
Sudah 5bulan lamanya Ryan mencari keberadaan Rey, tapi tetap saja tidak membuahkan hasil. Semua kolega nya pun sampai di mintai bantuan untuk mencari Rey. Walau belum menemukaan wanita yang dicintainya tapi Ryan yakin dia akan berjodoh dengan Rey, obrolan Lily mengenai janji. Rey lah yang membuat nya setia mencari dan menanti sang pujaan hati.
Hari itu Ryan pergi menuju kota M , ada pertemuan bisnis dengan teman nya di sana, Alex tidak ikut mendampinginya karena harus menghandle seluruh pekerjaan Ryan di kantor pusat.
Aldi adalah teman Ryan waktu kuliah dulu, kini Aldi sudah mengambil alih perusahaan orangtuanya yang baru saja meninggal, dan akhirnya persahabatan Ryan dan Aldi berlanjut menjadi rekan bisnis, diantara sekin banyak teman Ryan Aldi memang sedikit berbeda, dia selalu dijuluki pak ustadz oleh Ryan dan teman teman di kampus nya dulu, karena ke alimanya.
Aldi merasa ada yang berubah dari seorang Ryan.. kini dia merasa ada kecocokan dengan Ryan dalam urusan ketaatan. Kalau dulu ketika Aldi ijin keluar kelas untuk menunaikan sholat, maka Ryan dan teman teman nya akan langsung mencemoohnya, tapi kini malah Ryan pun ikut melaksanakan sholat bersamanya walau pun itu saat meeting.
"Ryan ternyata kamu sekarang sudah berubah ya.. " ujar Aldi heran
"Berubah gimana bro? "
"Sejak kapan kamu melaksanakan sholat? "
"Ooh.. " Ryan menjawab hanya dengan senyum saja, pikiran nya malah kembali di ingatkan pada Rey
"Hei di tanya malah senyum senyum sendiri nih si bos.. kaya orang lagi mabuk cinta aja kamu Ryan"!
Senyum lagi dia.. Emang.... Batin nya.
"Al.. aku lihat sepanjang perjalanan ke kota ini banyak sekali pondok pesantren di sini, kamu punya rekomendasi gak ? aku mau jadi donatur nih, Mumpung ada waktu sebelum balik "
"Maa syaa allah .. keren keren.. mas bro!! ada banyak yang recomended tapi ada pondok yang lagi renovasi , Kyai nya juga aku kenal baik, kalau mau nanti aku anter ke sana"!
" Ah.. gak usah lah.. kasih aja aku alamat nya biar sekalian pas balik ke Kota B"
"Ok.. aku kirim ke wa kamu ya"!
Keesokan harinya Ryan menyempatkan diri mencari lokasi pondok pesantren Cahya hati di alamat yng diberikan Aldi, Ternyta lokasinya sangat mudah dijangkau dan begitu menyejukkan mata, lokasi pesantren yang dikelilingi tumbuh tumbuhan rindang, membuat suasana nya sejuk dan nyaman.
Hari itu bertepatan dengan acara Milad Pondok pesantren Cahaya Hati, sudah menjadi tradisi jika melaksanakan Milad akan diadakan berbagai macam lomba khusus kalangan santri putra dan putri, suasana di pondok pun tampak lebih ramai dari biasanya, para penduduk sekitar diperbolehkan memasuki wilayah pondok yang biasanya tertutup rapat. Bahkan para penduduk diperbolehkan berjualan di sepanjang jalan.
Di lapangan yang cukup luas sudah berdiri panggung yang cukup besar untuk menampilkan aneka ragam kreasi seni dan lomba para santri. Rupanya hari itu adalah hari puncak acara, Kyai Hasan Ali pun akan hadir untuk menyaksikan pertunjukan para santri nya.
Setelah Ryan bertanya beberapa kali, akhirnya bertemu juga dengan kyai Hasan Ali, Ryan langsung menyampaikan niat baiknya, ingin menjadi salah satu donatur pembangunan pesantren tsb.
"Mas Ryan ini berasal dari mana? "
"Saya dari kota B kyai"
"Sudah berkeluarga mas? "
"Belum Kyai.. mohon doanya dari kyia semoga bisa segera dipertemukan dengan calon istri saya" Ryan tersipu
"In syaa Allah kalau sudah jodoh pasti akan segera bertemu, seperti gula dan garam dalam periuk"! ucap Kyai terkekeh
__ADS_1
"eh.. hmnnn.. iya kyai" mengangguk walau tak mengerti.
"Mas Ryan hari ini saya harus menghadiri acara Milad, kalau mas Ryan tidak keberatan sudi kiranya ikut saya untuk menghadiri acara tsb"
"Iya tentu Kyai.. mari" Ryan beranjak dari tempat duduk nya mengikuti kyai Hasan Ali. Mereka duduk di depan panggung acara di barisan kursi tamu kehormatan, sementra di barisan belakang sudah hadir para wali santri yang diundang untuk melihat pertunjukan putra putri mereka.
Hari itu para santri putra dan putri akan menampilkan atraksi beladiri sebagai pembuka acara, beladiri merupakan pelajaran wajib bagi seluruh santri putra putri di pondok tsb. Makanya tidak heran jika pondok pesantren Cahaya Hati sering mendapatkan penghargaan dalam ajang lomba beladiri hingga skala internasional.
Sebagai seorang guru beladiri, Rey mendapat tugas tampil perdana di atas panggung acara, semua santri putri yang akan tampil wajib mengenakan abaya hitam mulai dari pakaian, hijab dan cadar harus berwarna hitam. Ya.. mereka harus memakai cadar selama acara berlangsung, untuk menjaga pandangan para penonton.. begitu lah pesan Kyai Hasan Ali.
Rey menaiki panggung, ditemani oleh beberapa santri Putri, mereka menampilkan atraksi beladiri dengan tangan kosong, 3orang santri senior melawan Rey dengan tangan kosong, Dengan lincah dan tanpa ragu mereka berhasil menghibur para penonton. atraksi yang cantik dan memukau diperlihatkan 4 wanita tsb,
Ryan yang duduk di kursi utama pun sangat menikmati pertunjukan di depan nya, Tapi Tatapan Ryan tidak pernah lepas dari sosok wanita yang dikepung dan diserang oleh 3orang wanita lain nya, Kenapa mata itu sangat mirip Rey, dan gerakan nya juga mirip ..apa mungkin??
"Maaf Kyai kalau boleh tahu, siapakah wanita yang dilawan oleh 3orang itu? gerakan nya sangat lincah "
"Dia guru beladiri di sini, ustadzah Reyhana"
"Rey??!!!" jantungnya berdegup kencang antara haru, bahagia dan gugup bercampur menjadi satu, Ya Allah apakah ini pertanda bahwa dia memang jodohku? tanpa disadari Ryan meneteskan air mata bahagia
"Apa anda mengenalnya? " Kyai yang mendengar Ryan memanggil nama Rey, menoleh ke arah Ryan, tentu saja perubahan mimik wajah Ryan bisa terlihat jelas.
"I.. iiiya kyai.. dia calon istri saya"! Ryan tersenyum malu
"Benarkah? " kenapa dia tidak pernah bilang ya"? Kyai merasa heran
"Hmmm.. " Kyai tersenyum penuh arti.
Mereka pun kembali menyaksikan pertunjukan, tidak lupa Ryan merekam semua aksi Rey dia atas panggung, tentunya tanpa sepengetahuan ybs.
Akhirnya seluruh rangkaian acara di atas panggung berakhir sudah, tapi rupanya Ryan mengurungkan niatnya untuk pulang, ada rencana lain akn dilakukan nya.
Rupanya Ryan meminta ijin untuk menginap selama beberapa hari di pondok tsb, alasan nya karena ingin belajar ilmu agama kepada Kyai.
Keesokan harinya akan diadakan pertandingan panahan , seluruh peserta sudah berada di lapangan terbuka dengan membawa busur dan Arrow nya masing masing. Ryan sudah meminta ijin agar bisa ikut memeriahkan lomba tsb sebagai tamu undangan . Dengan teliti Ryan mencari sosok Rey di antara sekian banyak peserta yang menurutnya mirip semua karena berpakaian dan memakai cadar hitam.
Rupanya di sana kamu Rey,, Ryan mendekati seorang peserta yang sedang memasangkan quiver di pinggangnya.
"Assalamualaikum ustadzah Rey"!
"Wa'alaikumussalam warohmatullah.. " Rey menoleh ke arah Ryan
"Ry....Ryaan??" Rey kaget hampir menjatuhkan horsebow turkey nya
"Akhirnya kita berjumpa lagi,, tidak disangka ya" Ryan tersenyum sangat manis
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa mengenaliku? " Rey merasa heran
"Tentu saja aku akan mengenali apa yang menjadi milik ku Rey, apalagi itu milik ku yang berharga " Ryan mengedipkan mata nya
" Aku?? milikmu?? Sejak kapan? "
"Sejak kamu diciptakan dari tulang rusuk ku dong Rey"! hahaha... "!
"Hei.. jaga bicaramu, ada banyak orang disini" Rey kesal
Mereka pun melanjutkan persiapan menuju pertndingan panahan, Ryan yang tidak mau lepas dari sisi Rey terus saja mengikuti kemana Rey pergi.
Masing masing peserta di beri 5 Arrow dan yang mendapatkan nilai tertinggi itulah pemenang nya, Ryan menuju area panahan mengikuti Rey, mereka bertanding dengan peserta lain nya dari kalangan santri dan para pengajar.
"Rey kalau aku menang,, aku boleh meminta satu hal padamu? "
" Kamu belum kapok juga ya? Bertanding denganku? " tersenyum miring, walau tidak terlihat oleh Ryan.
"Aku tidak akan menyerah padamu begitu saja Rey.. "! Ryan menatap penuh harap pada Rey
"Apa yang mau kamu minta"? penasaran juga rupanya
"Menjadi ibu dari anak anak ku! "
Rey yang sedang melepaskan Arrow nya ke arah papan target , kehilangan konsentrasi dan akhirnya Arrow nya tidak mengenai sasaran.. Aiih...kenpa aku jadi gugup begini sii
Ryan yang melihat kegugupan Rey tentu saja senang, baginya ini adalah pertanda baik.
"Kamu sudah kehilangan 1kesempatn Rey"! Ryan tersenyum bangga
" Lagian siapa juga yang menerima tawaran aneh kamu "! ucap Rey ketus
"Baiklah.. sekarang giliran ku"! Ryan melepaskan anak panah nya, dan Arrow menancap dengan sempurna di poin tertinggi.
"Yes.. aku lebih baik darimu Rey"!
" Tenang tuan sombong.. masih tersisa 4 kesempatan lagi"! Rey mendengus kesal dan bersiap membidik
"Aku udah bilang kok sama Kyai tentang hubungan kita"! lagi lagi Ryan mengacaukan konsentrasi Rey
"Apaa... hubungan? " Lagi lagi Rey membidik tanpa perhitungan, "Ryaaan.. kamu curang"! tanpa sadar Rey membuat orang orang sekitarnya berpaling ke arah meraka
"Uppsss.. Ryan.. kamu udah bikin aku maluu!" Rey setengah berbisik kepada Ryan..
"Oke aku tidak akan mengganggu mu, tapi beri aku kesempatan untuk bicara dengan mu...deal??"
__ADS_1
"Baiklah.. setelah acara selesai " ucap Rey sambil berlalu meninggalkan Ryan