Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Terbongkar


__ADS_3

Seorang pria memakai pakaian hitam dan penutup kepala hitam memasuki gudang, menutup rapat pintu dan segera mendekap Rey dari belakang. Rey yang sedang asik membereskan buku walau terkejut dengan sigap melempar kepala pria itu dengan buku yang ada di tangan nya. Pria itu terhuyung kesakitan, tentu saja dilempar dengan buku sampul hard cover isi 1000 halaman , siapa yang tidak pusing.


"Siapa kamu? apa mau kamu? " Ucap Rey mendengus kesal.


Pria itu tidak menjawab, dia malah berusaha menendang dada Rey, Dengan sigap Rey menangkap kakinya dan memutar nya hingga hingga terpelanting,.


Pria itu tampaknya geram dan kesal sorot matanya penuh kebencian pada Rey, dia mengeluarkan sebuah pisau Belati dari balik bajunya. Mengarahkan pada leher Rey, lagi lagi Rey bisa menangkis nya, mata mereka saling beradu pandang.


Pria itu mengambil sebuah kursi yang ada di sudut gudang, melemparkan nya ke tubuh Rey, Rey mencoba mengelak. tapi lengan kirinya terkena paku yang menancap di kursi reyot itu.


Pria itu segera menyerang Rey dengan membabi buta, Rey yang masih meringis kesakitan segera berbalik ke arah tembok di belakangnya, menaiki tembok sambil langsung melompat berbalik hingga Posisinya sekarng ada di belakang pria itu, Rey segera mengarahkan senjata rahasianya cincin matahari nya ke leher pria itu


Sreet,..! leher pria itu tampak mengeluarkan darah segar.. dia terhuyung kaget.


"Cukup Alex.. kau sangat berlebihan " ucap Ryan dari arah pintu


"Alex?? " Rey kaget :" apa maksudnya ini Ryan? " tanya Rey


Alex masih terlihat kesakitan dengan luka di lehernya, dia segera pergi meninggalkan gudang dengan menatap Rey dengan tatapan yang mengerikan.


Ryan yang sedari awal sudah memantau kamera cctv di meja kerja nya begitu kaget dan takjub dengan setiap gerakan Rey yang baginya sangat mempesona.


"Kenapa kau menyembunyikan kemampuan mu Rey? " tanya Ryan. yang saat ini sedang berada di gazeebo sambil sibuk mengobati luka di lengan Rey.


"Apa kepentingan nya aku harus memberitahumu? ucap Rey ketus


"Kamu sudah menyelamatkan ku dan lily Rey , itu sangat berarti bagiku" ucap Ryan sambil menatap begitu dalam pada Rey


"Itu hanya kebetulan saja" ucap Rey datar


"Tapi kenapa malam itu kamu bisa berada di sana Rey? " kenapa kamu memata matai ku? "

__ADS_1


" Aku hanya mencari ibuku, tidak lebih., aku tidak minat dengan perdagangan senjata ilegal mu tuan "! sindir Rey


"kamu sudah tahu rupanya, hah.. bisa bisa nya aku menganggap enteng seorang anak jendral besar " ucap Ryan menertawakan dirinya sendiri.


" Terimakasih Rey ..sudah menyelamatkan ku dan Lily, bagaimana caraku membalas budi"? ucap Ryan bersungguh sungguh


"tolong bantu aku menyelamatkan ibu" ucap Rey tanpa basa basi


"Orang yang menculik kalian waktu itu adalah Arthur dia pimpinan. mafia black warrior, dia musuhku sejak lama.. aku akan mencari tahu dulu keberadaan ibu mu Rey, baru nanti kita susun rencana penyelamatan..gimana? "


"oke,, aku Harap kau bisa menepati janjimu Ryan" Rey berlalu meninggalkan Ryan.


Ryan termenung lama d gazeebo itu sendirian. Dia teringat terus akan wajah Rey, Kenapa kini dia baru menyadari betapa cantiknya Rey, mata bulat besar nya dengan sorotan mata tajam, dihiasi bulu mata yang lentik, hidungnya yang bangir, dan lesung pipinya yang manis ketika tersenyum kini terus memenuhi kepala Ryan.


Seumur hidupnya Ryan tidak pernah merasakan jatuh cinta, baginya wanita itu sama saja lemah dan kadang memanfaatkan kecantikan dan tubuhnya untuk menaklukkan laki laki.. Ryan tidak suka itu. Tapi kini dia menemukan wanita yang untuk pertama kalinya terlihat sangt tangguh, tapi anggun. Berkarakter dan memiliki keahlian yang luar biasa.


Kenapa aku ini?? apa aku jatuh cinta.. batin Ryan


Rey termenung di kamarnya, sejak kejadian di gudang tadi Rey tidak beranjak dari tempat tidurnya.


Kenapa sorotan mata Alex seperti sangat membenciku, kalau memang itu sebuah rencana jebakan Ryan . tapi sepertinya Alex sungguh sungguh ingin melukai ku.. batin Rey


***********************


Semenjak kejadian itu, Rey tidak lagi tidur di kamar belakang, sekarang Ryan menempatkn. Rey di kamar tamu bersebelahan dengan lily. Tentu saja Lily sangat senang, dia merasa semakin dekat dengan Rey dan merasa aman mengetahui Rey ada di dekatnya.


Ryan pun terlihat sangat memanjakan Rey, dia mengajak Rey berbelanja kebutuhan Rey,. karena selama ini Rey hanya memakai pakaian bekas milik pelayan yang kabur tak kembali.


Awalnya Rey menolak, tapi Ryan memastikan bahwa semua uang belanja itu adalah gaji Rey selama menjadi pengasuh Lily


" Apa lagi yang kau perlukan Rey?"tanya Ryan di sebuah mall

__ADS_1


" aku ingin membeli peralatan ibadah Ryan.. bolehkah? "


"Tentu" jawab Ryan tersenyum manis


Mereka berjalan beriringan, Sesekali Ryan mencuri curi pandang menikmati indahnya wajah Rey.


" Rey aku lapar.. kita makan yuuk"? ucap Ryan memohon


"Baiklah.. " Rey mengangguk setuju.


Mereka memasuki sebuah restoran yang cukup mewah. awalnya Rey menolak dia tidak mau diperlakukan terlalu istimewa, tapi Ryan menarik paksa tangan Rey.. tentu saja Rey harus pasrah karena malu jadi bahan tontonan orang orang.


"Ayo Rey.. kamu mau pesan apa?" Ryan menyodorkan buku menu


"aku ikut kamu aja deh..aku ngga biasa datang ke tempat seperti ini Ryan" ucap Rey tertunduk malu.


"Apa orangtua atau pacarmu ngga pernah ajak kamu makan "? tanya Ryan memancing


"Ayah orang sibuk Ryan.. sekalipun dia ada d rumah, pasti waktu kami dihabiskan untuk berlatih. Kami tidak ada waktu untuk jalan jalan"


" Kalau pacar? " tanya Ryan menyelidik


" Hah.. mana ada waktu buat pacaran.. punya temen aja susah apalagi dapet pacar " Ucap Rey tersenyum miring.


Hmn.. syukurlah.. batin Ryan.


Hati Ryan terasa berbunga bunga.. ingin rasanya melamar Rey hari itu juga. tapi rasanya dia tidak berani. Ryan takut..takut ditolak.


"Kalau begitu mulai saat ini aku yang akan mengajak mu jalan jalan," ucap Ryan sambil mengedipkan matanya


"Rupanya tuan muda yang buas ini bisa juga y berlaku manis" senyum Rey menampakkan lesung pipinya

__ADS_1


Lagi lagi Ryan terpesona..


__ADS_2