
Di sebuah apartemen tampak seorang lelaki tampan sedang gelisah. Dia sangat jago membuat skenario penyelamatan sandera , bahkan lihai dalam menaklukkan hecker dunia. Tapi kenapa sekarang dia merasa gugup ,untuk sekedar mengajak pujaan hatinya jalan-jalan keluar.
"Huh... tenang Adaam... bersikap santai saja, anggap dia itu Rey.. ".
Adam pun segera keluar dari apartemen nya, menuju apartemen Lily yang berada satu lantai dengan apartemen nya. Selama Lily di Singapura dia menempati apartemen bekas Rey, ditemani oleh mbok Marni.
Hari itu Adam ingin mengajak Lily membeli oleh-oleh untuk Rey, tentu saja itu hanya modus nya Adam. Setelah kondisi perusahaan stabil Lily dan Adam diperintahkan pulang oleh bos besar, dan Adam pun diperintahkan oleh Rey untuk menjemput Gwen dan Mini agar turut ikut ke Indonesia.
Tok
tok
tok
Ceklek..
"Mbok.. lily nya ada? " Tentu saja ada bodoh.. Kalau dia pergi pasti kamu sudah mengawal nya.
"Ada.. ayo masuk dulu nak Adam".
Adam duduk di sofa dengan tangan yang dipenuhi keringat dingin.
"Kak Adam.. ada apa? " Lily duduk di hadapan Adam.
"Li.. besok kita kan akan pulang, Rey meminta kakak untuk menjemput Gwen dan Mini, kamu bisa antar kakak ke rumah Gwen? " sekalian kita jalan jalan Lily manis.
"Ada keperluan apa Gwen harus ikut kita? " Lily terlihat tidak suka .
"Aku ngga tau Li.. Ayoo kita berangkat sekarang".
Lily pun pergi dengan Adam walau hatinya tidak suka, tidak suka Krena harus bertemu dengan Gwen orang yang sudah berlaku jahat pada Ryan dan dirinya.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit tibalah mereka di kediaman Gwen.
Tampak Gwen sedang membereskan halaman rumahnya,
__ADS_1
"Lily...?? " Gwen berhambur memeluk sepupu nya itu. "Maafkan aku ly.... "
Lily hanya terdiam, bahkan pelukan Gwen diabaikan nya.
"Gwen...maaf jika kami mengganggu tapi kami membawa pesan dari Ryan dan Rey". ucap Adam
"Ryan?? "Wajah Gwen tampak sendu mendengar nama Ryan yang sudah dirindukan nya. "Ryan bilang apa? "
"Kalian harus ikut kami ke Indonesia,".
"Apa?? tapi kenapa? "Gwen merasa heran .
"Jangan salah faham.. kakak ku hanya ingin bertemu Mini" Ucap Lily dengan ketus.
"Ooh...tentu... aku sadar diri Lily, pasti semua ini karena Mini." Gwen tersenyum miris. "Kapan pergi nya? "
"Besok, karena itu kami ingin kamu segera menyiapkan segala dokumen pribadimu dan Mini".
"Apa? besok? Huuuh.... dokumen pribadi ku ada di apartemen Leon, aku harus mengambilnya dulu".
Gwen tampak memikirkan sesuatu. "Lily bisakah kamu tunggu disini? sementara aku ke apartemen Leon, Mini baru saja tidur siang".
"Aku tidak lama kok.. lagi pula bukankan aku tidak punya banyak waktu lagi untuk bersiap?"
"Ya.. yaa... pergilah, ingat Gwen jangan sampai lama, aku tidak bisa mengurus anak kecil".
Baru saja Gwen pergi, tiba-tiba Mini terbangun mencari keberadaan Gwen ."Mommy.. mommy... hik.. hik.. mommy".
"Gawat... pawang nya baru pergi, ini bocah udah bangun aja". Gerutu Adam.
"Kak Adam gimana niih! "
"Kamu samperin sanah.."
"Terus diapain?"
__ADS_1
"Mana ku tahu LY... punya anak aja belum". Adam tersenyum kecut.
Lily berlari ke kamar Mini, seorang gadis kecil yang cantik sedang menangis di tempat tidurnya, walaupun Lily adalah saudara nya tapi mereka tidak pernah bertemu sebelumnya.
"Halo Mini cantik" Lily menghampiri Mini.
"Mommy... aku mau mommy hiks.. hiks.. "
"Kamu mau bertemu mommy? boleh.. Ayooo kita cari mommy". Lily menggendong Mini.
Lily menghampiri Adam.. "Uncle Adam lihat mommy Gwen gak? "
"Mmm... dimana ya? sepertinya mommy Gwen mau main petak umpat deh dengan Mini". Ucap Adam asal.
"Ayoo kita berpencar cari mommy" Lily melirik Adam memberi kode dengan matanya.
Mini pun menghentikan tangisan nya. Dia tampak serius ikut mencari mommy nya yang dikira sedang main petak umpat.
"Onty.. mommy nya gak ketemu terus, Mini cape mau mimi susu dulu"
"Kak.. Cepetan bikinin susu" Lily merasa kerepotan karena sedang menggendong Mini.
"Akuu?? " Adam menunjuk dirinya sendiri.
"Iya dong kak.. Emang siapa lagi coba," Lily menatap kesal pada Adam.
"Kamu aja ly.. Biar Mini sama aku". Adam memangku Mini ke atas pundaknya, dia menjadikan dirinya seolah oleh pesawat yang sedang terbang membawa Mini.
"Ayo Mini..kita terbang menjemput mommy .. wuuzzzz"
Mini tertawa senang saat Adam berlari kecil sambil menggendong nya.
Melihat adegan seru antara Adam dan Mini membut hati Lily tersentuh, ada getaran aneh yang dirasakan nya. Ternyata kak Adam Calon suami ideal.. Tanpa sadar Lily tersenyum ke arah Adam.
Merasa ada yang memperhatikan Adam pun melihat ke arah Lily. Pandangan mereka bertemu. Deg.. deg.. debaran jantung keduanya berdetak sangat cepat.
__ADS_1
"Uncle ... terbang lagi... mini syukaa". Ucapan Mini membuyarkan tatapan keduanya.
Kenapa dia menatap ku seperti itu.. Hmm... apa Lily mulai menyukai ku?