Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Berpamitan


__ADS_3

Sudah 2 minggu lamanya ibu Sri Ayu tinggal di rumah Ryan, setiap hari ibu selalu saja memanjakan lidah para penghuni rumah dengan masakan lezatnya. Ibu memang pandai memasak, selain pandai memasak juga ibu pandai dalam segala hal yang berkaitan dengan urusan rumah tangga , karena dari sejak menikah ibu memang selalu fokus mengurusi semua urusan di rumah, beliau tidak begitu suka dengan kegiatan di luar rumah.


Ibu memang cukup betah tinggal di rumah Ryan, karena di beri kebebasan dalam mengatur urusan rumah oleh Ryan, dan Lily pun sangat manja pada ibu, ibu serasa mendapat kan putri baru yang di idamkan nya selama ini, seorang putri yang bisa diajak melakukan. aktifitas di rumah bersama , hal yang tidak ibu dapatkan dari Rey.


Tapi rasanya tidak enak juga kalau harus Numpang di rumah orang lain terlalu lama. Apalagi tidak ada hubungan darah sama sekali, ibu khawatir hanya akan merepotkan saja.


"Ana mau sampai kapan kita tinggal Disini nak? " tanya ibu sambil mengelus rambut Rey yang sedang tiduran di pangkuan ibunya.


"Ibu ngga betah tinggal Disini? "Rey malah balik bertanya


"Bukan begitu sayang, ibu hanya risih saja, kita tinggal di rumah orang lain yang jelas jelas tidak ada hubungan apapun dengan kita, ibu juga kangen ingin pulang ke rumah kita." mata ibu berkaca kaca


" Bu.. Ana juga kangen ingin pulang ke rumah, tapi sepertinya sekarang kita belum bisa pulang ke sana, ana khawatir masih ada musuh ayah yang mengincar kita di sana.Ana juga belum siap tinggal di sana tanpa ada ayah bu,itu akan sangat menyakitkan "


"Tapi an.. tidak baik juga kalau kita berlama lama di sini".


"Iya bu,, ana ngerti maksud ibu, jadi baiknya kita pergi kemana? "


"Kita pulang ke kampung halaman ibu saja ya sayang, kan disana masih ada rumah peninggalan nenekmu".


"Aku terserah ibu aja.. nanti aku pamitan dulu sama Ryan ya bu, tapi sebaiknya ibu harus merahasiakan tempat tujuan kita, aku ngga mau ambil resiko kedepan nya"


Hari ini Rey menunggu kepulangan Ryan dari kantor nya, seperti biasa Ryan tiba di rumah di jam makan malam. Semenjak kehadiran ibu lebih tepatnya semenjak Ryan menaruh hati pada Rey, Ryan memang lebih sering makan di rumah bahkan sangat betah diam di rumah. Ryan juga senang berlama lama menonton layar laptop nya sekedar untuk memperhatikan Rey di kamera cctv. tentu saja Rey tidak menyadarinya.


Kadang Ryan memberi hadiah hadiah kecil untuk Rey, kadang membawa coklat, makanan, pakaian bahkan Ryan tidak segan membeli handpone terbaru dengan harga sangat mahal untuk Rey.


Rey memang merasa aneh dengan perubahan Ryan yang 180derajat itu. Tapi Rey berpikir mungkin itu adalah bentuk ucapan terimaksih Ryan padanya karena sudah menyelamatkan Ryan dan Lily. Tapi belakangan ini Rey juga merasa semakin aneh dengan lily dan Ryan yang sering menyindir nya dengan bahasa bahasa yang menjurus.


Sebagai seorang wanita yang cerdas dan normal tentu saja Rey faham ke mana arah sindiran kedua bersaudara tsb. Tapi Rey pura pura tidak mengerti saja, karena terus terang Rey tidak ada rasa pada Ryan, jujur saja Rey suka dengan semua perhatian yang Ryan berikan, tapi Rey bukanlah tipe wanita yang mudah jatuh cinta hanya karena perhatian istimewa, bagi Rey ada hal yang lebih penting diatas segala nya dalam hidup ini memegang prinsip kebenaran sesuai yang diajarkan sang ayah .

__ADS_1


Rencananya setelah makan malam nanti Rey ingin berbicara dengan Ryan mengenai rencana nya,


"Ryan setelah makan nanti. ada Yang mau aku omongin, apa kamu ada waktu"? ucap Rey di meja makan.


"Tentu, " Ryan agak kaget juga Rey ingin ngobrol dengan nya, "Aku tunggu di ruang kerja ya Rey" ucap Ryan setelah menyelesaikan makan malam nya.


Setelah Rey membereskan makan malam nya, Rey segera menuju ruang kerja Ryan.


"Ryan... boleh masuk? "


"Ayo duduklah Rey"


Rey diam sejenak.. bingung mau memulainya dari mana


" Kata nya ada yng mau diomongin Rey" ucap Ryan sangat penasaran


Deg.. "Maksud kamu apa Rey? "


"Kami mau pulang Ryan"


"Pulang kemana? Diluar sana masih sangat berbahaya Rey"! Ryan meninggikan suaranya


"Tapi aku ngga bisa terus terusan tinggal di sini Ryan"


"Kenapa? aku dan Lily senang kalian tinggal disini"


"Tapi Ryan, walau bagaimanapun kami tidak mungkin tinggal selamanya Disini, apa tanggapan orang ?"


"Kamu jangan pedulikan orang lain dong Rey, cukup kamu pikirkan bagaimana perasaan aku dan Lily, kami sangat membutuhkan kalian"!

__ADS_1


"Maaf Ryan. tapi itu sudah menjadi keputusan ku dan ibu"


"Aku tidak akan biarkan kamu pergi dari rumah ini Rey, aku membutuhkan mu , aku mencintaimu, menikahlah dengan ku Rey! "


"Ryan" lirih Rey..."maafkan aku Ryan tapi aku tidak bisa"


"kamu tidak perlu menjawab nya sekarang Rey. pikirkanlah dulu, aku akn membuat mu bahagia.. aku janji"! Ryan menghampiri kursi Rey bersimpuh dihadapan nya.


"Ryan aku sudah memikirkan nya, aku yakin dengan keputusan ku"


"Rey.. aku mohon, untuk pertama kalinya dalam hidup ku jatuh cinta, dan kamu lihat betapa lily sangat bahagia dengan kehadiran kalian, apa kamu tega Rey? " untuk Pertama kalinya Rey melihat seorang Ryan meneskan air mata. Rey membisu untuk sesaat dia terpengaruh terbawa suasana, tapi dia teringat kembali akan tujuan dan harapan kedepan dalam hidupnya yang bukan hanya sekedar urusan cinta.


"Ryan.. aku sayang sama lily. tapi aku juga punya rencana dalam hidup aku untuk masa depan aku"


"Rey.. biarkan aku menjadi bagian dari masa depanmu.. aku mohon! "


"Tapi aku tidak mencintaimu Ryan"


Sakit.. itulah yang dirasakan Ryan mendengarkan pengakuan Rey. Tapi Ryan tidak mau menyerah dia rendahkan dirinya demi mendapatkan cinta pertamanya, Ryan tidak peduli walau Rey tidak mencintainya, toh cinta itu bisa hadir suatu saat nanti pikir Ryan.


"Baiklah.. aku akan membiarkan mu pergi, tapi dengan satu syarat " Ryan menatap tajam Rey


"Kamu harus bertarung dengan ku Rey. jika aku kalah aku lepaskan kalian, tapi jika kamu kalah maka kamu harus mau menikah dengan ku,"


"Apaa? menikah? "


Maafkan aku Rey.. batin Ryan sambil berlalu meninggalkan Rey yang masih syok.


Ryan mengurung diri di kamarnya, bahkan semenjak perbincangan itu, Ryan tidak pernah mau bertemu dengan Rey, dia menghindari Rey. pergi ke kantor di pagi hari dan pulang di saat sudah sangat larut malam. Lily yng melihat keanehan itu berusaha untuk berbincang dengan kakaknya, tapi sepertinya Ryan sangat sibuk sampai hampir tidak pernah terlihat di rumah.

__ADS_1


__ADS_2