
Setelah kejadian pembullyan terhadap Rey, walau pada kenyataan nya,Fani dan teman-teman nya lah yang terluka , dengan tiba-tiba Ryan langsung memutuskan kontrak kerjasama bisnis dengan perusahaan Yogi Atmaja, tentu itu sangat berdampak buruk bagi perusahaan mereka, Hal ini membuat kekesalan Fani pada Rey semakin besar.
Apa siih istimewa nya cewek cacat itu??. Aku harus bisa mempemalukan nya di depan publik agar Ryan menyesal punya istri cacat seperti nya.
Kenapa coba merahasikan pernikahan nya? pasti karena malu kan?? Ciiih.... aku harus membongkar pernikahan nya ke publik.
Fani berpikir bagaimana melancarkan rencananya.. Ahhhaaa.. aku ada ide!!
...💖💖💖...
Seperti biasa aktifitas di pagi hari Rey dan Ryan selalu berada di halaman belakang, melatih otot otot kaki Rey, walau belum bisa berjalan, tapi kini Rey sudah bisa berdiri lama menopang tubuhnya sendiri.
"Ayoo sini dinda sayaaang... maju ayo.. aku yakin kamu bisa". Ryan sangat senang melihat perkembangan kaki Rey .
"Ryaan.. Jangan jauh jauh doong.. aku takut.. siniiih deketan, Rey mencoba meraih tangan Ryan yang menjauh".
"Kamu bisa sayaang.. Ayoo cepetan nanti aku kasih hadiah deeh".
"Apa hadiahnya? " Rey sumringah
"Pijat plus plus... "Ryan mengedipkan matanya menggoda Rey.
"Ishhh.. itu mah enak dikamu dong ayyy".
"hahaha.. ya udah kamu mau hadiah apa ".
"Jalan-jalan naik kuda". ucap Rey sambil tersenyum usil.
"Jalan bareng Orion? Okee sayang... ayoo".
"Tapi kuda nya bukan Orion... tapi kamu Ryan... hahahaha".
"Astaghfirullah ini istri... sama suami bilang kuda.. kuawalat kamu Yaang".Ryan menghampiri Rey. "Ayoo cepet jalan yaang... nanti aku gendong sepuas kamu". Ryan terus menyemangati Rey.
Dengan semangat Rey berusaha menggerakkan kaki nya, kaki nya mulai bergetar hebat, rasa sakit menjalar dari lutut hingga pinggang nya, dan Bruuukk!!! Rey jatuh ke rumput.
Ryan segera menghampiri Rey. "Kamu ngga apa -apa sayang? ". Ryan tampak cemas. Rey menggeleng .
"Gendooong". Rey merajuk manja. Entah kenapa Rey sangat menikmati sifat manja nya ini. Padahal dulu Rey bukanlah wanita manja, tapi memang pada fitrahnya wanita adalah tulang rusuk dari laki-laki yang ingin dilindungi dan di sayangi, mungkin itulah yang terjadi pada Rey.
Ryan tersenyum senang melihat istrinya merengek ingin di gondong, segera menggendong Rey di punggungnya.
"Siaap dinda sayaang? " Ryan sudah menggendong Rey di punggungnya, dan berlari lari kecil mengelilingi halaman belakang yang sangat luas itu.
__ADS_1
Di punggung Ryan, Rey tertawa bahagia, menikmati kasih sayang dari suaminya. Setelah Ryan mengitari halaman cujup lama, Ryan menjatuhkan diri mereka berdua di rumput hijau yang cukup tebal itu. Kedua insan itu tidur terlentang beralaskan rumput beratapkan langit.
"Gimana sayang..... sudah puas? " nafas Ryan masih tersengal sengal.
"Aku bahagia Sayang.... aku sangat menikmati curahan kasih sayang mu". Rey memandang langit yang terbentang cerah sambil menggenggam tangan Ryan.
"Aku senang, melihat mu seperti ini Rey, tetap bersyukur dengan keadaan mu".
"Bagaimana aku tidak bersyukur sayang, jika suamiku begitu memanjakan ku". Rey memandang wajah suaminya, memberikan senyum termanis nya.
"Aku akan selalu menghujani mu dengan cinta dinda sayang.. sampai kamu merasa bosan". Ryan balas menatap Rey.
"Aku takut justru kamu yang bosan sama aku Ryan... " . Rey menatap sendu.
Ryan memiringkan badan nya, menahan badan nya dengan siku nya. "Rey sayangku,.... kamu adalah cinta pertama dan terakhirku, percayalah sayang".
Rey termenung sesaat. "Bagaimana jika aku tidak bisa memberimu keturunan Ryan? ".
"Tidak masalah sayang, bisa kita pikirkan cara lain". Ryan mengelus pipi Rey. Mengecup dahi Rey.
"Aku merasa Minder Ryan, aku merasa semakin tidak sempurna".
"Dinda sayaaang... apakah ibunda Aisyah Minder ketika tidak bisa memberi keturunan pada Rosulullah? tidak kan sayang! beliau tetap menjadi wanita mulia karena keimanan nya, sedangkan urusan anak adalah pemberian dari Allah".
Rey bersandar di dada suaminya, Lengan Ryan menjadi bantalan untuk kepala Rey. "Tapi aku bukan wanita mulia , aku wanita biasa yang penuh dosa".
Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sedang menyaksikan kemesraan yang mereka lakukan.
Lily dan Adam yang sedang duduk di kursi dapur tentu bisa melihat adegan kemesraan Rey dan Ryan.
Tanpa sadar Lily bergumam "Hmmmm.... Kapan kak Adam bisa semesra itu".
Adam pun tanpa sadar bergumam "Jika sudah halal sayang... ".
Lily yang sudah tersadarkan dari lamunan nya segera menoleh pada Adam. Eeh...?? Apa kak? " .
Adam terlunjak kaget. "A...aapa emang? " , Adam segera berdiri "Maaf.. permisi aku ada urusan". Aduuuuh Adaaam.. ngomong apa sih kamu. Adam memukul mukul dahi nya sendiri.
Lily tersenyum malu melihat wajah Adam yang sudah memerah yang setengah berlari meninggalkan nya di dapur.
...💕💕💕...
Malam harinya, Ryan mengajak Rey menghadiri pesta ulang tahun perusahaan Atmaja, sebenarnya Ryan merasa aneh juga, padahal mereka sudah tidak bekerjasama tapi justru Ryan diundang sebagai tamu kehormatan .
__ADS_1
Awalnya Rey menolak untuk ikut, tapi Ryan memohon pada nya, Ryan ingin menunjukkan pada rekan bisnis nya bahwa dia sudah menikah dan tidak akan ada lagi yang mengganggu nya, termasuk Fani salah satunya. Ryan menduga ada rencana busuk Fani di balik undangan nya itu, tapi Ryan tentu sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi, karena dia tidak ingin Rey kembali dilukai oleh Fani.
Acara pesta itu dihadiri oleh kalangan pejabat dan rekan bisnis keluarga Atmaja. Ada sedikit kelebihan yang tidak biasanya, di lobi hotel tempat acara berlangsung dipenuhi oleh para wartawan, tentu ini hal yang tidak biasa, karena biasanya mereka akan segera diusir paksa oleh para bodyguard sang pemilik pesta.
Malam itu Rey dan Ryan tampak serasi, walau dengan memakai kursi roda tidak menghilangkan pesona Rey, dengan telaten Ryan mendorong kursi roda istrinya menuju ballroom hotel tempat berlangsung nya pesta.
"Sayang.. kamu ngga apa-apa? " Ryan khawatir Rey merasa tidak nyaman.
"Selama kamu berada di sisiku.. aku pasti akan baik baik aja " Rey tersenyum pada suaminya, ingin menunjukkan bahwa dia tidak apa-pa. Walau sebenarnya Rey merasa canggung, karena untuk pertama kalinya semenjak memakai kursi roda dia berada di acara pesta.
Ryan berjongkok di depan Rey,"Aku pasti akan selalu di sisimu, tidak akan ku biarkan seorangpun menyakitimu lagi".
Pesta pun berjalan sangat meriah, rupanya Peter pun diundang di acara tersebut. Ada rasa aneh memenuhi pikiran Peter. Kenapa Ryan menghadiri pesta ini, bukankah Fani sudah begitu jahat pada Rey. ...dan kenapa pula dia membawa Rey ke pesta ini, bagaimana jika dia dipermalukan .
Para tamu undangan pun tidak kalah heran melihat Ryan membawa seorang gadis di kursi roda, banyak yang berbisik bisik saling bertanya heran, Siapa wanita berkursi roda itu??
Fani sebagai tuan rumah, tampil sangat mempesona, dengan gaun malam yang seksi dia mencuri perhatian para tamu undangan, ketika melihat incaran nya hadir Fani merasa senang, Tunggu saja Rey, hari ini aku akan mempermalukanmu.
Rupanya tuan rumah sudah merencanakan pesta dansa, semua undangan di arahkan untuk berdansa dengan pasangan nya masing-masing.
Ryan dengan setia tetap berada di samping istrinya, dia tidak peduli dengan tatapan para rekan nya, baginya saat ini yang penting berada di samping Rey, dan memastikan bahwa Rey baik-baik saja.
"Halo Ryan sayang,, terimakasih sudah berkenan hadir di pesta ku, " Fani hendak menyalami Ryan, tapi Ryan mengacuhkan Fani.
Fani sama sekali tidak mempedulikan keberadaan Rey, "Ryan kenapa tidak berdansa? Ouwh... maaf.. aku lupa kalau istrimu cacat". Fani menutup mulutnya seolah tidak sengaja berucap.
Ryan hampir saja tidak bisa mengontrol emosinya, Rey segera meraih tangan suaminya,, "ayaang.. aku mau berdansa dengan mu".
"Kamu yakin sayaang? Gimana kalau kakinya sakit? " .
"Kan biasanya juga di gendong". Rey menjawab dengan suara manjanya. Membuat wanita seksih di depan nya merasa panaasss.
"As you wish honey". Ryan membawa Rey menuju lantai dansa, Ryan berjongkok di depan Rey, membuka sepatu Rey dengan hati-hati, sesekali tatapan nya melirik nakal pada Rey, mengusap kaki mulus Rey.
"Kakimu bikin aku ***** sayang... pulang aja yuuk, kita bobo ?". Rey tertawa senang dengan prilaku nakal suaminya.
Ryan lalu menyimpan kedua kaki Rey di atas kaki nya, lalu mengangkat Rey agar tegak berdiri bertumpu di atas kaki Ryan, tangan nya memeluk erat pinggang Rey, Kini mereka tampak saling memandang mesra, berdansa mengikuti Irama musik, tangan Rey melingkar di leher Ryan, mereka tidak mempedulikan tatapan iri para wanita dengan perlakuan Ryan yang sangat memanjakan Rey.
"So sweet "
"Iihhhh... udah cakep, romantis pula"
Yaa... para wanita itu dibikin Baper dan mereka semakin penasaran siapakah wanita beruntung itu??
__ADS_1
interaksi dua insan itu sontak menjadi perhatian semua orang, bahkan beberapa wartawan senior yang diperkenan kan masuk segera mengabadikan adegan romantis itu dengan kamera mereka.
Fani terlihat geram, karena rencana nya ingin mempermalukan Rey justru malah membuat Rey semakin diatas angin.