
Malam itu Rey sudah bersiap menunggu Ryan yang masih berada di kamarnya.
Ryan turun memakai pakaian resmi untuk ke kantor, karena memang beralasan ada meeting dengan klien nya di kantor. Rey tidak peduli Rey terus membuntuti Ryan bersiap menaiki mobilnya.
"Rey kamu mau ikut aku meeting"? sindir Ryan
"aku bukan anak Tk yang bisa kamu bohongi Ryan"
"Aku serius aku mau meeting.. iya kan Alex? " Ryan meminta penegasan dari Alex
"I.. iya tuan" Alex melirik sinis pada Rey.
"Oke kalau begitu aku ikut kamu meeting malam ini.. " Rey langsung duduk di kursi belakang mobil Ryan
"Ampun ini cewek keras kepala nyaaa.. kalau gua ngga cinta udah dikurung deh ah .. !"Ryan menggerutu sendiri
Mobil melaju meninggalkan kediaman Ryan. Alex bingung kemana dia akan membawa mobil itu,
"Tuan.. maaf kemana tujuan kita sekarang? "
"Gudang" Ryan menjawab ketus
__ADS_1
" Bukan nya tadi mau ada meeting di kantor? " jawab Rey tersenyum menyindir
"Rey.. dengar aku baik baik.. aku sudah punya rencana yang matang untuk misi malam ini. nanti kamu cukup diam di mobil oke? "
Rey diam tidak peduli
Ryan yang merasa di acuhkan, segera meraih tangan Rey,
"Rey.. aku serius, tolong lah bekerjasama! " ucap Ryan Frustasi
"Aku bukan bawahan mu, aku tidak menerima perintah dari Siapapun.. titik! " Rey melepaskan genggaman Ryan
"Oke.. terserah apa mau kamu, tapi ingat jangan jauh jauh dari ku. bisa kan Rey? "
"Hei aku bukan ayahmu.. tapi ayah dari calon anak anak mu sayaaang.."! Ucap Ryan mengedipkan mata indahnya pada Rey
"Iih... mimpi kali! " Rey bergidik
"Oke Rey kita sudah sampai gudang. pilihlah senjata yang kamu suka,!"
Mereka sudah mulai bersiap.. kali ini Ryan membawa 5 orang anak buahnya. 2 buah mobil berjalan beriringan menuju kediaman Arthur.
__ADS_1
Malam ini Arthur seharusnya tidak ada di rumah,karena siang harinya anak buah Ryan membuat janji untuk transaksi senjata api malam ini di tempat yang lumayan jauh dari kediaman Arthur,
"Ryan coba berikan laptopnya.. aku akan memastikan posisi ibu ada dimana" Ryan langsung menyodorkan laptopnya dan mulai bersiap
Setelah Rey tahu posisi ibunya.. dan melihat keadaan di rumah Arthur tampak aman dan tidak mencurigakan , Ryan dan Rey segera mencari kamar tempat dimana ibu Sri Ayu berada sedang para pengawal Ryan sedang mengamankan para penjaga di pintu masuk. Alex dan seorang supir lain nya berjaga jaga di mobil . Tampaknya rencana Pengalihan Ryan memang berhasil.
" Sepertinya ini kamar nya ...Ryan!" Rey berusaha membuka pintu, tapi sepertinya dikunci dari dalam.
Rey tidak mau membuang waktu, segera di arahkan pistolnya ke arah kunci pintu
dor.. dor.. pintu lngsung terbuka, terlihat ibu Sri Ayu yang sedang duduk di tempat tidur tampak cemas dengan adanya suara tembakan.
"ibu.. " Rey berlari memeluk ibunya
"Ana... " ibu kaget dan segera menyambut pelukan Rey
" Ana.. syukurlah kamu selamat" ibu menangis haru
" Rey kita harus bergegas.. " Ryan merasa tidak enak merusak momen haru ibu dan anak di depan nya. Tapi dia juga tidak mau ambil resiko berlama lama di sarang musuh.
"Ibu ayo kita harus segera pergi" Rey menarik tangan ibunya berlari menuju mobil Ryan
__ADS_1
Misi berhasil dengan sempurna tanpa ada pertumpahan darah. Rey tidak melepaskan pelukan ibunya selama di dalam mobil. Ryan terharu bahagia melihat Rey yang tidak hentii hentinya tersenyum bahagia pada ibunya.
*****************