
"Rey??.. lhoo kok.. kamu Gwen? ". Peter merasa heran melihat penampakan Gwen, dia terlihat berbeda, wajah putih mulusnya, terlihat semakin cantik saat memakai hijab.
"Peter.. Maaf tadi Rey sedang tidak enak badan, jadi dia tidak bisa datang". Gwen menyampaikan pesan Rey untuk Peter. Tentu saja Rey sedang tidak enak badan , kan kaki nya sedang lumpuh, jadi Rey gak bohong kan?
Entah mengapa Peter merasa Rey memang sedang mengerjai nya. Baiklah.. aku ikuti mau mu Rey.
"Gwen.. sejak kapan kamu berhijab". Peter duduk di kursi di depan Gwen.
"Aaa... aku baru memakai nya hari ini.. kenapa? " Entah kenapa Gwen merasa gugup melihat Peter, padahal bukankah dulu dia sangat akrab dengan Peter?
"Kamu terlihat berbeda". Peter melihat Gwen dengan intens memindai penampilan wanita itu dengan gaun indah yang menutupi tubuh rampingnya. "Apa Rey yang menyuruh mu? " .
"Ti.. tidak, aku memang ingin berhijrah Pet.. aku lelah melakukan dosa, aku sudah bertobat". Gwen tertunduk malu ketika ingat dosa nya di masa lalu.
Wanita ini sudah berubah? kenapa dia jadi terlihat manis. "Kamu cantik Gwen". ucap Peter tulus.
Wajah Gwen merona, Entah kenapa kalimat sederhana itu mampu menggetarkan hatinya. "Terimakasih.. "
Kenapa di sekarang jadi pemalu gitu ya? Hmmm.. Rey kamu hebat.
Seorang pelayan datang menyiapkan hidangan yang sudah di pesan Gwen terlebih dahulu dengan Hidangan utama fish and chips dan hidangan penutup eton mess.
"Kamu masih ingat makanan favorit ku? " Peter terlihat kaget.
"Tentu pet.. bahkan Mini pun suka makanan ini".
"Oh yaa?? "
__ADS_1
"tentu Pet.. darah lebih kental dari air, kalian memiliki banyak kesamaan".
"Benarkah? "Tiba-tiba saja Peter ingat akan perlakuan buruknya pada Mini. "Gwen.. maafkan atas perlakuan ku pada kalian saat di villa".
"Aku juga bersalah Peter.. aku sama buruknya bahkan mungkin aku lebih jahat darimu.,memisahkan Rey dan Ryan selama 3tahun".
"Ahh.. sudahlah.. ayo kita makan dulu Gwen.. aku sudah sangat lapar". Peter sangat menikmati makan malam dengan menu favorit nya.
Gwen memperhatikan Peter, dia ingin bertanya tapi mulutnya ragu, tapi Gwen harus menanyakan ini. "Pet... apa Rey memintamu bertanggung jawab pada Mini? "
"Hmmm.... ".
"Apa kamu keberatan? "
"Untuk? " Peter menatap Gwen.
"Menikahiku! ".
Gwen menatap Peter, memberanikan diri menyatakan keinginan nya. "Aku serius Pet, aku ingin memberikan keluarga untuk anak kita, dia tidak punya Siapapun kecuali kita Pet, aku mohon... ".
"aku sudah berjanji pada Rey, jika memang dia anak ku maka aku akan menikah dengan mu, ingat Gwen aku melakukan ini hanya karena Rey, "
Rasanya memang aneh, mendengar perkataan Peter, tapi setidaknya Gwen bisa sedikit lega Peter mau menikahinya, walau tanpa cinta, biarlah.Yang penting Gwen akan berusaha sebaik mungkin menjadi istri yang pantas untuk Peter. Sesuai janjinya pada Rey.
"Kapan hasil tes DNA nya keluar Pet? ".
"Sekitar 5hari lagi".
__ADS_1
"Sambil menunggu hasilnya keluar, maukah kamu mengajak Mini bermain? ".
"Ayolah Gwen.. aku tidak mungkin melakukan itu". Peter menghentikan makan nya. Menjadi seorang Ayah?? Ooh.. noo! "Maaf Gwen aku ada Urusan.. aku harus pergi". Peter berlalu meninggalkan Gwen begitu saja.
"Aku tidak akan menyerah Peter,, aku harus mendapatkan cintamu, " Gwen pun meninggalkan restoran itu.
...💚💚💚...
Rey sengaja menantikan kedatangan Gwen, ada kekhawatiran jika rencananya tidak berjalan sempurna.
Sebuah taksi membawa Gwen ke kediaman Rey.
"Gwen... bagaimana makan malam nya". Dari raut wajah Gwen, Rey bisa menebak bahwa makan malam nya. tidak seindah bayangan Gwen.
"Semuanya berjalan lancar Rey" Gwen tersenyum tipis ."Aku permisi Rey".
Gwen berlalu menuju kamar nya. Rey termenung, memikirkan semua ide nya, apakah rencana ku salah?? salahkan aku memaksa mereka bersatu?? aku harus bagaimana??
"Sayaaang.. kok ngelamun sendirian sii!" Ryan berjongkok dihadapan Rey. "Ini sudah malam sayaang... kamu istirahat yaa! "
"Ryan... apa aku salah? jika memaksakan Gwen dan Peter bersatu dalam ikatan pernikahan?".
"Sayaang... pernikahan itu adalah ibadah, karena itu harus muncul niat yang tulus ikhlas dari kedua belah pihak, agar mereka bisa menjalani dengan benar, bukan sekedar melampiaskan hawa *****".
"Terus aku harus gimana?".
"Kamu sudah berusaha yaang...kita serahkan pada Allah Zat yang Maha membolak balikan hati". ucap Ryan ingin memberi dukungan pada istrinya.
__ADS_1
"Kamu keren banget sih ayyy... aku makin cinta deeh". Rey mengalungkan kedua tangan nya di leher Ryan.
"Hmmm.. mancing-mancing deh.. ada yang mau di ajak lembur kaya nya niih". Ryan menggendong istrinya menuju kamar.