Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Konfrensi pers


__ADS_3

Setelah acara pesta usai, Ryan yang hendak membawa istrinya pulang, dihadang oleh kerumunan wartawan, mereka memaksa Ryan untuk mengadakan konfrensi pers dadakan. Tentu wartawan itu di desak oleh Fani untuk mencecar Ryan dengan pertanyaan yang akan menyudutkan nya.


Akhirnya Ryan pun memenuhi keinginan para wartawan dengan satu syarat, mereka boleh mengambil foto wajah Rey, asal wajahnya dibuat bluur. Jika mereka melanggar maka Ryan bersumpah akan membuat mereka kehilangn pekerjaan.


Jurnalis :" Tuan.. apakah benar anda sudah menikah? "


Ryan:"Benar


J:" Apakah wanita berkursi roda itu istri anda? "


Ryan:"Benar"


J:"Sudah berapa lama anda menikah? "


R:" Kurang lebih 4tahun ".


J:" Kenapa ada kesan anda menutupi pernikahan anda? Apa karena istri anda..maaf ...berkursi roda? "


Ryan menatap tajam wartawan yang memberikan pertanyaan tadi, tangan nya menggenggam tangan Rey yang ada di sampingnya, lalu mengecup punggung tangan Rey.


R:"Itu tidak benar".

__ADS_1


J:" Lalu kenapa anda seolah menyembunyikan istri anda dari publik ".


R:"Jika kalian memiliki berlian paling berharga di dunia, apakah kalian akan memamerkannya? atau akan kalin simpan di tempat teraman agar tidak ada yang mengambil nya?"


Para wartawan itu diam dan saling pandang.


R:" Jawaaab" Ryan membentak mereka dengan suara menggelegar.


Seorang wartawan wanita memberanikan diri menjawab.


"Tentu akan saya simpan dengan pengamanan terbaik, agar tidak ada yang mengambilnya".


"Ya kamu pintar nona.. Begitupun aku, sudah dianugrahi perhiasan terindah di dunia ini, wanita sholihah ku, istri tercintaku Reyhana Nugraha ".


"Aku bukan orang serakah, tapi untuk urusan dia, aku menjadi sangat serakah, karena tidak rela mengexpose nya ke dunia luar".


Kedua mata Rey dan Ryan saling mengunci, Ryan berjongkok di hadapan istrinya, lagi dan lagi dia mencium punggung tangan istrinya, "Kita pulang sayang.. kamu pasti lelah". Ryan segera menggendong Rey, tanpa mempedulikan para wartawan yang masih ramai memberinya pertanyaan.


Sementara para pengawal Ryan sibuk menjaga tuan mereka agar bisa segera terbebas dari para wartawan itu.


Dari kejauhan Fani tampak kesal dan geram melihat rencananya tidak berhasil , dan Peter dapat dengan jelas melihat reaksi Fani yang menurutnya mencurigakan itu.

__ADS_1


"Dasar wanita licik.. rupanya kamu belum kapok juga menyakiti Rey, awas kamu... ". Peter segera berlalu menuju mobilnya. Hatinya begitu panas melihat kemesraan Ryan dan Rey tadi. Tapi dia semakin geram saat tahu bahwa Fani sudah berniat mempermalukan Rey, tapi rupanya Dengn mudah Ryan bisa membalikkan keadaan. "Pantas saja dia mau datang ke pesta ini membawa Rey, sepertinya dia memang sudah bersiap dengan rencana licik Fani.. kamu memang pintar Ryan ". Peter bermonolog di dalam mobilnya .


Di dalam mobil Ryan menghubungi seseorang, "Halo dam... Kamu beri pelajaran wanita itu, sampai dia kapok,".


Rey melihat suaminya yang sedang kesal. "maksud kamu Fani " Rey menduga duga.


"Hmmmm".


"Kamu Kenapa siih? "


"Maafkan aku sayang... aku hanya tidak suka mereka merendahkanmu".


"Sayaang... direndahkan tidak akan membuat ku menjadi sampah, di puji tidak akan membuat ku menjadi seorang putri, aku akan istimewa karena apa yang aku lakukan bukan karena apa yang orang katakan". Rey menggenggam tangan Ryan.


"Kamu benar sayang".


"apa yang akan kamu lakukan pada Fani, jangan mengotori tangan mu sayang.. aku tidak rela".


"Baiklah,, tapi ijinkan aku memberinya sedikit pelajaran".


"Hmmm... baiklah... ".

__ADS_1


__ADS_2