
Sudah seminggu Ryan tidak pernah menyapa Rey, sebetulnya Ryan hanya ingin mengulur waktu saja dan berharap Rey akan berubah pikiran , dia juga sedang mencari cara agar rencana Rey batal.
Akhirnya Ryan mencoba memberanikan. diri untuk berbicara dan mengambil hati ibu Sri Ayu agar Rey mengurungkan niatnya.
Di pagi hari ibu selalu asik mengurusi taman bunga di belakang rumah. Ryan sengaja belum ke kantor karena ingin berbincang dengan ibu Sri.
"Bu.. bisakah kita ngobrol sebentar? " ucap Ryan
"Tentu Ryan" ibu menghentikan aktifitas menyiram nya, dan segera menyusul Ryan yang sedang berjalan menuju gazeebo.
" Bu.. apa benar ibu dan Rey akan pergi dari rumah ini?"
"Iya Ryan"
"Kenapa bu? apa ibu tidak betah tinggal sini? "
"bukan begitu Ryan, rasanya tidak baik saja Klu kami harus berlama lama di sini. apalagi kita tidak ada ikatn darah."
"Tapi kami sudah menganggap Ibu dan Rey seperti keluarga kami"!
"Ryan.. anak ibu sudah besar.. apa nanti pendapat orang orang jika dalam satu rumah ada anak gadis dan perjaka ? itu tidak baik "
"Kalau begitu restui saja kami bu ., saya mencintai Rey, tolong ibu bicara pada nya, yakinkan dia agar mau menerima saya bu! "
"Kenapa bukan nak Ryan saja yang bilang secara langsung"?
"Bu ..Rey sangat keras kepala,, pasti ibu lebih tahu dengan sifat nya"
Ibu tersenyum .. "baiklah ibu akan bicara padanya. tapi kalau boleh ibu tahu apa yng membuat kamu mencintai ana?"
"Saya orang yang sulit untuk jatuh cinta bu, bahkan saya tidak pernah mengalami cinta monyet, saya bahkan benci kalau ada wanita yang terang terangan merayu saya dengan kecantikan dan tubuh mereka , bagi saya mereka ibarat barang murahan yang tidak berharga yang mudah di sentuh oleh siapa saja. Awal saya bertemu Rey saya tidak memiliki rasa apapun, tapi semakin saya mengenalnya, saya semakin mencintainya bu, dia ibarat perhiasan yang terpajang indah di etalase ..sulit untuk disentuh dan dimiliki. Bahkan dia juga lah yang sudah menyelamatkan saya dan Lily, dia wanita kuat ,mandiri dan mempesona di mata saya bu. "
"Apa kamu yakin bahwa yang hadir itu cinta? atau mungkin itu hanya Sekedar rasa balas budi? "
"Bu saya belum pernah jatuh cinta sebelumnya, dan saya juga tidak tahu pasti bagaimana itu rasa ingin membalas budi, tapi yang jelas saya merasa sering merindukan Rey sekalipun kami tinggal satu atap, jadi bu.. maukah ibu merestui hubungan kami? menerima saya menjadi menantu ibu? " ucap Ryan dengan bersungguh sungguh.
"Ryan.. ibu tidak bisa menjanjikan. apapun, karena semuanya tergantung pada keputusan Ana. ibu akan berusaha berbicara padanya "
"Terimakasih bu,, semoga Rey bisa merubah keputusan nya, Ryan pamit mau ke kantor ya bu"
__ADS_1
"Sarapan dulu Ryan,, sudah disiapkan kok! "
"Maaf bu saya buru buru.. saya sarapan di kantor saja"! Ryan pamit sambil mencium punggung tangan ibu Sri .
*************************
"Ana.. ibu mau bicara sama kamu,, kita bicara di kamar saja ya"!
"Iya bu.. nanti Ana nyusul ke kamar ya!" Rey yang sedang asik ngobrol dengan lily di Halaman belakang segera menyusul ibu ke kamar nya
"Li.. aku ke ibu dulu ya. kamu mau aku anter ke kamar atau masih mau di sini? "
"Aku tunggu di sini aja Rey"!
"oke" Rey beranjak menuju kamarnya di lantai dua,
"ada apa bu? " Rey menghampiri ibu yang duduk di sofa kamar nya.
"Ana.. ibu ingin menanyakan sesuatu tapi kamu harus jujur sama ibu ya sayang? "
"iDiih ibu kok gitu sih.. emng kapan juga Ana pernah bohongan ibu"
"Ada apa sih bu.. jadi penasaran "
"Gini lho an.. ibu ngerasa sikap Ryan itu sangat perhatian banget sama kamu, kalau menurut ibu sih ya, sepertinya dia itu suka sama kamu! "
"Trus kalau dia suka sama Ana emang kenapa bu? "
"Aish ini anak... lempeng lempeng aja sih, emang kamu ngga ada rasa gitu? di taksir sama laki laki ganteng, mapan dan baik gak ada perasaan berbunga bunga gitu an? "
"Ngga" Rey menjawab ketus
" Sebenernya kamu normal ngga sih An.. ibu heran sma kamu.. . kalau ibu jadi kamu Waah.. ibu udah klepek klepek deh"
"IDiih ibu apaan sih.. ya normal dong bu, kok ibu tega sih ngatain anak sendiri ngga normal"
"Nah terus gimana ceritanya sampai kamu cuek aja dengan semua perhatian Ryan? "
"Jadi mau nya ibu.. Ana histeris gitu? Trus nerima cinta dia? "
__ADS_1
"Iya dong an.. kapan lagi bisa dapet laki laki sempurna seperti Ryan? "
"Sempurna? ibu bilang Ryan sempurna? bu di dunia ini tidak ada manusia sempurna, kalaupun ibu melihat Ryan sempurna itu karena ibu yang ngga tahu sisi buruk nya Ryan. "
"Iya maksud ibu,, kriteria Ryan itu hampir 100%bisa jadi mantu idaman lho An"
"Bu sebetulnya Ana ngga mau cerita ini sama ibu, tapi sepertinya sekarang ibu harus tahu deh, tapi ibu harus janji ya Jangan bilang hal ini ke Lily atau ke Siapapun, cukup ini antar aku dan ibu...janji ya bu?!"
"Iya sayang.. ibu janji"
"Bu selain sebagai seorang pengusaha, Ryan juga punya bisnis jual beli senjata ilegal"
"Apaan.. ya ampun" ibu melotot sambil menutup mulut terbuka nya dengan kedua tangan nya."Kenapa kamu ngga cerita ke ibu dari awal An? "
"Aish ibu ngapain coba ngegibahin orang.. dan juga bu sampai saat ini Lily ngga tahu masalah ini., makanya aku tuh kasihan sama lily, khawatir terjadi hal buruk pada kakak satu satunya."
"An.. kamu mungkin bisa merubah Ryan supaya bisa meninggalkan bisnis haram nya"
"Entahlah bu.. yang jelas ana ngga mau terlibat lebih jauh dengn Ryan. karena Ana juga punya rencana masa depan sendiri, saat ini ana hanya ingin mencari dimana keberadaan makam ayah"
"Ya sudah.. nanti kita coba hubungi teman teman ayah siapa tahu mereka punya informasi tentang ayah. "
"Iya bu.. sudah saatnya kita hrus segera keluar dari rumah ini menyelesaikan urusan keluarga kita"
"Iya sayang.. duh anak ibu sudah bertambah dewasa ya.. ayah pasti bangga sama kamu An.. karena didikan nya berhasil " ibu memeluk Ana dengan erat
"Jadi gimana masih menganggap Ryan mantu idaman nih? " tanya Rey
" Yaah turun. dikit lah jadi 75%"! canda ibu
"Ah ibu.. emang dikasih apa sih sama Ryan sampe segitunya"
"Dikasih ketulusan hati"!
"Ah ibu lebay"!
"Kamu tuh belum punya Penglaman sayang.. ibu serius kok.. Ryan itu orang yang tulus"
" Iya bu Ana juga merasakan nya, kita doakan saja ya bu semoga Ryan bisa berubah"
__ADS_1