Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Bersahabat dengan lily


__ADS_3

Pagi yang cerah di sebuah taman , dua orang gadis cantik sedang menikmati indah dan hangatnya sinar matahari, lily yang memakai kursi roda, walau kulitnya nampak sedikit pucat tapi pesona kecantikan nya sangat terlihat jelas, mata yang indah, hidungnya yang bangir, dan bibir nya yang imut tersenyum merekah menambah daya tariknya, di sampingnya Rey yang duduk manis d kursi taman walau kulitnya tidak seputih dan sehalus lily, pesona Rey terlihat dari sorotan matanya yang tajam, bulu mata yang lentik semakin menambah indah mata bulat nya, tinggi badan nya 165 cm, tubuhnya ramping dan berisi, terlihat sangat proporsional, senyumnya sangat manis ditambah dengan adanya lesung pipi yang membuatnya semakin indah untuk dilihat.


Mereka masih terlihat sangat canggung, tentu saja karena masing masing dari mereka bukanlah orang yang biasa berteman, Lily yang selalu terkurung di istananya, Rey yang memang tidak pernah memiliki sahabat karena kesibukan latihan nya.


"Berapa usianmu lily" ucap Rey berbasa basi


"20 tahun.. kamu? " tanya Lily


"21... emmm.. dimana orangtuamu? aku belum melihatnya dari tadi?"tanya Rey


"Mereka sudah tiada" ucap Lily tertunduk lesu


"Ooh.. maaf, kalau boleh tahu apa yang terjadi dengan kaki mu?


"Aku mengalami kecelakaan, orangtuaku meninggal karenanya, dan semenjak saat itu kakiku lumpuh.. bagaimana dengan mu Rey? apakah kamu masih memiliki orangtua? "


"Ayah sudah tiada, dan saat ini aku tidak tahu dimana keberadaan ibu" ucap Rey lesu


"Kenapa kamu bekerja menjadi pelayan Rey? " apakah kamu sangt membutuhkan uang"?


Rey tersenyum kecut, dia tidak tahu harus menjawab apa.


" Hei.. ayo kita jalan jalan mengelilingi rumah ini Lily, dan tolong jelaskan tugas tugas Okee.! " jawab Rey mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


Rey mendorong kursi roda Lily, mereka berjalan mengelilingi seluruh rumah, dengan antusias Lily menyebutkan setiap ruangan yang mereka lalui, Rey menatap sekeliling, melihat beberapa penjaga rumah yang memakai pakaian resmi seperti para bodyguard di film film,


" Sebenarnya apa pekerjaan tuan Ryan ? kenapa di sini banyak sekali penjaga? " Tanya Rey polos


"Kakak seorang pengusaha Rey, dia harus meneruskan usaha papa. karena kami hanya dua bersaudara. Mungkin hanya untuk berjaga jaga saja Rey kakak ku menyewa mereka"


Rey menghitung dengan teliti jumlah penjaga di rumah itu, tidak lupa menghitung jumlah kamera cctv di setiap ruangan yang mereka lewati.


" terimakasih nona muda sudah mengajak ku berkeliling, nah sekrang apa yang akan kita lakukan" senyum Rey


Lily tersenyum lebar.. " aku tidak mau di panggil begitu.. panggil saja Lily, bagaimana kalau kita bersahabat oke? "


Sahabat? wanita ini begitu polos dan baik.. beda sekali dengan kakaknya batin Rey


Lily tersenyum riang dengan tingkah lucu Rey.


"Rey ayo kita ke ruang makan, sekarang sudah waktunya aku minum obat"


"Apakah kamu sakit Lily?"


"Sudah 3tahun aku selalu meminumnya Rey, dalam kecelakaan itu tulang vertebrae ku cedera, beberapa syaraf nya terjepit, hingga aku lumpuh, tanpa obat aku akan merasakan sakit d sekujur tubuh ku Rey"


Ya Allah.. ternyata nasibku tidak seburuk Lily, aku masih diberi kesempurnaan fisik , aku masih diberi sehat, aku maluu.. batin Rey

__ADS_1


Di meja makan sudah tersedia aneka kue yang terlihat lezat dan ada tumpukan obat yang entah berapa jumlahnya.


"Sebanyak inikah obatnya Lily? " tanya Rey tidak percaya


Lily mengangguk mengiyakan


"Ayo Rey.. cicipi kue nya, mbo marni yang bikin lho.. dijamin enak! " ucap Lily sambil menikmati kue nya


Rey segera mengambil dan menikmati hidangan nya, karena jujur saja Rey sangat lapar.


Setelah perut mereka kenyang Lily kembali ke kamarnya dan tidur siang, dia memang tidak boleh terlalu lelah, kondisi fisiknya sangat lemah,


Tanpa sengaja Rey mendengar percakapan Ryan dan Alex di ruang kerja nya. Rey menghentikan langkahnya dan menajamkan pendengaran nya


"Apa kau yakin barang barangku ada d sana Alex? "


"Saya yakin tuan, saya sudah memastikan nya sendiri"


"Ok.. malam ini kita bergerak" ucap Ryan


Rey segera bergegas menuju tangga, dengan gesitnya berlari menuruni tangga tanpa mengeluarkan suara. Menuju kamarnya kembali


"Malam ini mereka akan mencari sesuatu, tapi apa? ah jangan Jangan mereka akan ke gudang tua itu lagi. Aku harus ikut k sana "

__ADS_1


__ADS_2