
Ryan memutuskan berkosultasi kepada seorang psikolog sesuai permintaan bu Sri Ayu, kondisi Rey yang semakin tertutup dan sulit diajak berkomunikasi , sangat membuat Ibu dan Ryan khawatir.
Sabtu malam Ryan membuat janji di sebuah restoran khas sunda, kebetulan psikolog itu adalah teman Ryan saat SMA dulu, Reni adalah seorang psikolog yang cukup terkenal, jadwal nya lumayan padat. Selain buka praktek dia juga seorang dosen. Karena itu cukup sulit membuat janji dengan nya.
Di sebuah gazeebo Rumah makan sunda, akhir nya mereka bisa bersua, perbincangan Ryan dan Reni tidak lebih dari konsultasi mengenai kondisi Rey.
"Aku belum berani mengajak Rey ke tempat praktek mu Ren, aku takut Rey tersinggung ".
"Apa dulu dia orang yang mudah tersinggung? "
"Tidak.. dia wanita yang kuat dan luar biasa". Pikiran Ryan menerawang mengingat Rey, wanita istimewa yang telah banyak berjasa dalam hidupnya.
"Ryan.. aku pikir cara mu bersikap selama ini membuat Rey merasa menjadi wanita tidak berguna".
"Apaa?? Tapi kan aku khawatir pada nya Ren.. dia banyak melalui kesulitan karena aku".
__ADS_1
"Tapi dengan sikap mu itu justru dia akan merasa tidak di inginkan ".
"Jadi aku harus bagaimana?"
"Perlakukan sebagaimana dulu kamu perlakukan dia".
"Hmm.. tapi aku khawatir dia kenapa napa Ren".
"Kamu tuh.. sayang nya kebangetan ya sama istri". Reni menggeleng heran, dia tahu betul siapa Ryan, lelaki super duper cuek sama mahluk yang namanya wanita.
"Maksudnya? " Reni tidak mengerti.
"The one and only.. satu satunya yang menyinari hidupku ". Ryan tersenyum sambil membayangkan wajah istrinya.
"Jiahaha... . gombal kamu Ryan".
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, beberapa pasang mata sedang mengabadikan momen kebersamaan mereka. Beberapa wartawan yang sangat penasaran dengan kehidupan Ryan yang baru bangkit dari kematian tidak segan membuntuti Ryan dan mengorek informasi tentang nya.
Maka.. keesokan harinya berita kedekatan seorang pebisnis tampan dengan seorang wanita cantik pun bermunculan di media sosial, berbagai praduga pun keluar dari mulut para netizen yang tidak memperdulikan akan adanya sekeping hati yang terluka.
Pantas saja Malam minggu Ryan pergi dengan sangat rapih,, rupanya dia kencan ya. Rey menatap nanar info di medsos melalui HP nya.
Aku memang sudah tidak menarik lagi, aku cacat..aku wanita tidak berguna. Rey melampiaskan kekesalan nya dia pergi ke gudang, semua tropi dan piala yang di dapat nya dulu di banting nya dengan kasar. Rey tidak bisa menahan kecewa nya.
Ibu Sri Ayu dan beberapa pelayan yang mendengar keributan di gudang, segera mendatangi gudang, betapa terkejut nya ibu melihat kondisi rak yang tadi nya rapi kini acak acakan.
Ibu segera memeluk Rey. "Rey.. kamu kenapa nak? bilang sama ibu, apa yang kamu rasakan? ".
Rey memeluk ibu nya, mulut nya tak mampu bersuara. Hanya air mata yang mewakili kegundahan hatinya.
Ibu membawa Rey ke kamar nya, ditidurkan nya Rey. Setelah Rey terlelap ibu menelpon Arin, sahabat Rey, satu satunya sahabat yang dimiliki Rey sejak lama. Rey memang sulit bergaul, karena sedari dulu selalu disibukkan dengan target sang ayah. Karena itu Rey memang agak sulit untuk mencurahkan isi hatinya , termasuk pada ibunya, karena sejak kecil ayah nya lah yang mendominasi dalam hidupnya.
__ADS_1
Hanya kepada Arin lah Rey sangat terbuka, karena itu ibu meminta pada Arin agar bisa menjenguk Rey dan menemani nya.