
Pintu Ruang operasi tampak terbuka, seorang dokter yang masih memakai baju operasi tampak di depan pintu.
"Keluarga pasien Rey??"
Dengan cepat Ryan menghampiri dokter tersebut.
"Saya suaminya dok, bagaimana keadaan nya? "
"Saat ini kondisinya stabil, tapi pelurunya mengenai beberapa syaraf di tulang belakang nya, jadi.... " Dokter itu menjeda ucapan nya. Memandang lekat Ryan dan keluarga nya yang sedang memandang nya dengan cemas.
"Jadi apa dok?" Ryan tidak mampu menahan kesabaran nya.
"Kemungkinan pasien akan lumpuh sementara, ".
"APAA! "Ucap Ryan, ibu Sri Ayu, Pak Panji, Lily dan Adam secara bersamaaan.
Ibu Sri terkulai lemas, Pak Panji langsung membopong nya menuju kursi.
Ryan begitu terpukul dengan kabar itu, Rey harus menanggung luka itu karena ingin melindunginya, Rey mengorbankan nyawa nya.
"Apa ada cara supaya dia bisa berjalan kembali dok? " ucap Ryan dengan suara lemah.
"Jika kondisi pasien sudah stabil bisa dilakukan fisioterapi, semoga saja malam ini kondisi nya tetap stabil, agar bisa terlewati masa kritis nya, saya permisi". Dokter itu kembali masuk ke ruang operasi.
...💔💔💔...
__ADS_1
"Ryan dan Pak Panji tampak berbicara serius di sebuah lorong rumah sakit yang sepi.
"Om.. aku mau pamit, ijinkan aku membawa pasukan om untuk menuntaskan pekerjaan ku, selama Leon masih berkeliaran , aku tidak akan merasa tenang".
"Kamu yakin? bagaimana dengan Rey?"
"Aku titipkan pada kalian, aku harus segera membereskan Leon sampai ke akar-akar nya om". Ucap Ryan dengan tangan terkepal.
"Baiklah.. bawa Adam bersamamu, dan berhati-hatilah!"
"Terimakasih om.. saya pamit Assalamualaikum ".
"Wa'alaikumussalam ".
Sementara itu orang yang sedang di cari Ryan, tampak Khusyu melaksanakan sholat di mushola yang cukup besar di rumah sakit itu. Di belakangnya seorang gadis cantik terlihat Khusyu menjadi ma'mum . Tidak lupa mereka memanjatkan doa untuk wanita yang mereka sayangi.
"Kak Adam.. apakah Rey akan baik-baik saja? " ucap Lily sambil terisak.
Adam membalikkan badan nya , memandang sesaat wanita yang dicintai nya, lalu Adam segera memalingkan wajahnya.
"Rey wanita yang kuat... dia pasti akan baik-baik saja, kita doakan saja ".
"Kak... terimakasih".
Adam melirik Lily sesaat,, "Untuk apa? "
__ADS_1
"Kakak telah membantu Rey untuk menyelamatkan ku dan kak Ryan, bagaimana cara kami membalas kebaikan kakak? " Lily menatap Adam yang sedang menundukkan pandangan nya.
Tentu ada caranya Lily sayang.. cukup kamu jadi istri abang . Adam tersenyum manis pada Lily, " Aku ikhlas kok".
Lily meraih tangan Adam, ingin mencium punggung tangan nya. Tapi tiba-tiba saja sebuah tangan kokoh menarik tangan Lily.
"Heh.. bukan mahram ,jangan pegang-pegang". Ucap Ryan yang baru saja datang ke mushola itu.
Adam memandang Ryan dengan kecewa. Huuh datang di saat yang tidak tepat.
"Apaaa? ngarep? " Ryan memandang Adam sambil menaikkan alis nya.
Adam melengos dan mendengus kesal.
"Kenapa kalian berdua an disini, ingat kata pak Ustadz, jangan berduaan dengan lawan jenis karena yang ketiganya... ". Belum selesai Ryan berbicara Adam memotong ucapan Ryan.
"iya iya.. ini setan nya baru dateng". Adam segera pergi meninggalkan Ryan yang sudah mengeluarkan asap di kepalanya.
"Dasar kurang aseemmm.... awas kamu Dam " . Gak akan aku restui kamu .
Ryan pun segera berpamitan kepada Lily, ada hal yang penting yang harus kakak urus, itulah alasan Ryan, dia tidak ingin adiknya bersedih jika tahu Ryan akan melakukan penyerangan besar-besaran ke markas Leon.
...💞💞💞...
Vote, like, komen pliss!!
__ADS_1