
Hari itu adalah hari pertama nya untuk melakukan tugas nya sebagai brand ambasador Marcell corporate, dia diantar pak panji ke sebuah sirkuit balapan, tampak adrian sudah menantikan kedatangn Rey. Hari itu rey dan ryan harus beraksi memakai mobil sport mewah keluaran terbaru dari Marcell otomotif.
Seorang MUA dan fashion stylist sudah menunggu Rey dan Ryan, dengan cekatan mereka mengubah penampilan Rey, dengan tata rias natural, dan penampilan boyish, yang sesuai dengan karakter nya, Rey memakai kemeja kotak kotak dipadu dengan pashima senada, memakai sepatu sneakers hingga terkesan santai, sebuah kaca mata hitam bertengger dihidung bangir nya. Adrian pun memakai kemeja kotak dengan lengan panjang yang digulung hingga ke siku, t-shirt putih yang menonjolkan otot otot dada dan perut nya semakin menambah ketampanan Adrian.
Adrian dan Rey sudah siap di mobil sport nya masing masing. Mobil terbaru sekelas lamborgini dengan atap terbuka, kini sedang dikendarai oleh Rey dan Adrian, seorang sutradara dan fotoghraper tampak sibuk memberi aba aba, , mobil sport Adrian dan Rey melaju bersamaan, sambil terlihat kedua pengendara saling pandang tersenyum menampakan kemesraan, dan ketertarikan pashima Rey yang tertiup angin semakin menambah pesona model dadakan itu. walau untuk pertama kalinya rey melakukan pemotretan tapi dia sangat bisa menguasai keadaan, mungkin karena di sesi pemotret itu memang sesuai dengan karakter nya.
Wanita ini.. semakin aku melihat nya semakin aku mengaguminya. Rupanya adegan yang dikomando sutradara tidak sepenuhnya kebohongan.. karena keterpesonaan Adrin memang benar adanya.
"Cut!! good job rey ..adrian! Chemistry nya pas! "Sang sutradara memberikan dua jempolnya.
Sesi pemotretan pun berlanjut dengan kostum yang berbeda, kali ini Rey dengan tampilan girly, memakai rok Plaid skirt dipadu padankan dengan kemeja putih, Rey yang jarang tampil girly terlihat memukau, penuh daya tarik. Sedangkan Adrian memakai kemeja semi formal, Di sesi ini Adrian yang berada di pintu mobil sport sedangkan Rey , sedang duduk santai di atas mobil, Adrian di arahkan sutradara untuk menatap Rey penuh damba.
Tanpa anda minta pun aku seperti nya mulai mendambakan nya.. Arrggh!
Beberapa kali mereka berganti gaya, sambil diabadikan dengan cekatan oleh sang fotoghraper. "Cut!! good job rey, Adrian .. kita cukuplah untuk hari ini !" Titah sang sutradara mengakhiri kepenatan di hari itu.
"Rey.. kita cari makan dulu yaa!! "
__ADS_1
"Boleh.. dimana? "
"Di rumahmu bisa? "
"Lho.. kok? "
"Aku ketagihan dengan masakanmu Rey !" Adrian tersenyum malu.
"Hmmm... baiklah, tapi aku ngga punya bahan bahan nya, kita belanja dulu ya? "
"Baiklah, aku traktir kamu belanja kebutuhan harian, tapi... aku minta imbalan! "
"Masak buat aku tiap hari ya? "wajah Adrian memelas
"Kenapa bukan istrimu saja yang masak? " Rey cemberut
"Gwen ngga bisa masak Rey! " Adrian tertunduk lemah
"Baiklah... aku terima, ayo kita belanja Ryan! "
__ADS_1
Adrian dan Rey menuju supermarket dengan memakai mobil Adrian.
"Ryan kamu ngga kerja"?.
"Kantor memberi dispensasi karena kegiatan kita, aku bisa bekerja di rumah saja, "
"Apa istrimu tahu? "
"Tentu saja.. tidak ada yang kami rahasiakan !"
"Apa Gwen bekerja!?"
"Hanya sesekali ke kantor untuk membantu leon, dia kakak iparku! "
"Apa kamu sudah punya anak? "
"Sudah baru 1namanya mini, sekarang dia sedang sekolah! apa kamu sedang menginterogasi ku Rey? " Ryan melirik Rey.
"Eehh... maaf Ryan, aku hanya ingin lebih mengenalimu saja! "
__ADS_1
"Ayo rey.. kita sudah sampai! "