
Sudah seminggu ini Rey tidak mau melakukan therafi nya, Rey beralasan jika tubuhnya lelah dan hanya ingin beristirahat sejenak.
Ryan pun menyetujui keinginan Rey, karena baginya tidak baik juga jika harus memaksa Rey.
Akhirnya Ryan memutuskan untuk mulai beraktifitas di kantor, karena saat ini Rey sedang tidak menjalani therafi, pekerjaan Ryan tentu sangatlah banyak, semenjak Ryan sembuh dari amnesia nya, dia belum pernah memantau kondisi perusahaan nya.
Ryan meminta Ijin pada Rey untuk mulai bekerja.
"Sayang.. mulai hari ini aku akan kerja, aku sudah bilang sama ibu, kamu gak papa kan aku tinggal? " ucap Ryan sambil bersiap siap memakai baju kerja nya.
"Iya.. ga pa pa.. " Rey mendekati suaminya ingin membantu Ryan memakaikan dasinya. "Sini aku bantu pasangin".
"Sudah beres kok..." Ryan berjongkok di depan Rey. Ryan mengecup bibir istrinya sesaat..ya hanya sesaat, Selalu begitu dan begitu tidak lebih.
"Ayo kita sarapan dulu" Ryan mendorong kursi roda Rey ke ruang makan.
__ADS_1
Ibu Sri tampak sudah menyiapkan sarapan . "Rey ibu bikin nasi goreng favorit kamu,, makan yang banyak ya!"
Rey segera mengambil nasi untuk suaminya, jarak kursi yang agak jauh
membuat nya kesulitan.
"Biar aku saja Rey". Ryan segera mengambilkan nasi untuk Rey dan dirinya.
Bahkan melakukan hal sepele saja aku tidak mampu... useless. Tidak ada yang menyadari perubahan raut wajah Rey, Ryan dan ibu Sri sedang sibuk dengan sarapan nya masing-masing.
"Ingat ya sayang, minum obat dan jangan buat dirimu lelah oke!? Aku hari ini ada banyak urusan, jadi nanti pulang nya terlambat, kamu gak pa pa kan,? " Ryan mengecup kening istrinya.
Rey hanya mengangguk, melepas kepergian Ryan dengan seulas senyum.
Begitulah.. Ryan akhirnya harus sibuk dengan pekerjaan nya, terlalu banyak yang harus di benahi nya di kantor, apalagi sekarang dia tidak punya tangan kanan yang membantu semua urusan nya.
__ADS_1
Kembalinya Ryan Marcell ke kancah dunia bisnis setelah di kabarkan meninggal, tentu menimbulkan kehebohan. Hampir seluruh media meliput berita mengejutkan itu, rekan bisnis yang selama ini berhubungan baik dengan perusahaan nya pun tak segan mengadakan pesta penyambutan.
Sudah hampir dua minggu Ryan di sibukkan dengan pekerjaan nya. Pergi pagi dan pulang tengah malam. Apakah Ryan berubah? Ini bukan karena sebuah perubahan perasaan, Tapi ini semua adalah pengalihan. Ryan harus mengalihlan sesuatu yang mendominasi dalam dirinya. Hasrat.. ya hasrat yang baru saja tersalurkan, kini harus dibendung nya lagi. Tidak adil rasanya jika dia meminta hak nya sebagai suami saat Rey masih dalam keadaan labil.
Ryan sangat merindukan Rey, tapi mulutnya tak mampu meminta, rasa bersalah terlalu mendominasinya. Bahkan Ryan takut untuk sekedar tidur memeluk istrinya, dia takut tidak bisa mengendalikan dirinya.
Tapi ada hal penting yang Ryan lupakan, bahwa sesungguhnya Rey pun merasakan hal yang sama. Kerinduan sentuhan suami tercinta yang baru saja bersua kembali.
Juatru dengan sikap seolah acuh Ryan inilah, Rey semakin merasa tidak berguna dan tidak di inginkan .
Perasaan nya menjadi sensitif dan mudah berprasangka buruk.
...💔💔💔...
Komunikasi adalah hal penting yang harus ada dalam setiap hubungan, baik itu hubungan dengan keluarga, saudara ataupun orang luar, tapi di zaman dengan hadir nya kecanggihan komunikasi seperti saat ini, justru banyak orang yang kehilangan momen berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Miris ya? Semoga kita bisa selalu berkomunikasi baik dengan keluarga dan orang di sekitar kita.
__ADS_1