Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Berlibur


__ADS_3

Sesibuk apapun Ryan, dia selalu menyempatkan waktunya untuk mengajak lily berlibur, seperti biasa mereka akan menghabiskan akhir pekan ini di villa keluarga, tentunya dengan membawa pengawal pribadi dan tak lupa Rey pun harus ikut menemani lily.


Villa itu terletak di kawasan hutan lindung kota L yang sangat sejuk. Rupanya villa tsb bukan hanya Sekedar tempat untuk berlibur, tapi juga menjadi tempat latihan Tembak dan olahraga untuk Ryan yang memang memiliki hobi menantang bahaya.


Villa yang cukup besar, di lantai satu lebih banyak ruangan besar yang sepertinya memang khusus dibuat tanpa kamar agar bisa dipakai untuk acara pesta, sedangkan di lantai Dua berjejer kamar kamar dengan pintu menjulang, di sebelah kiri tangga ada lift khusus untuk membawa Lily dengan kursi rodanya,


Seperti biasa Rey mendorong kursi roda Lily mengajak berkeliling, sambil sesekali lily menjelaskan keadaan rumah, Ada satu pintu yang unik diantara pintu lain nya, Karena pintu itu tampak lebih kokoh dari pintu lain nya


"Lily.. ini ruangan apa"? tanya Rey


"Ayo bawa aku ke sana Rey"


Rey mendorong kursi roda Lily dan membuka pintu tsb, rupanya di ruangan itu tersimpan dengan rapi puluhan senjata api, ada yang dipajang d tembok, ada juga yang disimpan di etalase


"Ini adalah koleksi senjata kakakku Rey, dia sangat hobi dengan hal hal yang membahayakan.. aneh bukan? " ucap Lily


Ini bukan Sekedar hobi Lily tapi dia memang penjual senjat ilegal.. batin Rey


Tiba tiba mata Rey tertuju pada sebuah peti kayu dipojok ruangan, dengan penasaran Rey membukanya


Mata nya melotot, mulut nya terbuka lebar, seperti melihat hantu saja, dengan gemetar dia mengulurkan kedua tangan nya berusaha untuk bisa menyentuh benda di dalam peti kayu itu.


Ya ampun.. ini kan AWSM. Batin nya


Yaah saat ini Rey sedang memegang senjata itu dengan gemetar , senjata khusus para sniper Artic Warfare Super Magnum, senjata super canggih, yang bahkan di kalangan militer saja ini sangat terbatas, karena harganya yang selangit. Ibaratnya harga senjata itu kalo dipakai buat membeli nasi warteg untuk seluruh penduduk di pulau ini , masih ada kembalian banyak.


Seumur umur Rey bahkan baru menyentuhnya, bahkan dulu ketika ayah mengajak Rey ke basecamp latihan militernya, dia hanya bisa memandang nya saja .


Rey segera menutup peti kayu itu, dan kembali. melihat sekeliling, ada berbagai macam kaca mata night vision militer yang berjajar rapi, ada berbagai peluru yang di sandingkan dengan pistol pasangan nya,.


"Ayo Rey kita lihat kamar tidurnya" ajak lily


Disetiap ruang dilantai dua terdapat jendela jendela ukuran jumbo dan balkon yang akan memudahkan menikmati pemandangan sekeliling villa.


Rey dan lily sudah puas berkeliling dan mereka beristirahat sejenak di kamar.


Ryan dan anak buahnya sedang asik latihan tembak menembak di halaman belakang. Hari ini Alex tidak ikut mereka karena harus mewakili Ryan bertemu klien.


Cuaca di villa di malam hari sangatlah dingin, Rey dan lily sedang menikmati secangkir minuman hangat di lantai satu, Ryan sedang asik dengan laptop nya, walau berlibur tapi dia tidak bisa sepenuhnya meninggalkan pekerjaannya. Beberapa penjaga berpatroli Diluar villa, tiba tiba lampu si seluruh rumah mati, Ryan segera menyalakan senter di telpon seluler nya, Ryan menghampiri lily yang tak jauh darinya,

__ADS_1


"Lily kamu baik baik saja kan?" ucap Ryan


Dor... dor... dor... terdengar suara tembakan di luar pagar. Dengan sigap Ryan menggendong Lily,


Prankkk..!! terdengar suara pecahan kaca dimana mana


" Rey... arahkan lampu nya ke kamar lily," ucap Ryan sambil memberikan seluler nya pada Rey.


Mereka bergegas ke kmar lily, Lily yang tidak terbiasa dengan kondisi bahaya, pingsan dalam pelukan Ryan.


"Lily.. Lily!! "


"Kenapa dengan lily tuan" ucap Rey


"Lily pingsan" jawab Ryan sambil membaringkan nya di tempat tidur.


"Rey kamu jaga Lily oke.. "


"baik"


Ryan mengunci mereka dari luar


Suara tembakan semakin gencar terdengar dari arah luar, sepertinya jumlah musuh lumayan banyak, Rey tidak mau hanya duduk diam. bagaimana kalau musuh bisa merangsak masuk, bisa bisa Rey dan Lily jadi sandera.


Rey segera keluar melalui jendela, tujuan nya adalah ruang penyimpanan senjata, meloncat dari satu balkon ke balkon lain nya bukan lah perkara yang sulit bagi Rey, karena didukung oleh tubuh tinggi dan ramping di sertai kemampuan Rey yang tidak kalah seperti artis Angelina Jolie dalam film Lady croft.


Rey mengambil senapan AWSM Artic Warfare super Magnum, beberapa peluru, dan tidak lupa kaca mata night vision militer. Rey segera mencari posisi yang dirasa nyaman dan pas untuk mulai membidik.


Sementra di lantai bawah Ryan, dan anak buahnya agak mengalami kesulitan karena jarak pandang yang jauh dan musuh berada di balik pepohonan yang lebat,


Ryan segera menelepon Alex untuk meminta bantuan.


Prankkk!! suara kaca pecah saling bersahutan.


Baku tembak sudah berlangsung hampir 30 menit


"Joni.. cepat ambil kaca mata NVM dan bebrapa senapan laras panjang di atas. " perintah Ryan pada salah satu pengawal. nya.


"Baik tuan"

__ADS_1


Sementra di balkon lantai atas, dengan leluasa Rey bisa melihat sekeliling, ada rasa ngeri ngeri sedap saat Rey mulai memainkan senjata istimewa itu, ngeri saat membayangkan waajah Ryan jika tahu peluru yang harga nya selangit itu dipakai nya, sedap karena Rey bisa merasakan sensasi beraksi dengn senjata canggih, ibarat seorang chef yang sedang beraksi di dapur dengan peralatan kitchen set mewah . Rey mulai membidik dengan kemahiran sekelas sniper one shoot one killer, tapi tentu saja Rey tidak menembak di titik yg mematikan lawan, Rey hanya berniat mencederai tidak lebih.


Rey membidik tangki bahan bakar mobil di luar pagar..


Duaarrr... Boom !!!suara ledakan keras, mengagetkan Ryan maupun musuh yang sedang mengepung villa.


Tiba tiba mobil di belakang nya pun meledak bersusulan,


Duuuar...boom!!


Hmmm.. rupanya Alex sudah datang.. cepat sekali!! syukurlah.. batin Ryan senang walau bercampur heran


Para penyerang di bagian luar pagar sudah teratasi dengan baik oleh Rey, sepertinya hanya tinggal beberapa saja yang berada di dalam pagar, Rey segera kembali k tempatnya.


Ryan dan para pengawal segera menyerang orang orang yang sudah hampir mencapai pintu villa, dengan mudah mereka membekuk hampir 10 orang yang tersisa.


Keadaan di villa sudah terkendali, lampu penerangan sudah kembali menyala,


Alex yang baru datang dengan pengawal bantuan segera berlari menghadap tuan Ryan,


"Tuan.. Maa..


"Alex syukurlah kamu datang tepat waktu." potong Ryan sambil menepuk pundak Alex


Apa tuan sedang menyindirku? aku bahkan belum melakukan apapun batin Alex tidak mengerti


Alex segera berpencar dengan para pengawal nya untuk mengamati keadaan.


Ryan segera berlari ke kamar lily, rupanya Lily masih tidak sadarkan diri, tampak Rey pun sedang tertidur di samping Lily,


"Hei gadis bodoh, bisa bisa nya kamu tidur saat kondisi genting seperti ini"! teriak Ryan sambil menendang kaki Rey


Rey yang memang hanya pura pura tidur segera bangun sambil meringis


"Maaf.. aku tadi pingsan tuan" ucap Rey bohong


Hmmm dasar bodoh.. mana ada orang pingsan bisa langsung bangun dengan tendangan sepelan itu. batin Ryan.


"Cepat bereskan semua barang.. kita pulang sekarang" ucap Ryan sambil menggendong Lily.

__ADS_1


__ADS_2