Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Penyelamatan


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan jam 1 dini hari, Jendral Danu dan Ryan tampak sedang mengamati sebuah gudang besar yang berjarak 20meter dihadapan mereka. Letak gudang tua itu dikelilingi oleh pohon pohon besar, hal ini memudahkan Ryan untuk mengamati sekeliling.


Sudah 4 hari berlalu setelah kecelakaan yang menimpa Istri dan anaknya, Jendral Danu yakin merek disekap di gudang tua itu.


"Kenapa d sana sepi sekali" bisik Ryan.. "ini sangat mencurigakan"


"Aku tidak punya banyk waktu tuan Ryan.. mungkin ini kesempatan berharga ku untuk menyelamatkan mereka" jawab Jendral Danu ketus


"Alex.. kamu berjaga d luar. aku akan membawa 5 pengawal ke dalam. sisanya. amankan d luar."perintah Ryan


"Baik tuan"


Tidak butuh waktu lama untuk memasuki gudang tua itu, dengan mudah 2 pengawal Ryan berhasil membekuk 3orang penjaga di depan pintu.


"Cepat cari barang Barangku" perintah Ryan kepada para pengawal nya


Jendral Danu dan Ryan melihat sekeliling. Ada 4 pintu tertutup di ruang tengah, dengan sigap mereka mencari target masing masing.


Ryan yang sudah bisa mendobrak 1pintu berteriak keras memanggil Jendral Danu. Dengan berlari beliau menghampiri kamar tsb.

__ADS_1


Seorang gadis dengan hijab hijau yang sudah tampak lusuh sedang terikat di sebuah kursi besi, dia terlihat sangat lemah karena ada beberapa luka lebam di wajah dan tubuhnya.


"Rey...! pekik jendral Danu hampir tersungkur jatuh


"Ayah"


"Mana ibumu Rey? "jendral segera melepas ikatan di tubuh Rey


"Aku tidak melihatnya selama d sini ayah"


Terdengar seluler Ryan berbunyi"Tuan Ryan anda harus bergegas keluar.. Arthur dan anak buahnya menuju ke arahmu" seru Alex


Di waktu bersamaan terdengar suara tembakan saling bersahutan dari arah pintu masuk gudang, dengan cekatan ayah menutup pintu ruangan yang terbuat dari kayu jati yang lumayan kokoh


"Tidak Ryan.. aku harus mencari istri ku dulu.. Rey kamu ikutlah dengan. tuan Ryan ok! " Ucap jendral Danu menatap tajam pada Rey


"Tidak ayah.. aku akan menemani mu" isak nya lirih


"Dengarkan ayah Rey.. ini perintah , kamu harus keluar dari tempat ini kamu harapan ayah dan ibu" ayah. masih menatap tajam pada putrinya itu. menatap lekat wajah sang putri seolah ini adalah sebuah momen perpisahan

__ADS_1


"Tuan Ryan aku mohon kebaikan hatimu bawalah putriku bersamamu" ucap jendral Danu sedikit memohon merendahkan suaranya


Suara tembakan makin mendekati kamar, Diluar gedung tembakan saling bersahutan menandakan pertarungan masih berlangsung sengit.


Melihat kondisi yang kacau Ryan tidak bisa menolak permintaan sang Jendral dia segera menarik tangan Rey menuju ke jendela.


Rey berontak menepis tarikan Ryan.


"Hei gadis bodoh.. jangan mempersulit ku mengerti "teriak Ryan sambil mengarahkan pistol nya ke arah jendela


Prankkk!!! kini jendela itu sudah menjadi satu satunya jalan mereka melarikan diri


Rey melihat ayah yang saat ini berusaha menghalangi orang orang Arthur yang berusaha masuk. Ayah menembakkan pistolnya dengan tidak mempedulikan keselamatan dirinya lagi.


"Cepat pergi Rey" teriak ayah tanpa menoleh sedikitpun


Ryan. menarik. Rey dengan sangat keras. mereka melompati jendela secara bersamaan


Diwaktu yang bersamaan dari dalam kamar terdengar suara tembakan yang semakin membabi buta.. Dengan mata kepalanya sendiri Rey melihat sang ayah terkena tembakan d hampir seluruh tubuhnya

__ADS_1


"Ayaaaah" Ray berontak ingin kembali masuk , Ryan yang sudah merasa sangat kesal memukul tengkuk Rey hingga pingsan.


 


__ADS_2