
Setelah insiden di Villa Leon, Peter yang mengalami luka tembak di dada nya, di larikan ke Rumah sakit yang berbeda oleh Adam, walau bagaimanapun Peter adalah putra dari sahabat Pak Panji yaitu Jendral Bobi Iriawan.
Pak Panji memberitahukan kondisi Peter secara langsung pada sahabatnya itu. Seharusnya Peter berada di sel tahanan dan mendapat perawatan di Rumah Sakit khusus tawanan, tapi dengan kekuasaan yang dimiliki Jendral Bobi akhirnya Peter di beri kebebasan dengan jaminan dari ayah nya itu.
Dengan membawa segala macam barang bukti Pak Panji membeberkan semua perbuatan Peter dan Leon pada putri dan menantu nya. Kalau bukan putra sahabatnya Pak Panji enggan untuk mencabut tuntutan nya, tapi karena Bobi berjanji akan mengawasi Peter dan menjamin bahwa Peter tidak akan mengganggu Rey lagi, maka Pak Panji pun menerima permintaan Bobi untuk tidak memperkarakan kasus Peter.
Peter adalah putra tunggal pasangan Bobi Iriawan dan Clara yang berasal dari Inggris, Bobi dengan segala kesibukan di pemerintahan dan Clara yang sibuk dengan bisnis keluarga di negaranya membuat mereka jarang memperhatikan putra kesayangan nya itu, Peter memang sangat dimanjakan oleh orangtuanya, tapi untuk masalah perhatian dan kasih sayang, Peter tidak mendapatkan itu dari kedua orang tuanya.
Bobi dan Clara pun segera terbang menuju Singapura setelah mendapatkan kabar dari Pak Panji, kondisi Peter sangat mengkhawatirkan, bukan karena luka tembak yang membuatnya tersiksa, Peter mengalami gangguan psikis yang cukup berat, setiap hari Peter mengalami gangguan kecemasan, dia selalu berteriak dan menangis di tempat tidur nya. Bahkan Peter pun mengalami insomnia, karena sering mengalami mimpi buruk.
"Rey... maafkan aku," itulah kata yang sering terucap dari mulut Peter di saat matanya terbuka ataupun terpejam.
"Siapa itu Rey pah". Tanya Clara pada Bobi.
__ADS_1
"Wanita yang tertembak oleh Peter, sepertinya Peter sangat mencintai wanita itu ". Bobi lalu menceritakan obrolan Pak Panji kepada istrinya.
"Ya Tuhan.. malangnya putra kita Pah, dia belum pernah merasakan jatuh cinta, selalu bermain main dengan wanita, tapi kenapa justru sekarang malah jatuh cinta pada istri orang lain. " Clara mengusap lembut wajah putra nya yang sedang tertidur. Putra nya yang selalu berhasil membuat para wanita terpesona, sekarang harus menerima penolakan di saat hatinya benar-benar jatuh cinta.
"Pah.. mam... " Peter membuka matanya saat merasakan ada yang mengusap wajahnya.
"Oh Peter sayang... maafkan mama baru datang sayang". Clara memeluk erat Peter.
"Tenang sayang.. kamu jangan seperti ini nak," Clara tidak bisa menyembunyikan kepanikan nya.
"Pah.. cepet panggil dokter nya ".
Bobi menekan bell di tempat tidur pasien, tidak lama kemudian muncul dokter dan perawat, beberapa perawat memegang tubuh Peter yang menengang dan tidak terkendali. Dokter pun menyuntikkan obat penenang pada Peter.
__ADS_1
Setelah Peter tenang karena pengaruh obat, Dokter pun mengajak kedua orangtua Peter untuk menuju ruangan nya.
"Tuan... putra anda mengalami syok yang cukup berat, saya khawatir jika dia terus menerus diberi obat penenang, dia akan menjadi ketergantungan".
"Lalu bagaimana solusi nya dok? " ucap Bobi
"Putra anda selalu menyebut nama Rey, siapa dia? "
"Dia adalah wanita yang dicintai Peter dok".
"Kalau memungkinkan, bisakah dia untuk menjenguk putra anda? semoga dengan begitu bisa mengobati psikis nya".
Bobi dan Clara saling memandang, mungkinkah mereka bisa mempertemukan Peter pada Rey, yang bahkan kondisinya pun sedang terluka akibat ulah putra mereka.
__ADS_1