Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Kembalinya Ryan Marcell


__ADS_3

DOOOR!!!


Rey terkulai jatuh dalam pelukan Ryan, suara tembakan itu seolah membangunkan ingatan nya yang sudah tertidur selama tiga tahun, dalam hitungan detik kilasan peristiwa masa lalu berputar memenuhi kepalanya, bagai sebuah tanyangan video yang berputar dengan cepat , Ryan dibuat tersentak saat memori nya kembali mundur pada peristiwa tiga tahun yang lalu saat di depan matanya Rey di tembak oleh anak buah Adam. Kini lagi-lagi dia melihat Rey tertembak di depan matanya. "Rey...!! " Ryan menidurkan Rey dengan hati-hati. Kemarahan Ryan begitu membara.


"Kamu harus mati Peter.. Hyaaa ! " secepat kilat dia menerjang Peter yang masih syok karena sudah salah malah menembak pujaan hatinya, Ryan merebut pistol di tangan Peter dan menembak kan nya tanpa ampun.


DOR!! Peter pun jatuh tersungkur dengan luka di dada nya. Masih terdengar suara Peter di telinga nya.. "Maaf kan aku Rey.. "


DOR!! Bodyguard berbaju hitam ikut tumbang terkena timah panah di dadanya.


Mendengar suara tembakan dari dalam ruangan, kedua bodyguard yang sedang berjaga dipintu segera memasuki ruangan denga pistol di tangan mereka.


Melihat pintu terbuka dengan cekatan Ryan segera memuntahkan timah panas ke arah para penjaga itu. Keduanya tumbang dengan luka di kepala.


Sementara itu Adam yang berada di dalam mobil van, masih terus mengawasi pergerakan di dalam villa melalui kamera cctv, saat mengetahui Rey terluka Adam segera memanggil helikopter yang memang sudah siap siaga menunggu perintah dari Adam.


Adapun pasukan phoenix dan eagle force sudah bisa menguasai keadaan, semua penjaga sudah bertekuk lutut, terkepung dari dua arah .


Adam segera menuju villa, helikopter sudah mendarat di Rooftop, Ryan tampak sudah menggedong Rey menuju helikopter dengan tangan penuh darah. Kecemasan nya begitu besar, ingatan akan peristiwa masa lalu kembali memenuhi pikiran nya.

__ADS_1


"Adam.. cepat panggil tim medis nya! " Ryan berkata sambil membentak Adam.


"Sudah ada di helikopter Ryan... !" Adam berlari mengejar Ryan ke Rooftop.


"Rey sayang.. bertahanlah, aku mohon ". Ryan terus berlari menuju helikopter.


Tim medis sudah berjaga di dalam helikopter, dengan cekatan, Rey diberikan penanganan yang cepat dan tepat.


Ryan pun meninggalkan kawasan Villa untuk menemani Rey, sedangkan Adam harus tetap berada di Villa untuk membereskan sisa-sisa pertempuran.


...🌻🌻🌻...


Ryan tampak gelisah, untuk menenangkan pikiran nya Ryan mencari mushola di Rumah sakit itu, Ryan ingin mengadu kepada Robbnya, Ryan akan memohon kepada Allah Tuhan nya, bahwa dia belum siap jika harus berpisah lagi dengan istrinya, ingatan nya yang baru kembali tentu akanmenjadi kabar membahagikan bagi Rey,, tapi kenapa justru ingatan itu kembali dengan cara tertembaknya Rey di depan matanya?


Ryan melaksanakan sholat hajat dengan Khusyu, segala kegelisahan di hatinya dia adukan kepada Sang Penggenggam Alam semesta. Tidak ada yang sulit bagi Allah Tuhan seluruh jagad raya. Ryan merendahkan hati nya, meminta keselamatan dan kesehatan untuk istri yang dicintainya.


Ryan segera kembali menuju raung operasi, terlihat di kursi tunggu seorang wanita paruh baya sedang menangis dalam pelukan Pak Panji .


"Ibu... ". Ryan segera bersimpuh di kaki Ibu Sri Ayu. "Maafkan saya bu, tidak bisa menjaga Rey dengan baik". Ryan tidak bisa lagi menahan air matanya. Dihadapan ibu mertuanya dia melepas segala kesedihan nya.

__ADS_1


Semua mata tertuju pada Ryan dengan tatapan heran hampir tak percaya, Ibu Sri menatap suaminya dengan heran, Lily yang sedari tadi duduk dengan mbo Marni dan Adam, menatap Adam seolah bertanya, bagaimana bisa kak Ryan mengenali Ibu? Adam hanya mengedikkan bahunya .


Pak Panji pun merasa aneh, bukan kah Ryan hilang ingatan dan tidak tahu bahwa wanita itu adalah ibu mertuanya? atau jangan-jangan....


"Ryan.... apakah ingatan mu sudah kembali?"


Ucapan Pak Panji sedikit ragu.


"Om... ibu... Saya sudah ingat semuanya " ucap Ryan sambil memeluk ibu mertuanya itu.


"Alhamdulillah ya Allah". ucap mereka bersamaan.


"Kakak.... " Suara lembut seseorang membuat Ryan melepaskan pelukan nya pada ibu mertua nya itu.


Ryan segera menoleh ke asal suara. "Lily....". Kedua adik kakak yang sudah berpisah selama tiga tahun itu saling berpelukan melepaskan rasa rindu, air mata mereka tak bisa terbendung lagi, bahkan semua mata yang menyaksikan ikut terharu melihat perjumpaan kedua nya, seorang kakak yang sangat menyayangi adik nya itu, memeluk erat adik kesayangan nya.


...⛅⛅⛅...


Hai readers... mohon maaf lama up nya.. otors lgi persiapan ujian, jadi ingin fokus dulu. Mohon doa nya supaya ujian nya lancar ya. Kalo bisa kasih semangat dong!! Komen dan like yang banyaaaaakkk.. makin banyak komen bisa bikin mood booster buat rajin up. 😍

__ADS_1


__ADS_2