
Ryan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, kondisi lily yang masih pingsan membuat Ryan khawatir.
Rey yang berada d jok belakang mengoleskan minyak aromatherapy di sekitar pelipis dan hidung Lily,
"Halo Andre.. Lily pingsan tolong segera ke rumah sekarang" ucap Ryan dalam pembicaraan lewat telpon nya.
Ternyata laki laki ganas ini sangat menyayangi adiknya, batin Rey
^^^---------------^^^
"Bagaimana keadaan nya ndre?" tanya Ryan kepada Andre, sahabat sekaligus dokter pribadi keluarganya.
"Dia hanya syok saja Ryan, tolong hindari hal hal yang membuat dia khawatir oke"! buat suasana rumah ini menyenangkan dong kawan, "! seru Andre sambil menonjok dada Ryan pelan
Andre beranjak meninggalkan kamar lily diikuti oleh Ryan. Rey dengan setia menemani lily yang masih tertidur, wajah nya tampak pucat.
"Rey ikut aku ke ruang kerja" ucap Ryan
Mereka berjalan menuju ruang kerja Ryan yang hanya terhalang oleh satu ruangan saja.
"Rey apa kamu punya ide, bagaimana cara membuat suasana hati Lily bahagia? " ucap Ryan.
Rey merenung sejenak, memikirkan sebuah ide, tiba tiba dia teringat akan nasihat kak Arin tutor Rohis nya:" ketika kita berbuat baik kepada orang lain sehingga orang itu bahagia,, maka saat itulah kita akan merasakan kebahagiaan yang sejati. "
"Aku punya ide, tapi anda janji jangan marah oke!! " ucap Rey ragu
"hmmm,, coba katakan. " ucap Ryan penasaran
"Bagaimana kalau kita mengadakan pesta kecil kecilan dan mengundang anak anak panti asuhan, setidaknya bisa membuat suasana rumah ini hidup, ramai penuh suara anak anak" ucap Rey antusias
Ryan terdiam, mengetuk jari telunjuk nya ke meja kerja nya. Berpikir dan menimbang
"Boleh juga ide mu, tapi ingat jangan buat Lily merasa lelah, kamu persiapkan semuanya, besok kamu yang membeli semua kebutuhan pestanya" ucap Ryan
__ADS_1
Rey mengangguk setuju.
Pagi itu suasana di ruang tengah kediaman Ryan sangat sibik, lily dan Rey sedang asik mendekorasi ruangan dengan aneka macam balon dan bunga bunga indah, mbo Marni sedang sibuk di dapur menyiapkan hidangan untuk para tamu undangn.
Lily tampak antusias menyiapkan segala sesuatunya, bahkan lily juga menyiapkan banyak kado berisi mainan untuk para tamunya nanti,
Ryan yang memperhatikan. Lily dari lantai dua tampak senang melihat adiknya yang bersemangat, dia merasa bodoh kenapa baru terpikirkan sekarang melakukan hal baik seperti ini, itupun karena ide dari Rey.
Tepat jam 1 siang, para tamu dari panti asuhan kasih ibu sudah mendatangi rumah Ryan dan lily, jumlah mereka sekitar 50 orang, para panitia dari EO yang di sewa Ryan segera mengatur tamu undangan di tempat yang sudah di sediakan, ada di antara anak anak tsb yang tidak bisa melihat, ada juga yang memakai kursi roda, menurut ibu asuh mereka
anak anak tsb rata rata adalah anak anak yang tidak mampu dan sudah tidak memiliki keluarga.
Para panitia EO sudah menyiapkan berbagai permainan dalam rentetan acara nanti, bahkan lily diminta untuk mempersembahkan sebuah lagu, tentu saja Lily kaget, karena ini sangaat mendadak dan tanpa persiapan, akhirnya dengan terpaksa Lily mau bernyanyi asalkan ditemani oleh Ryan, Ryan yang berwajah kaku dan terkesan angkuh dihadapan anak anak , justru membuat keadaan menjadi senyap,. para panitia EO pun tampak tidak berani menghadapi tuan Ryan yang terkenal garang itu.. melihat keadaan yang menjadi canggung dan sunyi, Rey mengambil mic yang ada di tangan pembawa acara,
"Hai adik adik... perkenalkan, kakak ganteng ini namanya kakak Ryan, kakak Ryan ini orangnya baiiik bangeet, tapi sayang sekarang kakak Ryan lagi sariawan, jadi dia sulit untuk tersenyum" ucap Rey sambil melirik Ryan
"Oooooohhh... " jawab adik adik itu kompak
Ryan pun jadi salah tingkah menghadapi situasi ini.
"Setujuuuu" jawab adik adik kompak
Ryan yang terjebak dalam situasi ini tidak bisa berkutik... tatapan ingin membunuh diarahkan nya pada Rey
"Ayo kita mulai, 1,2,3... tirukan suara kambing sama sama". Rey dan anak anak mulai bernyanyi
Lily yang sangat antusias menanti respon sang kakak, bertepuk tangan memberi Semangt pada Ryan
Ryan yang melihat kebahagian lily, akhirnya mengalah dan mencoba mengikuti permainan
"mbeeee" ucap Ryan sambil malu malu
Lily yang melihat betapa lucu nya Ryan tidak tahan menahan tawa, dan untuk pertama kalinya Lily tertawa terbahak bahak
__ADS_1
"Tirukan suara sapi sama sama"
"Moooo" Ryan mulai bersemangat
Ryan sangat bahagia.. pertama kalinya setelah sekian tahun tidak pernah melihat lily sebahagia ini.
Alex dan anak buahnya terlihat membuka mulutnya lebar tidak percaya melihat Ryan yang bertingkah konyol.
Apa tuan salah minum obat? batin nya
Acara demi acara di lalui dengan penuh canda dan tawa dari tuan rumah dan para tamu nya, masing masing anak diberi sebuah kado istimewa oleh Lily, betapa kado sederhana itu membuat mata kecil mereka berbinar bahagia.. Ooh ternyata kebahagiaan itu sederhana bagi mereka.. batin lily
Tiba tiba saja hati Lily merasa hangat, dia merasa sangat beruntung dengan hidup nya, memiliki seorang kakak yang sangat menyayanginya, hidup berkecukupan dan dikelilingi oleh orang yang menyayanginya.
Rey membawa Lily kembali ke kamarnya untuk beristirahat, Mbo Marni dan para pelayan lain nya terlihat sibuk membereskan seluruh rumah.
Lily sudah terlelap saking lelahnya, Rey segera pergi menuju lantai bawah,
"Rey.. kemarilah" ucap Ryan yang sedang berada di ruang kerja
Rey pun menghampiri Ryan dan duduk dihadapan nya
"terimakasih Rey, sudah membuat lily tersenyum" ucap Ryan
"Aku tidak melakukan apapun tuan, andalah yang sudah membuat ny tersenyum" ucap Rey
"Panggil Ryan saja Rey.. " ucap Ryan tersenyum manis pada Rey
Untuk pertama kalinya Ryan tersenyum manis pada Rey, Wajahnya terlihat sangat tampan dengan senyum manis nya.
Kenapa dia manis sekali hari ini batin Rey
"oh.. eh.. iya baik lah. permisi aku harus segera ke kamar" ucap Rey salah tingkah, sambil berlalu meninggalkan Ryan.
__ADS_1
Hari ini Ryan mendapatkan pelajaran berharga, ternyata bukanlah berlibur ke luar negri atau makan mewah atau hadiah mahal yang bisa membuat adiknya bahagia, cukup melakukan hal sederhana dan hal hal konyol bersama sama,, batin Ryan sambil senyum senyum sendiri mengingat kejadian tadi .