Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Makan Malam


__ADS_3

Malam itu Rey sengaja menantikan suaminya pulang, dengan bantuan Arin , Rey membuat dirinya tampil berbeda malam itu.


Ryan pulang saat menjelang makan malam, dia langsung bergegas ke kamar Rey.


"Assalamualaikum cantik.." Ryan tampak kaget melihat penampakan istrinya yang berbeda dari biasanya.


"Wa'alaikumussalam Ryan.. ". Rey. mencium punggung tangan suaminya. Ryan pun mengecup pucuk kepala Rey.


"Hari ini kamu nambah cantik aja deh yang... " Ryan berjongkok di hadapan Rey sambil memegang kedua tangan istrinya.


Rey tersipu malu, jantungnya berdetak lebih cepat.


"Kamu sudah makan ?"


Rey menggeleng.. "Aku sedang menunggumu Ryan".


"Baiklah.. gimana kalau kita makan di luar Hmm...???


Rey mengangguk setuju. Entah mengapa Rey rasa canggung.


Kenapa kamu malu malu gitu siii Rey.. guemess deh aku. Ryan mendorong istrinya ke halaman depan. Di sana sudah berdiri gagah Orion, kuda kesayangan Rey.


"Orion?? kenapa dia di sini?"


"Orion kangen kamu Rey.. dia ingin kamu menemani ya malam ini.. ayo!! "


Ryan langsung menggendong Rey. seolah mengerti kondisi majikan nya, Orion pun menekuk kakinya, agar memudahkan Rey duduk d punggungnya. Ryan pun duduk dibelakang Rey,memeluk erat istrinya, sambil memegang tali kekang Orion.


"Rey.. kamu ingat tidak saat kita naik kuda berdua dulu". Ryan meletakkan dagu nya di pundak Rey.


"Hmmmm... ". jujur saja Rey merasa canggung dengan sikap Ryan. Ada rasa Minder dalam dirinya.


"Nanti kita bulan madu lagi yaa.. waktu itu kan belum puas yang".


"Kapan? "


" kamu mau nya kapan yang? "


"Terserah kamu aja.. tapi kamu kan lagi sibuk Ryan".

__ADS_1


"Prioritas aku cuma kamu Rey sayang". Cup. .. Ryan mengecup pipi Rey.


Ryan semakin erat memeluk Rey. Orion membawa mereka ke sebuah taman bunga, di tengahnya sudah ada meja makan dengan suasana candle light dinner. Taman itu dihiasi dengan banyak lampion,


Rey begitu takjub dengan keindahan taman itu, bukankah itu taman di dekat rumahnya? tapi kini taman itu terlihat jauh berbeda.


Ryan mendudukkan Rey di kursi yang sudah dihias dengan indah. Ryan berjongkok di hadapan Rey , memegang kedua tangan istrinya.


"Rey.. apa kamu suka?"


"Aku suka banget.. indah". Pertama kalinya Rey mendapat perlakuan seperti ini dari Ryan.


"Rey.. maukah kamu berjanji padaku?" Ryan semakin memegang erat tangan Rey.


"Apa? "


"Aku sadar kalau aku belum begitu banyak mengenal mu Rey.. krena itu aku mohon, bicaralah padaku jika aku salah dalam bersikap, tolong jangan merahasiakan apa pun dariku Rey, aku tidak sanggup melihat mu terluka lagi karena aku".


"Maafkan aku Ryan.. aku memang sempat bingung dengan keadaan ku".


"Maukah kau berbagi duka mu Rey.. kepada suamimu sebelum pada orang lain? ".


"Sayaaang... " Ryan memeluk Rey mengecup pucuk kepalanya. "Aku tidak peduli dengan keadaan fisik mu, bagiku kamu tetaplah Reyhana Nugraha wanita istimewa dalam hidupku, sampai kapanpun dalm keadaan apapun".


"Kamu tidak malu memiliki istri seperti ku Ryan? "


"Heii... aku selalu bangga memiliki mu sayang... kenapa kamu bicara begitu? "


"Kemaren kamu makan malam dengan seorang wanita cantik.. siapa dia? "Rey menundukkan pandangan nya.


Ryan berpikir sejenak.. "Maksud kamu Reni? sayang.. dia itu seorang psikolog, aku sedang berkonsultasi mengenai keadaan mu, tadinya aku ingin mengajak mu konsultasi pada nya, tapi aku takut kamu tersinggung yang".


"Kenapa kalian terlihat akrab? "Rey cemberut kesal.


"Dia teman Sma ku sayang... Iih gemes deh ". Cup... Ryan mengecup bibir yang sedang cemberut itu. Eey hampir kelabakan mendapat serangan dadakan dari suaminya.


"Ryan.. nanti ada yang liat iiiih....malu tau". Rey mendorong tubuh Ryan.


"Abis nya bibir kamu ngegemesin deh.. dari tadi manyun terus" Ryan mengusap bibir Rey yang basah karena ulahnya. "Kalo manyun lagi.. aku samber lebih buas lagi..mau?? "

__ADS_1


Rey mencebik...."Coba aja kalo berani"


"Berani banget aku yang... siniii". Ryan mendekati wajah Rey yang sudah memerah.


"Ihh.. Ryan.. aku Laper... katanya mau makan malem.. mana makanannya? " Rey merajuk


"Iya.. iya... kan barusan menikmati makanan pembuka dulu yang". Ryan menjentikkan kedua jarinya.


Muncullah para Palayan membawa hidangan ke meja.


"Kok cuma satu piring ". Rey merasa heran.


"Kan aku mau disuapin sama kamu yang".


"Iih.. manja deh kamu....aneh!!


"Emaaang...... aaa dong yang".


Mereka menikmati hidangan istimewa itu sepiring berdua, saling menyuapi.


Rey merasa aneh dengan sikap Ryan,, tapi Rey suka , Hatinya merasa bahagia melihat perilaku Ryan.


"Jadi gimana nih.. masih cemburu gak"?Ryan menggoda Rey.


"Iih.. siapa lagi yang cemburu, aku kan cuma penasaran aja"


Iya.. iya.. sekarang masih penasaran gak? kalo masih aku telpon Reni sekarang supaya dateng kesini".


"Ngajak usah.. "


"AYang.....pulang yuuk.. aku kangen.. pengen itu.. ".


"Pengen apaan siih? "


"Hmmmm... olahraga sama kamu" Ryan berbisik di telinga Rey.


Rey merinding merasakan sensasi aneh di tubuhnya.


...💗💗💗...

__ADS_1


Mohon maaf jika episode ini garing bangeet😪.. othor nya abal abal dan minim pengalaman🤭.


__ADS_2