
Di akhir pekan ini Ryan mengajak lily, Rey dan ibu berlibur, mereka menyewa Villa di kota BG karena Ryan belum berani lagi mendatangi villa milik nya, khawatir lily masih trauma dengan kejadian penyerangan di villa itu. Mbo marni dan Tina pun ikut serta berlibur, rencananya mereka akan berlibur selama seminggu di sana, karena Ryan sekalian ada urusan penting dengan klien nya.
Hubungan Lily dan Ibu Sri Ayu tampak semakin akrab saja, mereka memiliki hobi yang sama, merangkai bunga, bercocok tanam bahkan berlama lama di dapur Sekedar untuk membuat menu baru.
Pagi itu seperti biasa lily dan ibu Sri Ayu sedang asik di taman, menikmati suasana villa yang sangat indah dan hawa perbukitan serta hamparan pohon teh yang jauh terbentang di depan mata,mereka sedang asik memetik bunga dan merangkai nya, sambil sesekali terdengar tawa di sela sela orolan mereka.
"Bu.. kenapa Memanggil Rey dengan sebutan Ana"? tanya Lily yang sudah penasaran dari sejak lama
" Ibu tidak suka saja,, rasanya seperti nama laki laki, ayahnya ana memang sangat menginginkan anak laki laki, jadi mulai dari bayi sampai dewasa pun Ana selalu diperlakukan seperti anak laki laki. Mulai dari membelikan mainan sampai cara mendidik nya pun seperti laki laki, makanya Ana terlihat tomboi kan? " ucap ibu
"Jadi Rey ngga bisa masak dong"? tanya Lily penasaran
" Sekali kali nya Ana masak ketika ibu sedang tidak ada di rumah, ARt sedang mudik , waktu itu Ana masak telor dadar, eh.. malah gosong sampai di dapur dipenuhi asap"! ucap ibu sambil tertawa
Akhirnya mereka tertawa bersama. Rey yang sedang duduk duduk ditaman merasa tidak suka melihat keakraban ibu dan Lily, Rey merasa tersisihkan,
ibu seperti menemukan sosok putri idaman nya, batin Rey
Ryan yang melihat raut wajah Rey yang kesal menghampiri nya. "Kamu kenapa sih, jutek gitu,
"Sepertinya mereka cocok banget yah jadi ibu dan anak,,, " ucap Rey ketus
"Kenapa kamu gak gabung sama mereka"?
"aku gak suka melakukan hal seperti itu" ucap Rey kesal
"Ya udah gimana kalo kita naik sepeda aja, tidak jauh dari sini ada arena tembak dan panahan,, "! ajak Ryan bersemangat
" ok.. kita pamit dulu ke mereka" Rey beranjak dari kursi nya untuk pamitan pada ibu.
Ryan dan Rey tampak menikmati pemandangan indah di sepanjang jalan.Jalanan yang halus, membuat acara bersepeda pagi itu semakin seru, Rey dengan semangat nya mendahului Ryan menggoes sepeda nya,
"Yang kalah di hukum ya "teriak Rey yang sudah melesat jauh
Ryan tidak tinggal diam dia pun menggoes sepedanya dengan kekuatan maksimal, akhirnya mereka saling kejar kejaran, tidak ada yang mau kalah, sambil sesekali mereka tertawa bersama , saling serempet untuk mengalahkan lawan nya, tanpa sengaja sepedah mereka yang sedang melaju cepat saling bertubrukan, dan akhirnya..
__ADS_1
"Braaak!!! keduanya terjatuh di aspal, mereka sama sama meringis karena lutut mencium aspal. Tapi tidak lama kemudian mereka malah tertawa bersama..
"Kamu ngga apa apa Rey,,?" Ryan bangkit dari jatuhnya
"Ga papa kok, berarti kita seri ya"! ucap Rey sambil tertawa
"Dasar kamu licik.. main serempet aja" ucap Ryan sambil mengambil sepeda nya dan langsung ngacir meninggalkan Rey
"Aku menang Rey.. sampai jumpa di garis finish" Ryan menggoes sepeda nya meninggalkan Rey yang terbengong bengong
Rey yang ngga terima langsung mengambil sepeda nya dan mengejar Ryan sambil ngomel ngomel ngga jelas.
Akhirnya mereka tiba di arena latihan panahan, Ryan yang sudah sampai lebih dulu tersenyum penuh kemenangan.
"Dasar orang frustrasi.. tanding sama cewek aja kudu pake curang segala"ucap Rey kesal
Tapi sepertinya Ryan malah menikmati wajah kesal Rey yang menurutnya malah terlihat lucu dan imut.
Rey pergi menuju tempat penyewaan alat panah, dia memilih 1 busur horsebow turkey , quiver yang sudah terisi 10 Arrow.
Mereka berdiri berdampingan, tepat 100meter di hadapan mereka terpasang target yang sudah disiapkan. Ryan sudah menghabiskan 10 Arrow nya tak bersisa dan skor tembak nya seri dengan Rey tapi , tapi Rey masih memiliki 1arrow di quiver nya.
Dengan jahil nya Ryan mengambil sisa Arrow yang tersisa di quiver Rey yang menggantung cantik di pinggang rampingnya.
"Hei.. kamu curang lagi Ryan.. kembalikan! ""
Akhirnya mereka malah berkejaran di arena panah, sampai akhirnya ditegur panitia karena mengganggu pengunjung lain yang sedang Memanah.
Rey sangat menikmati hari ini, semua hal yang mereka lakukan mengingatkan Rey pada ayah, rasa rindunya terobati dengan kebersamaan nya dengan Ryan. Semua keisengan Ryan mengingatkan Rey pada ayah yang selalu menggoda nya juga.
"Rey.. apa kmu masih kesal pada Lily "ucap Ryan penasaran
"Sepertinya aku bisa mengerti perasaan Lily sekarang Ryan"
"Maksudnya? " tanya Ryan tidak mengerti
__ADS_1
"Lily pasti menemukan sosok ibu yang dirindukan nya selama ini ketika melakukan hal bersama dengan ibuku, dan tentu itu mengobati rasa rindu dan kesepian nya,"
"Bagaimana kamu bisa berpikir begitu Rey? "
"Aku sangat merindukan ayah, dan tahu tidak Ryan? setelah kita melakukan aktifitas hari ini aku sangat. menikmatinya dan rasa rindu pada ayah sudah terobati, makasih Ryan" ucap Rey sambil tersenyum manis
"Jadi maksud kamu, kamu menganggap aku ini pengganti ayahmu gitu? seperti lily yang menganggap ibumu seperti mama kami? " ucap Ryan dengan suara meninggi
"Ya bisa jadi begitu.. kamu seperti sosok ayah yang kurindukan " canda Rey
"Reeeeeyyyy... apa aku setua itu?, aku tidak mau begitu Rey! "
" Jadi ayah mau nya bagaimana"? Rey masih menggoda Ryan
" Hanya anak anak mu yang boleh memanggilku ayah.. mengerti!! " Ryan pergi dengan emosi, meninggalkan Rey yang masih bengong
Apakah dia sedang menggodaku? kenapa ?batin Rey
Akhirnya mereka pulang kembali ke villa, karena perut mereka sudah sangat lapar, dan untungnya hidangan makan siang sudah tersaji dengan istimewa di meja makan.
Hari itu Ibu Sri Ayu membuat menu utama ikan gurame asam manis , kesukaan Ryan.
"Wah ibu tahu saja makanan kesukaan calon mantu " ucap Lily sambil melirik pada Rey dan Ryan
Ryan yang mendengar adiknya malah senyum manis dan melirik pada Rey.
Rey malah mengeluarkan lidahnya memasang mode wajah orang mau muntah.
Ibu Sri Ayu hanya tersenyum saja melihat kelakuan 3anak muda di depan nya.
"Rey apa kakak ku kurang ganteng?apa kurang kaya ?" canda Lily yang melihat respon Rey tadi
"Kurang iman"! celetuk Rey kesal
Akhirnya mereka semua diam tidak bersuara, menikmati hidangan yang sangat istimewa.
__ADS_1