Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Menyelamatkan Sandera


__ADS_3

Dini hari itu Sebuah mobil datang ke sebuah Villa di dekat hutan, setelah melewati beberapa pemeriksaan, akhirnya mobil itu sampai di sebuah villa mewah. Ketiga orang yang berada di mobil di giring masuk menuju Villa dengan penjagaan ketat.


"Akhirnya kalian datang juga". Leon yang berada di sofa segera bangkit dari duduknya .


"Leon cepat berikan Mini padaku, aku sudah membawa mereka kemari ". Gwen sudah tidak sabar ingin melihat putri kecilnya, memohon kepada kakak kandungnya itu.


"Tenanglah Gwen.. aku pasti akan memberikan Mini pada mu, jika apa yang ku inginkan sudah ku dapatkan. Kalian membawa dokumen itu kan? "


"Serahkan dulu Mini, baru kami berikan dokumen nya" . Ucap Ryan tidak gentar.


"Hei bod*h aku tidak mau diperintah oleh mu, cepat serahkan atau... "


"Mommy..mommy... tolong aku, aku takut mom". Terlihat Mini yang sedang berada dalam pangkuan Peter, di tangan nya ada sebuah pistol yang mengarah ke pelipis Mini.


"Peter apa yang kamu lakukan.. tolong jangan sakiti Mini Peter..... dia anak mu! " Gwen sudah tidak mampu menyembunyikan kepanikan nya, melihat Mini menangis dengan todongan senjata.


"APAAA??? "


"APAAA??? "


"APPAA???"


"APPAA?? "


Peter, Leon, Rey dan Ryan begitu kaget mendengar pernyataan Gwen. Mereka terdiam sesaat mendengar penuturan Gwen.

__ADS_1


"Dasar jal*ng.. kamu mau menipuku hah? " Peter segera menghampiri Gwen , dan menodongkan pistol ke arah Mini dan Gwen. Mini segera mendekat memeluk Gwen.


"Ryan, serahkan surat yang Leon mau dan serahkan juga Rey padaku, " Peter kembali mengarahkan pistolnya ke pelipis Gwen .


Mini dan Gwen saling berpelukan, Mini tampak ketakutan melihat kemarahan Peter dan leon yang berada di dekatnya. Peter semakin mendekatkan pistol nya ke arah Gwen. Pengakuan Gwen tentang Mini tidak sedikitpun mengubah pendirian nya, Peter hanya menganggap ucapan Gwen sebagai suatu kebohongan saja.


"Peter.. surat-surat nya ada padaku, tapi ku mohon lepaskan dulu Mini". Ryan berusaha membujuk Peter.


"Hei.. dasar pengecut, apa yang kalian takutkan? aku dan Ryan sudah tidak bisa lari dari sini, sekarang kalian masih saja bertindak seperti pecundang, memanfaatkan seorang wanita dan anak kecil". Rey menatap mereka dengan senyum ejekan.


Peter tidak terima di sebut pecundang oleh wanita pujaan hatinya. "Oke aku akan melepaskan mereka, tapi serahkan dulu dokumen nya pada Leon, dan kamu cantik... kemarilah.. come to me Honey! "


Ryan geram melihat perlakuan Peter pada istrinya, tapi dia harus bisa menahan emosinya. Gwen segera menggendong Mini dan berlari menuju Ryan, sedangkan Rey datang mendekati Peter.


Ryan membawa Gwen dan Mini ke mobil, dan membawa sebuah koper yang berisi dokumen penting miliknya.


"Dad... Mini sayang daddy, ayo kita pulang dad, di sana banyak orang jahat". Ucap Mini sambil menangis di dalam mobil.


"Kamu pulang duluan ya sayang.. nanti daddy nyusul kamu..bye Mini". Ryan segera berlari ke dalam Villa, dia tidak rela meninggalkan Rey bersama Peter.


Gwen pun segera meninggalkan villa itu bersama putrinya .


Ryan menyerahkan tas itu kepada Leon, dengan serakah Leon mengambil dan memeriksanya. "Mana sisanya Ryan, kamu pikir bisa membodohi ku? " Leon menampar Ryan. PLAAKKK!! Ryan hampir kehilangan keseimbangan. Tangan Ryan terkepal menahan amarah.


"Sisanya ada di tempatku Leon, aku pasti memberikan nya, kalau kalian membiarkan kami pergi " Rey mencoba bernegosiasi.

__ADS_1


"Maaf Rey.. kali ini aku tidak akan membiarkan Ryan lolos". ucap Leon.


"Baiklah... jika Ryan mati akupun ikut mati bersamanya". Rey berjalan mendekati Peter yang masih memegang pistol, "Ayo peter lakukan lah".


Peter tidak terima mendengar ucapan Rey, "Leon.. apa yang kamu mau sudah kamu dapatkan, sekarang biarkan aku yang mengurus sisanya".


Rey tersenyum , dia tahu kelemahan Peter adalah dirinya. Tugas nya kini hanya mengulur waktu, sesuai rencana nya dengan Pak Panji di telpon, Pak panji hanya meminta 30 menit untuk bisa mengambil alih villa.


"Baiklah.. kamu bersenang senanglah dulu dengan mereka sebelum kamu habisi, sebaiknya aku segera pergi ... ingat sisa dokumen itu harus kamu dapatkan Pet".


Leon pergi menuju Rooftop Villa itu, disana ada sebuah landasan helikopter , dan Leon meninggalkan Villa dengan helikopter nya.


Tidak jauh dari Villa ada sebuah mobil van hitam yang dilengkapi dengan komputer canggih, terlihat Adam beserta 10 orang anak buah Pak Panji, sedang bersiap siaga.


Dengan kemampuan yang dimiliki nya Adam segera mengambil alih drone drone pengintai di sekitar lokasi Villa, Adam memantau kondisi di dalam Villa melalui cctv yang sudah di kuasai nya.


Sementara itu di dalam Villa, Peter menarik tangan Rey agar masuk ke dalam sebuah ruangan, dengan cepat Ryan menyerang Peter. Ryan tidak rela istrinya disentuh laki-laki lain.


Dengan sigap Mark sang asisten menodongkan pistol nya pada Ryan. Hingga Ryan pun tidak bisa berkutik.


"Peter... tidak bisakah kamu mendapatkan ku dengan cara yang lebih gentle? kamu tau siapa aku, aku tidak sudi memiliki suami seorang pengecut, setidaknya buktikan padaku kalau kamu memang pantas menjadi suamiku ". Rey kembali mengusik harga diri Peter.


"Baiklah Rey.. katakan apa maumu? " Peter merasa tertentang mendengar ucapan Rey.


" Bertarunglah dengan Ryan secara adil , aku ingin melihat seberapa hebat nya dirimu Pet". Ucap Rey dengan senyum sinis nya.

__ADS_1


...❤❤❤...


Selamat membaca, suka gak suka komen ya... tapi jangan komen "lanjut thor" terus dong 😂😃..


__ADS_2