
Di sebuah Mall besar tampak Rey sedang mengunjungi beberapa toko, wajahnya terlihat cantik dan ceria, walau penampilan nya masih terlihat tomboi . Hari itu Rey ingin membeli beberapa kebutuhan untuknya, kini rey ingin tampil anggun dan membeli beberapa gaun dan alat kosmetik, Rey juga berencana untuk pergi ke salon untuk melakukan perawatan. Tentu semua ini kerena Ryan, Rey ingin mendekati Ryan, ya... Rey bertekad akan mendapatkan Ryan kembali dan mengembalikan ingatan nya.
Saat Rey sedang asik memilih pakaian tiba tiba dia melihat Adrian yang sedang bergandengan tangan dengan seorang wanita cantik dan penampilannya sangat seksi, di sebelah kirinya Adrian memegang tangan anak perempuan yang lucu dan cantik, mereka terlihat menikmati kebersamaan dengan di selingi canda dan tawa. Siapapun yang melihatnya akan iri, karena mereka terlihat serasi Adrian yang terlihat tampan dan gagah walau sepertinya masih memakai pakaian kantor, sedangkan sang istri sangat cantik dan seksi.
Rey yang melihat adegan keluarga bahagia Adrian di depan matanya merasa hancur, hatinya sakit, cemburu, tapi mau bagaimana? apa yang bisa dia lakukan?
"Ryan.. ternyata dia sudah punya keluarga baru,? bahkan sudah memiliki anak? Rey berlari mencari toilet, dia sudah tidak sanggup menahan air matanya, Rasa bahagia yang baru semalam dimilikinya, saat tahu suaminya masih hidup, kini kembali terhempas begitu saja.
Hari itu Adrian mengajak Gwen dan mini putri mereka untuk makan siang, Adrian yang pergi dari kantor nya langsung menanti istri dan anaknya di sebuah mall .
"Sayang.. setelah makan aku dan mini mau langsung belanja ya".
"Baiklah,, tidak apa kan kalau aku tidak ikut menemani? " ucap adrian
"No problem honey" Gwen tersenyum manis pada Adrian suaminya.
Adrian pun langsung menuju tempat parkir, hari itu dia memakai motor sport kesayangan nya, karena mobil nya sedang di servis. Saat berada di basemen dia melihat seseorang yang mengendarai motor sport merah.
Sepertinya itu Rey.. Entah kenapa Adrian ingin sekali membuntuti Rey, Saking buru buru nya sampai tidak sempat memakai jaket dan masker nya.
__ADS_1
Motor yang ditumpangi Rey melaju sangat kencang, Rey mengemudi seperti orang yang sedang berada di lintasan balapan saja. Bahkan Adrian pun hampir kehilangan jejak rey
.
Dasar wanita aneh, seperti mau cari mati saja dia mengemudi. Adrian pun sudah tiba di sebuah basemen sebuah apartemen , dia mencari motor sport merah milik Rey. Tiba tiba dia melihat seseorang yang sedang menelungkupkan wajahnya di kedua lututnya, orang itu terlihat sedang menangis di pinggir motor sport merah miliknya.
"Rey?? kamu kenapa? " Adrian menghampiri Rey.
Rey yang kaget , mendongakkan kepala nya, wajahnya sudah sembab karena sejak berada di mall menangis,
"Ryaaan!!" Rey yang kaget melihat Ryan di depan nya, sudah tidak bisa lagi menahan dirinya, dia memeluk Adrian dengan erat, seolah ingin melepaskan semua kerinduan selama tiga tahun dalam ketersiksaan.
"Rey.. kamu baik baik saja? "
Di tengah kesedihan Rey.. "Hasyyi.. Hasyyi.. Hasyii". Sepertinya alergi Adrian kambuh karena dia lupa tidak memakai masker dan jaketnya, sedangkan dia tadi mengendarai motor sangat cepat demi bisa menyusul Rey.
"Ryan.. apa kamu sakit? " Rey melepaskan pelukan nya.
"Alergiku kambuh Rey, tadi aku lupa tidak pakai masker dan jaket, aku juga lupa ngga bawa obat ". Wajah Ryan terlihat merah.
__ADS_1
"Ayo kita ke apartemen ku Ryan, biar kamu bisa istirahat dulu".
Ryan yang terus menerus bersin mulai merasakan sakit di bagian belakang kepala nya.
"Akkkghh.. Rey kepala ku sakiiit! "
Rey memapah Ryan menuju Apartemen nya. Rey menidurkan Ryan di sofa dan menyelimuti ryan.
Dengan cekatan Rey membuat ramuan herbal yang selalu menjadi andalan nya, yang sudah menemani nya selama 1tahun di saat terberat rey.
"Ryan.. ayo minum dulu obat nya" Adrian duduk dan meminum obat yng diberikan Rey.
"Akkghhhh.. kepala ku masih sakit Rey, "Wajah Adrian meringis menahan sakit di kepalanya.
Rey membaringkan Adrian di pangkuan nya, Dengan lembut Rey memijit kepala Adrian, lalu memijit titik syaraf di telapak tangan Adrian.
Adrian memandang wajah Rey, sepertinya rasa sakit nya mulai berkurang.. ada apa dengan wanita ini, kepada orang lain dia tidak berani bersentuhan tangan, tapi hari ini dia memeluk ku dengan erat, dan sekarang dia memijat ku dengan lembut nya,, aah.. sentuhan nya sangat nyaman. Adrian pun terlelap di pangkuan rey.
Aku merindukan mu Ryan, dan sekarang kita begitu dekat,, tapi kenapa kita terasa jauh, ada sekat yang begitu besar yang menghalangi kita ... apa kamu bahagia dengan keluarga baru mu? Tidak pernah kah kamu memimpikanku Ryan? Rey mengelus lembut wajah adrian yang sedang tertidur, air matanya menetes tak bisa lagi dibendung.
__ADS_1
💔💔💔
Terimakasih sudah mampir.. mohon tinggalkan jejak dengan vote, like dan komen ya! Semakin banyak dukungan makin semangat up..