Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Bertemu


__ADS_3

Ryan sudah 3 hari ini tinggal di Pondok pesantren Cahaya Hati, tinggal di Hujroh khusus para tamu, dan dia juga banyak belajar kepada Kyai Hasan ali. Ryan juga meminta ijin kepada Kyai agar bisa ngobrol dengan Rey. Tentu saja Kyai mengijinkan asal Jangan berdua duaan, karena yang ketiga nya adalah setan pesan Kyai.


Akhirnya Ryan dan Rey bertemu ditemani oleh Usatdzah Arin, mereka bertemu di. gazeebo halaman utama pesantren, gazeebo ini sering dipakai para tamu ketika akan mengunjungi santri . Hari itu Rey menggunakan gamis dan hijab maroon kesukaan nya, Wajah putihnya terlihat kontras. Semenjak berada di pondok Rey memang terlihat semakin anggun, selain karena selalu memakai gamis dan rok, Rey juga semakin banyak memahami ilmu agama belajar langsung dari kyai dan kak Arin kakak kelas kesayangan nya.


Rey sudah lama tidak melihatmu, rupanya kamu semakin cantik saja sekarang


Ryan menatap penuh damba pada Rey yang sedang berjalan menuju ke arahnya. Sadar dirinya sedang di tatap lama Rey merasa risih juga.


"Assalamualaikum, Maaf tuan, tolong jaga pandangan nya" Rey melengos kesal


"Eh.. Mmmmm.. Wa'alaikumussalam, maaf aku hanya sedang menikmati ciptaan Tuhan Yang Maha sempurna.. indah" ucap Ryan tersenyum grogi


" Apaan sih.. Gak jelas banget"! Rey menutupi kecanggungan nya, " kenalkan ini ustadzah Arin, " Arin menganggukkan wajah sambil tetap menundukkan pandangan nya.


"Halo.. saya Ryan. calon nya Rey"


"Ryaaan.. " Rey melotot meninggikan suaranya,


"Udah buruan mau ngomong apa Ryan.. aku gak mau banyak basa basi.. malu nih banyak santri di sini"! Rey tampak kesal


Aku gak peduli Rey.. aku akan senang berlama lama di sini walau hanya cuma diam dan bisa bersamamu.


"Gimana kabar ibu? "


"Alhamdulillah baik"


"Kamu ngga kangen sama Lily? "


"Eh iya.. gimana kabar nya Lily Ryan?"


"Dia merindukan kalian, dan masih marah sama aku"


"Marah kenapa? "

__ADS_1


"Karema lily pikir kalian pergi dari rumah gara gara aku, karena aku berbuat salah sama kamu! "


"Eh.. kok bisa gitu si? "


"Kan kamu bilang.. kalo aku berubah kamu bakal nerima aku , jadi sekarang aku d sini mau menagih janji kamu Rey"!


"Maksudnya"? Rey mengernyitkan dahinya tak mengerti


"Rey aku sudah tobat, aku sudah meninggalkan bisnis haram itu, dan sekarang aku juga sudah banyak belajar agama, aku sudah berubah Rey, sekarang aku mohon penuhi janjimu "


Rey berpikir sejenak.. mengingat ingat apakah dia pernah menjanjikan sesutu pada Ryan dan lily?


Aku tidak pernah menjanjikan apapun pada mereka, kenapa jadi gini si?


"Maaf Ryan. sepertinya kalian salah faham,, aku tidak pernah berjanji seperti itu. "!


"Apa maksud kamu. Rey, apa kamu sedang mempermainkan perasan Lily dan aku? " Ryan tampak kecewa. "saat kamu berpamitan ke lily kamu bilang akan menerima aku kalau aku sudah berubah"!


"Trus?? Sekarang?? Sudah dipertimbangkan?? "


"Apa harus secepat itu Ryan aku memberi keputusan? "


"Apa kamu ragu ragu denganku Rey? Aku tahu Rey aku bukan laki laki romantis yang bisa berkata kata indah padamu, tapi aku serius dengan ucapan ku, aku akan bertanggung jawab dan menjaga mu dan ibu, aku bisa membahagiakan mu"


"Eh... bukan begitu Ryan" Kenapa buru buru gini si ni orang,, kaya besok mau kiamat aja.. Hadeuuh.. pusing ah. Kan malu sama kak Arin.dtang datang langsung main tembak.. gak ada indah indahnya lagi. kesal


"Ryan... orang mau melamar kerja aja ada banyak prosedur yang butuh cukup banyak waktu, kamu kok Ngelamar anak orang kay mau beli barang d toko sii.. kudu cash and cArry" Rey mencibir kesal pada Ryan


"Aku kan udah nunggu kamu dari sejak lama Rey.. bahkan selama 5bulan ini aku ngga pernah berhenti nyariiin kamu, Pliiis.. aku butuh jawaban mu segera"! wajah nya dibuat sememelas mungkin


Ya ampun jadi selama ini dia nyariin aku? Ryan sebesar itukah keseriusan mu?


"kalo kamu serius..berarti kamu mau dong nungguin jawaban dari aku beberapa hari lagi?! "

__ADS_1


"Tentu Rey aku akan menunggu.. sampai kapan pun aku siap nungguin kamu, asal jawaban nya kamu nerima aku"


Rey menepok jidat nya sendiri, tersenyum sumbang ke arah Arin yang sedang asik dengan buku nya.


"Ok Ryan.. beri aku waktu sebulan yaa"


"Apaa? gak bisa!! aku tunggu jawaban nya besok.. titik?!!"


"Heiii.. katany siap nunggu sampai kapan pun?? "


"Rey.. " Arin menepuk pundak nya. " Tidak baik menbiarkan orang menunggu selama itu"!


"Tuuh kan.. ustdzah Arin juga setuju dengan ku! " Ryan merasa diatas angin


"Ok.. beri aku waktu seminggu"


"2 hari cukup lah Rey..! "


"Ryaaan.. ini masalah masa depan aku.. dunia akhirat aku! " Rey meninggikan suaranya lagi.


"Aku tahu.. makanya harus dipercepat.. karena urusan kebahagiaan dunia akhirat kamu itu sama aku.. aku imam yang Allah kirimkan untuk mu Rey!"


Ryan..



*Reyhana Nugraha


6*



Ryan Marcell

__ADS_1


__ADS_2