku bukan adik nya, Aku Rey.. istrinya Ryan". Rey tersenyum manis pada Fani.
"Istri??.. kamu?? Apa gak kebangetan bercanda nya mba!.. masa seorang Ryan punya istri cacat". Fani mencibir.
"Maaf.. ucapan anda sangat tidak sopan ". Rey menatap tajam lawan bicara nya.
Fani memang sudah lama mengenal Ryan, dia adalah putri tunggal keluarga Yogi Atmaja, memiliki Wajah yang cantik serta kekayaan dan kekuasaan yang dimiliki sang ayah, menjadikan Fani sosok wanita angkuh dan arogan.
"Ciihh.. aku hanya mengatakan realita , sungguh malang nasib Ryan kalau harus memiliki istri cacat, pantas saja Ryan menyembunyikan status pernikahan nya, pasti dia malu punya istri cacat seperti mu".
Rey terdiam, malas rasanya meladeni mulut pedas Wanita di hadapan nya.
Ryan datang dengan membawa es krim pesanan nya.
"Rey.. maaf lama ya, antrean nya panjang banget".
Apa? Rey bilang apa tadi? kakanda sayang? kamu imut banget sih. Nyosor di tempat umum lagi... Iih guemess.. Ryan terlihat senang.
"Sini.. aku suapin kamu yang, " Ryan menyuapi Rey tanpa mempedulikan keberadaan Fani, Ryan tau betul siapa Fani, sudah sejak lama Fani mengejar Ryan dan menyatakan perasaan suka nya secara terang-terangan.
"Eheemmmm... Ryan, apa benar dia istrimu? "
"Tentu dia istri ku, bidadari surga ku" Ryan membersihkan sisa es krim di bibir Rey.
Fani terlihat muak melihat adegan mesra di hadapan nya. "Kenapa kamu tidak mempublish ke media. kalau kamu sudah menikah? "
"Istriku terlalu berharga untuk ku pertontonkan ke hadapan umum" Pandangan Ryan terus tertuju pada Rey. "Aaa ... cepet mamam nya yang, kita harus pulang, kamu pasti lelah".
"Saking berharga nya, sampai malu diketahui orang punya istri cacat? permisi.. ". Fani beranjak dari duduk nya dengan kesal meninggalkan dua insan yang sedang berbahagia.
__ADS_1
"kamu gak pa pa kan yang? jangan di ambil hati ya, dari dulu dia emang gitu sifatnya".
"Sepertinya dia suka sama kamu deh".
"Sayang.. yang suka sama aku mah emang banyak dari dulu.. Tapi kan cinta aku cuma buat kamu yaang".
"Iddiih... lebay". Rey mencibir.
"Aku serius yaang.. cuma sama kamu aja aku lebay gini". Ryan mencium punggung tangan istrinya. "Btw.. tadi kamu Manggil aku apa yang? "
"Apa ya.. aku lupa". ucap Rey berpura-pura.
"Lagi dong yang.. bilang kaya tadi.. aku suka".
"Gak mau... aku lagi kesel ".
"Kok kesel sih.. emang salah kakanda apa adinda sayang? " Ryan memeluk istrinya.
"Ishhh.. lepas Ryan.. malu tau banyak yang liat". Rey mencoba melepaskan pelukan Ryan.
"Biarin.. biar semua orang tau kamu itu istriku.. adinda ku sayang" . Cup.. Ryan mengecup dahi Rey.
"Gimana kalau mereka mengira aku adikmu? sama Seperti Fani tadi".
"Apa?? dia kira kamu adik aku, Hmmm...". Ryan berpikir mencerna ucapan Rey, selama ini memang Ryan belum mengenalkan Rey secara resmi kepada para rekan kerja nya, pernikahan Ryan dulu hanya di hadiri kalangan tertentu dan tidak di expose ke media.
...*Baiklah.. sudah saatnya aku mengenalkanmu pada dunia adinda sayang.. ...
...💖💖💖...
komen n like nya dong*!!!
__ADS_1