
Mohon like dan comment nya ya
Selepas sholat subuh Rey memberanikan diri untuk mengetuk kamar Ryan, karena sudah beberapa hari ini sangat sulit bertemu dengan Ryan,
Tok.. tok.. tok
tok.. tok.. tok
"Sepertinya Ryan masih tidur"
Ceklek..
Ryan yang baru bangun tidur tampak kaget melihat Rey ada di balik pintu kamarnya.
"Ada apa Rey? "
"Aku mau bicara, bisa? "
"Baiklah.. aku mandi dulu, kamu tunggu di ruang kerjaku"
Ryan segera menutup pintu kamarnya, dan menuju kamar mandi. Setelah 10 menit berada di kamar mandi, Ryan mencri pakaian terbaik nya, entah kenapa dia merasa ingin membuat Rey terpesona padanya. Ryan berdiri lama. di depan cermin memperhatikan penampilan nya yang dirasa sudah sempurna.
Ryan menengadahkan tangan nya sambil Berdoa"Ya Allah.. Jinakkan lah hati singa cantik itu untuk ku" Entah kapan terakhir dia berdoa menengadahkan tangan nya, beribadah pun tidak pernah, tapi dengan PD nya Ryan memohon dengan tulus agar keinginan terbesarnya di kabul oleh Nya. Yah memang begitulah kebanyakan dari manusia, ketika dirinya berada dalam kesulitan dan menghadapi jalan buntu, mereka akan ingat kepada Tuhan nya.
Ryan bergegas menuju ruang kerjanya, sambil hatinya diliputi gelisah, menanti keputusan Rey.
Rey tampak menanti dengan setia kedatangan Ryan di sofa di ruang kerja Ryan.
"Maaf Rey kalau menunggu lama" tiba tiba Ryan datang mengenakan t-shirt hitam yang menampakkan kegagahan tubuhnya, Ryan duduk berdekatan dengan Rey, tercium aroma dari parfum mahalnya yang semakin membuat Ryan tampil mempesona.
Rey yang kaget karena Ryan duduk sangat dekat dengan nya, langsung beralih dari kursi nya menjaga jarak aman.
"Kenapa Rey? apa kamu takut padaku? "
"Eh.. cuma ngga enak aja kali Ryan duduk nya deket deketan kaya di angkot aja" saling berpandangan
"tapi suka kan deket sama cowok keren kaya aku? " berusaha mencairkan kegelisahan dirinya sendiri
"Apaan sih Ryan.. iyaa aku emang takut"
"Takut apa? seorang Rey bisa takut?" Ryan tersenyum menyindir
"Takut sama mahluk yang ketiga" ucap Rey
"Siapa orang ketiga, jelas jelas di sini cuma ada kita berdua Rey" tengok kiri kanan ingin memastikan ucapan nya sendiri
"Setan!" ucap Rey melengos
"Oooh" jawab Ryan walau tidak mengerti maksud Rey.
"Ryan.. aku mau membicarakan tentang obrolan terakhir kita"
__ADS_1
"Apa kamu berubah pikiran Rey?" Ryan berharap cemas
"Aku sudah yakin dengan keputusan ku Ryan. Tapi apakah harus dengan cara kita bertarung Ryan? Agar kamu melepasku? "Rey bicara sangat hati hati
Wajah Ryan yang tadinya cerah karena berduaan dengan Rey berubah marah, hatinya panas terbakar karena membayangkan akan terpisah dengan Rey.
"Kalau kamu tetap ingin pergi. ya kamu harus mengalahkan kan ku dulu."
"Baiklah.. kapan kita melakukannya " ucap Rey ragu
"Sekarang juga" Ryan bangkit dari duduknya menarik tangan Rey dengan paksa menuju ruang latihan nya di rumah belakang. Moodnya benar benar buruk, sia sia ternyata dia beberapa hari ini mengulur waktu
"Kenapa Rey,, sebegitu bencinya kah kamu padaku sampai sampai lebih rela menerima pukulan ku daripada menerima cintaku? "Ryan membentak Rey sambil terus menyeret Rey menuju Ruang latihannya
"Ryan.. tolong lepas aku bisa jalan sendiri.. sakit Ryan"! Rey menarik tangan nya. tapi cengkraman Ryan begitu kuat.
Akhirnya mereka sampai di ruang latihan, tempat khusus yang digunakan Ryan untuk latihan beladiri dan olahraga lain nya. Hanya ada mereka berdua di ruangan itu. Ryan tidak ingin ada seorangpun mengetahui pertarungan ini
"Baiklah kita mulai saja pertarungan ini, peraturan nya siapa yang jatuh duluan dia yang kalah , kalau aku kalah kamu bebas pergi sesukamu, tapi kalau kamu kalah kamu harus mau menikah dengan ku"
"Ryan... haruskan dengan cara seperti ini? apakah ini adil untuk ku Ryan? "
"Tentu saja adil.. kita sedang sama sama memperjuangkan keinginan kita bukan? bukan kah segala sesuatu yang kita inginkan harus kita perjuangan bagaimanapun caranya!"
Baiklah aku harus menang agar bisa terlepas darimu Ryan.. batin Rey
Aku harus menang Agar bisa mendapatkan mu Rey.. batin Ryan
Maafkan aku Rey.. aku tidak akan ragu menyerangmu,, aku ingin kita bersama..batin Ryan.
Pertarungan berlangsung sengit dan berimbang, Ryan dan Rey tampak kewalahan tapi mereka tetap tidak mau menyerah.
Ryan menerjang Rey dengan hantaman siku nya, tapi Rey menahan dengan sigap. kini mereka berAdu siku dan adu pandang , saling menatap tajam, Ryan terus mendorong tubuh Rey dengan sikunya itu, "Mengalah saja Rey, aku akan menjaga mu dan ibu dengan sangat baik"
"Tidak ada kata menyerah dalam kamus ku Ryan" Tetap menahan dorongan siku Ryan.
"Haah... aku lupa wanita dihadapan ku adalah Reyhana Nugraha yang keras kepala, kenapa aku bisa mencintai wanita sepertimu Heeh!! sebagai seorang wanita kamu tidak ada manis manis nya Rey! "
"Terimakasih atas pujian nya Ryan.. kalau begitu mari kita akhiri kekonyolan ini" Rey menendang titik lemah Ryan di bawah perut
"uukkh!!! kenapa kamu menendang senjata berhargaku Rey, ? " meringis
"Ups... maaf aku kira tidak ada aturan main dalam pertarungan ini bukan? " tersenyum puas
"Baiklah.. barusan hanya pemanasan saja Rey... kali ini aku tidak akan mengampuni mu"!
"aku tersanjung"! Rey tersenyim sinis
Ryan berpikir keras.. apa kelemahan wanita keras kepala ini? batin nya. Tiba tiba muncul sebuah ide... hmmmm
Ryan menendang wajah Rey ke arah kiri, dan kanan bertubi tubi, Rey mengelak dengan menundukkan kepala dan punggungnya, di saat itu dengan cekatan Ryan menarik hijab Rey hingga terlepas,
__ADS_1
Rey kaget karena tidak menyangka Ryan akan menarik hijab nya, terpaku sesaat
Ryan tampak lebih kaget, di hadapan nya kini tampak seorang wanita cantik dengan nafas memburu, matanya yang membulat , rambut nya tergerai indah sampai ke punggung, maksud hati ingin menyerang titik lemahnya, tapi justru kini dia menampakkan kelemahan nya sendiri.
Ya Tuhan kenapa dia cantik sekali
Kenapa kamu bisa selicik ini ryan..baik sekarang kamu kalah Ryan.
Rey tidak menyia nyiakan kesempatan berharga nya, dia menghantam dada Ryan yang masih bengong menikmati pemandangan indah di depan matanya .
Buukkkk?!!! Ryan jatuh terkapar ditindih oleh Rey. kini posisi Rey mencengkeram leher Ryan
Ryan yang masih dalam mode terpesona ditindih oleh wanita yang dicintainya , masih menikmati pemandangan indah di atas tubuhnya, belum menyadari kekalahan nya.
Rey beranjak dari tubuh Ryan mengambil hijab yang berada di genggaman Ryan, dengan cepat mengenakan hijabnya kembali.
"Kamu kalah Ryan... "! berlalu meninggalkan Ryan yang masih setengah sadar.
Setelah menyadari kekalahan nya Ryan bangkit berlari mengejar Rey. Memeluk nya dari belakang, tidak rela kalau dirinya telah kalah, tidak rela melepas wanita cinta pertama nya pergi.
"Apa yang kamu lakukan Ryan.. lepas! " berontak mencoba melepas pelukan erat Ryan
"aku mohon.. jangan tinggalkan kami! " suara Ryan bergetar. "Apakah kamu membenciku Rey?"
"Ryan lepaskan.. aku mohon. mari kita bicara baik baik ok! "
Ryan menuntun Rey menuju kursi taman
"Ryan tolong jangan salah faham.. aku tidak membencimu, aku memang harus pergi dari rumah ini, karena ada banyak hal yang harus aku lakukan"!
"kalau begitu biar aku membantu urusan mu itu Rey, dan tetaplah Disini, disampingku, aku mencintaimu Rey"!
"Ryan.. Kenapa begitu mudahnya kamu mencintaiku, bagaimana bisa? " Rey tampak ragu
"Karena kamu wanita pertama yang membuat ku terpesona, dengan segala kelebihan mu, kamu berbeda !"
"Maaf Ryan.. tapi aku tidak memiliki rasa yang sama dengan mu"!
"Tapi Rey.. aku yakin suatu saat kamu akan bisa mencintai ku"! memaksa
"Aku tidak bisa Ryan.. maaf"!Rey memalingkan wajah nya
"Kenapa Rey.. beri aku alasan yang masuk akal agar aku bisa merelakan mu pergi! "
Rey.. tampak ragu tapi dia harus bicara jujur mencurahkan isi hatinya.
"Ryan.. apa kamu lupa? aku ini anak seorang jendral, yang dibesarkan di atas prinsip kebenaran, ayah mendidik ku dengan sangat baik, dan aku bangka memegang prinsip itu, karena aku yakin aku benar , dan kamu Ryan, aku tahu kamu sangat baik padaku dan ibu, tapi aku tidak akan melupakan Fatka bahwa kau adalah seorang pebisnis senjata ilegal, !"
Deg!! "Rey.. kamu harus tahu aku melakukan ny karena hobi saja.. aku bisa menghentikan kapan pun usaha itu, karena itu bukan pekerjaan utamaku! "
"Justru itulah Ryan, aku tidak mengerti dengan tindakan mu, jika saja kamu orang yang sangat miskin dan membutuhkan makan lalu kamu melakukan. kejahatan agar perutmu kenyang, mungkin aku bisa mengerti. Tapi lihatlah dirimu, hanya karena hobi kamu melakukan bisnis haram, Pernahkan kamu berpikir Ryan bagaimana jika orang yang membeli senjatamu adalah orang jahat yang justru akan melukai orang yang kamu sayangi"!
__ADS_1
Ryan diam tertunduk lama..